Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 39


__ADS_3

tepat pukul 7 malam arif dan rara telah sampai di depan rumah milik orangtua arif, Dan di sana di ruang tamu sudah ada kedua orang tua beserta kakaknya fahri.


"kalian sudah datang, ayo duduk ada hal penting yang harus kita bahas" ucap ayah arif.


rara dengan canggung mendudukkan dirinya di dekat calon ibu mertuanya, karna memang diminta, sedangkan arif dengan malasnya duduk di dekat kakaknya.


"ada apa papa memanggil arif kemari?" tanya arif sebenarnya iyya sangat malas dengan situasi ini karna iyya sudah tahu apa yang akan di bahas oleh keluarganya.


namun sebelum membahas semuanya ibu arif mengharuskan untuk makan malam terlebih dulu, sebenarnya arif malas namun iyya tak bisa membantah bagaimanapun iyya harus bersikap baik di depan orangtuanya. setelah selesai makan malam kini semuanya telah berkumpul di ruang tamu.


"kalau ayah dan ibu mau membicarakan pernikahanku dengan rara, aku sudah membicarakannya dengan rara, jadi arif rasa tak perlu membahasnya lagi" ucap arif namun tatapannya beralih ke arah rara setelah iyya berucap.


"ayah dan ibu hanya ingin membahas perihal orang tua rara, kamu tahu sendirikan kalau ayahnya saat ini masih di rumah sakit" ucap ayah arif

__ADS_1


arif hanya mengangguk sedangkan rara sedari tadi hanya diam sembari meremas tangannya.


"tadi kakak sudah menghubungi ibumu, Dan ibumu bilang kondisi ayahmu sudah ada kemajuan setelah di operasi, tapi masalahnya disini minggu depan adalah hari pernikahan kalian, sedangkan ayah rara ingin menyaksikan pernikahan kalian, sedangkan kondisinya tidak memungkinkan untuk datang, jadi kakak hanya ingin meminta persetujuan kalian apakah pernikahan kalian bisa di laksanakan di tempat di mana ayah rara berada" ucap fahri panjang lebar.


arif mendengarnya terdiam sesaat


"kalau pernikahanku dengannya tidak dilakukan disini ada baiknya juga, orang-orang terdekatku juga tidak akan mengetahuinya" arif membatin.


"bagaimana arif, rara? tanya fahri lagi


sedangkan rara iyya hanya mengangguk lemah, sebenarnya dirinya sangat senang karna akan bertemu dengan orangtuanya namun disisi lain iyya juga tak bahagia karna memikirkan nasibnya bersama arif kedepannya, mengingat sikap arif yang begitu kasar.


setelah membahas pernikahan tersebut arif mengantarkan rara kekontrakannya sebenarnya tadi iyya sudah menolaknya, namun keluarga arif menyuruh arif mengantarkan rara, sebenarnya juga tadi keluarga arif sudah menyuruh rara untuk menginap tapi di tolak oleh rara, iyya ingin menumpahkan semua tangisnya di kontrakannya.

__ADS_1


"jangan harap akan ada pesta pernikahan yang meriah karna aku takkan membiarkan orang-orang tahu mengenai pernikahan ini, Dan ingat jangan pernah memberi tahu siapapun" ancam arif di tengah-tengah kemudinya.


"kau tenang saja, aku tidak akan memberi tahu siapapun" jawab rara.


.


.


.


kini tibalah saatnya hari di mana pernikahan sederhana arif dan rara dilaksanakan, yah pernikahan mereka di laksanakan di rumah sakit tepatnya diruangan di mana ayah rara di rawat dan disaksikan oleh beberapa orang, termasuk kedua orang tua rara beserta adiknya dan juga kedua orang tua arif beserta kakaknya fahri, Dan beberapa orang lainnya.


rara saat ini berada di pelukan bundanya, iyya menangis tapi tidak tahu apakah iyya menangis bahagia atau bersedih karena melihat keluarganya sangat bahagia.

__ADS_1


pernikan mereka berjalan lancar ya meskipun terkesan sangat sederhana, namun semua orang nampak bahagia kecuali mungkin bagi ke dua pengantin baru tersebut


__ADS_2