Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 115 Extra Part


__ADS_3

Hampir Jam 10 malam arif, laura dan juga ario baru tiba di rumah, seharian ini arif di paksa oleh 2 bocah ingusan untuk mengajaknya berkeliling di kota Jakarta, sebenarnya arif sudah sedari tadi gelisah ingin pulang, namun karena ancaman dari adik ipar dan juga adik sepupunya itu arif jadi harus tetap menemani mereka.


“besok-besok kakak tidak mau membawa kalian lagi, kalau kalian ingin pergi mintalah radit atau andi menemani kalian” ucap arif begitu kesal dengan ekspresi masamnya, namun yang di tatap hanya tersenyum cengengesan


“hehe kak arif jangan marah-marah” ucap laura bergelayut manja di lengan kanan arif saat baru turun dari mobil


“iya kak maafkan kami ya, jangan marah lagi” ario ikut menimpali dan juga ikut bergelayut manja di lengan sebelah kiri arif


 Jika begini arif hanya bisa menghela nafasnya pasrah


 “kakak tidak marah, hanya saja kakak kesal, kalian bilang hanya jalan-jalan sebentar, tapi ini sudah hampir jam 10 malam, bagaimana kalau kakak kalian mencari kakak?” arif masih memasang wajah masam nya.


“kak rara tidak akan mencari kakak karena ada bunda, ibu dan juga 2 ayah yang siap menemani dan juga


menjaga kak rara, jadi akan sangat nihil jika kak rara mencari kak arif.” Ucap laura dengan santainya, ario hanya tertawa sambil membungkam mulutnya dengan telapak tangan nya.


“iya, sepertinya apa yang dikatakan laura semuanya benar kak, buktinya seharian ini kak rara tidak


menghubungi kak arif sama sekali” kembali ario menimpali.


“itu tidak mungkin, kakak kalian sangat membutuhkan kakak, kalau kalian mau tahu” jawab arif semakin kesal “lepaskan” arif berusaha melepaskan rangkulan tangan ario dan juga laura


 Mood arif benar-benar buruk, apalagi di tambah dengan ucapan yang baru saja di lontarkan laura dan


juga ario yang memang benar ada nya, apalagi saat melihat banyak pesan yang dikirimnya tidak ada balasan satupun dari istrinya, telpon pun tidak di angkat.


“tidak mau” ucap ario dan laura secara bersamaan


“kenapa tidak mau, cepat lepaskan” masih berusaha lepas dari 2 bocah ingusan itu


“kami tidak akan melepaskan kak arif, sebelum kak arif memaafkan kami, dan berjanji akan kembali mengajak kami berjalan-jalan” laura semakin memegang erat lengan arif, membuat arif mendesah frustasi.


“kau menyuruh kakak berjanji, padahal kau sendiri suka mengingkari janjimu, heh…., ayo cepat lepaskan” arif pasrah saat melihat tatapan mata 2 bocah samping kiri dan kanannya menatap tajam ke arahnya, “baiklah, baiklah, ia kakak berjanji” ucapnya pada akhirnya


“kak arif memang baik hati, kak rara pasti sangat beruntung punya suami yang sangat perhatian seperti


kak arif” entah mengapa perkataan ario membuat batinya membeku


“justru kakakkklah yang sangat beruntung, memiliki istri seperti kakakmu, padahal jela-jelas aku sudah sangat jahat padanya tapi dengan baik hatinya, kakak mu itu dengan mudahnya memaafkanku” ucap arif membatin.


“ehh kok gelap, kak arif kemana semua orang” ucap laura terdengar ketakutan


 “iya kenapa gelap sekali” ucap ario


“sayang” kau di mana” ucap arif berlari panik naik ke kamarnya, setelah menyuruh ario dan juga laura

__ADS_1


agar tetap diam dan tenang, sementara ia berlari mencari keberadaan istrinya,


meskipun tidak ada lampu penerangan sama sekali,  namun nihil tak ada seorang pun di sana “ibu,


bunda, ayah, kalian dimana” kepanikan arif semakin bertambah tatkala tak


menemukan satu orang pun, arif benar-benar takut, ia takut jika terjadi hal-hal


buruk pada keluarganya, apalagi ia pernah berurusan dengan ayah thalia yang


memang adalah seorang penjahat.


“sayang, jawab aku, kalian dimana, ayah, ibu, bunda jawab arif kalian dimana?” tubuh arif tiba-tiba


bergetar takut, air matanya pun kini sudah jatuh merembes membasahi wajahnya.


“shit” arif mengumpan kesal tatkala tak menemukan ponselnya,


“jangan buat aku khawatir sayang” teriak arif, menghempas semua barang yang menghalangi jalannya,


meskipun melukai dirinya sendiri.


cukup lama arif menangis, meninju-ninju tembok Dan tiba-tiba


Light, lampu menyalah menampakkan sosok orang-orang yang sudah membuatnya seperti orang kerasukan, di


“selamat ulang tahun sayang” rara datang dengan kue tart di tangannya, dengan mata berkaca-kaca ia


berjalan menghampiri suaminya, yang saat ini masih diam terpaku mencerna semua situasi yang terjadi tentu saja dengan tubuh yang masih sedikit bergetar karna ketakutan.


“kalian pikir ini lucu” ucap arif dingin “kalian pikir ini semua lucu, kalian membuatku khawatir


setengah mati tapi kalian malah” tiba-tiba arif mengambil paksa kue tart di


tangan istrinya dan meletakkannya di bawah lantai dan bugh, arif memeluk erat


tubuh istrinya “kau keterlaluan” bisiknya, lalu membenamkan wajahnya di ceruk


leher milik istrinya. Bukannya semakin diam, tubuh arif semakin bergetar karena


tangis yang sudah sejak tadi ditahannya.


“kenapa menangis?” tanya rara membalas pelukan suaminya “kau ternyata lebih cengeng….. bagaimana


rasanya di tinggal sendirian di tengah kegelapan malam, takut bukan, itulah yang aku rasakan kemarin, sekarang kita impas, dan aku tidak punya dendam lagi denganmu” ucap rara berusaha menahan tawanya, membuat arif melepaskan dekapannya

__ADS_1


“jadi kau mau membalasku” arif membuang kasar nafasnya, dan berdecak pinggang menatap semua


orang dibelakang istrinya “dan kalian, bukannya kalian yang menyarangkan ide gila kemarin kepadaku, tapi kenapa malah aku yang kena imbasnya” arif menggeleng-gelengkan kepalanya heran tak percaya, ia sudah terlanjur malu


dengan tingkahnya tadi, apa lagi ada teman-teman, karyawan dan rekan bisnisnya disana, hilang sudah wibawanya sebagai atasan.


“hei jangan salahkan kami, ini semua murni permintaan istrimu, tidak mungkinkan jika kami tega


menolak permintaan ibu hamil, bisa sajakan istrimu itu sedang mengidam” celetuk indra


“iya mengidam ingin membalas perbuatanmu” timpal egi mengundak gelak tawa semua orang, arif hanya


bisa memejamklan matanya malu, tiba-tiba ia menatap tajam ario dan laura


“ka,kami hanya


menjalankan tugas yang diberikan ke kami” laura berucap terbata-bata


“haha sudah-sudah, lagi pula kau sudah terlanjur malu” fahri menghampiri arif menepuk bahunya


kemudian memeluk adiknya itu “selamat ulang tahun” ucapnya tulus


 “terima kasih kakak” ucap arif membalas pelukan kakaknya.


Setelah melepaskan


dekapannya, arif kembali meghadap istrinya, lalu meniup lilin sebelum


mengucapkan do’anya dalam hati, ya hari ini bertepatan dengan ulang tahun arif


yang ke 26 tahun, meskipun awalnya malu dengan kejutan yang di persiapkan


istri, keluarga dan juga teman-temannya, tapi tak dapat arif pungkiri ini


adalah ulang tahun yang paling berkesan sepanjang sejarah dalam hidupnya,


apalagi di damping lengkap oleh semua anggota keluarganya


“awas saja kau, aku tidak akan melepaskanmu setelah ini” bisiknya lembut di telinga istrinya, namun terdengar mengancam membuat tubuh rara benar-benar meremang hebat


Jangan lupa tekan


tombol VOTE dan LIKE mu ya


Oh ia gimana part ini?

__ADS_1


Comment di bawah ya


__ADS_2