Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 58


__ADS_3

Langkah rara terhenti, Perasaan rara berkecamuk melihat pemandangan di depannya, ia ingin meninggalkan tempat itu tapi apa kata mertuanya jika ia tiba-tiba pergi begitu saja.


Langkah arif juga terhenti, ia mengikuti arah pandang istrinya itu yang terlihat sendu dan kosong, ia tahu apa yang di rasakan istrinya saat ini, istrinya itu pasti sangat terluka di karenakan kejadian yang lalu yang pernah ia lakukan bersama teman-temannya, kejadian yang menyakitkan sehingga dengan sengaja ia melukai perasaan istrinya tanpa memikirkannya sedikitpun.


Lama rara berpikir ia menguatkan dirinya sendiri bahwa tidak akan terjadi apa-apa, pikirnya, ia mengepalkan tangan nya kuat-kuat, sembari menunduk, memejamkan matanya lalu menghirup napas dalam-dalam kemudian menghembuskan nya.


Hal itupun tak lepas dari pandangan suaminya, ya sedari tadi ia terus menerus memandang ke arah istrinya yang terlihat berat untuk bergabung di meja makan, ia khawatir keadaan istrinya itu akan kembali down


“tidak apa-apa jika tidak mau bergabung di meja makan, kita kembali saja ke kamar, sepertinya kau belum benar-benar sembuh” bisiknya lembut di samping istrinya itu.


Namun rara tak bergeming, melihat itu arif berinisiatif mengajak istrinya ke kamar


“ayo, sebaiknya kita kembali saja ke kamar, aku akan memberi tahu yang lain nya, jika kau harus beristirahat” ucapnya lagi


Namun, niatnya harus ia urungkan, tatkala mendengar suara teman-teman nya memanggil-manggil namanya, arif berdecak kesal, padahal kan baru saja ia ingin memutar balik tubuhnya dan hendak berniat melangkahkan kakinya untuk kembali ke kamar bersama istrinya itu.

__ADS_1


“kalian sudah datang” ucap radit yang tiba-tiba melangkahkan kakinya menuju ke arah arif dan rara tak lupa ia menyematkan seutas senyum di bibirnya


“oh ia, bagaimana keadaanmu? Tanyanya kepada rara


“seperti yang anda lihat sekarang, kondisi saya sudah sehat, dan luka saya juga sudah sembuh” ucap rara to the point, ia tak ingin berlama-lama, bagaimana pun saat ini, ia merasa sangat heran, bagaimana tidak, tiba-tiba mereka semua menjadi baik dan ramah terhadap nya, biasanya juga tidak, yang ada ia akan hanya menjadi korban ce’emohan. Aneh, pikir nya


“kalian semua sudah datang, segerah lah kemari, kita makan malam sama-sama, setelah ini ada hal penting yang harus ibu dan ayah bicarakan” ucap fahri, yang baru saja mendudukkan tubuhnya di kursi makan, dan di susul oleh ayahnya


Suasana makan malam saat ini terasa sangat canggung untuk arif, indra, celsea, egi dan juga radit, mereka sedari tadi memperhatikan rara yang bahkan terlihat bersikap biasa-biasa saja, bahkan ia memakan makanan nya dengan


“kenapa kau makan hadi belepotan begini, kau seperti anak kecil saja” ucap fahri tiba-tiba, ia menghapus makanan yang berserakah di bibir rara dengan tissue.


“terima kasih kak” ucap rara tanpa memprotes


Entah mengapa arif sangat tidak suka melihat perlakuan kakaknya terhadap istrinya itu, sekalipun kakanya hanya menganggap istrinya itu sebagai adiknya

__ADS_1


Ia juga tidak suka melihat istrinya tidak menolak apa yang di lakukan kakaknya, apalagi melihat istrinya itu tersenyum terhadap laki-laki lain, ia benar-benar tidak suka dan tidak rela, sekalipun itu kakaknya sendiri


***


Seusai makan malam, mereka semua berkumpul di ruang tamu, mereka semua kaget mendengar penuturan ayah fahri dan juga arif yang sudah mereka anggap sebagai orang tua sendiri, terutama rara, ia sangat sedih mendengar penuturan dari mertuanya itu


.


.


.


 


jangan lupa terus dukung novel ini ya teman-teman

__ADS_1


caranya tinggalin jejak denga klik tombol like dan vote nya ya


__ADS_2