
tidak ada jawaban, Rara memberanikan diri untuk membuka gagang pintu tersebut, melangkahkan kakinya masuk ke kamar Arif suaminya, namun tak mendapati suaminya, namun terdengar suara gemericik air dari arah kamar mandi.
ini pertama kali Iyya memasuki kamar suaminya yg menurut nya sangat nyaman
Rara hendak menyentuh foto di atas nakas dekat tempat tidur Arif, namun Iyya tersentak kaget karena mendengar suara Arif yang menggelegar sehingga tak sengaja menjatuhkan bingkai foto tersebut
"apa yg kau lakukan? jangan pernah menyentuh barang-barang ku tanpa seizin ku" bentak arif dengan suara yg menggelar, tapi tentu saja suaranya tidak akan terdengar sampai luar karena kamarnya yg kedap suara
panik, takut, itulah yg saat ini Rara rasakan,
"maa..maaf, aku hanya ingin melihat foto ini, Rara berujar sambil memungut pecahan kaca dari bingkai foto tersebut, tangannya sedikit bergetar memungut pecahan kaca tersebut dan Arif dapat melihatnya dengan jelas.
Arif tahu saat ini istrinya itu sedang ketakutan setengah mati, Iyya pun mencoba menahan emosi nya, menghela nafasnya kasar.
Rara yang panik, kini tak sengaja melukai tangannya hingga terlihat dara merambas di telapak tangannya akibat meletakkan pecahan kaca tersebut di telapak tangannya.
"bodohh, Arif menarik tangan Rara, kemudian menuntunnya untuk duduk di sofa, Arif mengobati tangan Rara dalam diam, kemudian membersihkan serpihan kaca yg masih tersisa dan menarohnya di tempat sampah, sedangkan Rara yg ketakutan Iyya hanya menundukkan kepalanya tak berani melihat kearah suaminya tersebut,.
"ma.aaf" Rara berkata sambil terisak, Arif yang mendengarnya menghela nafasnya kasar
"dasar cengeng, lebih baik istirahat lah" Rara yang mendengar perintah suaminya menganggukkan kepalanya sesegera mungkin merebahkan dirinya diatas sofa, dan menghadapkan dirinya kesandaran sofa
Arif yang melihatnya tak ambil pusing, dengan santainya merebahkan dirinya di atas ranjang king size yg bahkan bisa muat 4-5 orang.
.
__ADS_1
.
.
tepat jam 4:30 pagi Rara terbangun, dengan cepat-cepat Iyya membersihkan diri nya di kamar mandi sebelum sang pemiliknya terbangun, kemudian segera melangkahkan kakinya menuju dapur untuk membuat breakfast untuk suami dan kakak iparnya.
kini mereka semua telah menikmati sarapan, fahri yang melihat tangan rara yang terluka langsung menyentuhnya
"tangan kamu kenapa bisa luka seperti ini?" tanya fahri khawatir
"oh ini tadi, karena rara tidak sengaja memecahkan piring kak" ucap rara meyakinkan arif
"tapi kenapa bisa separah ini? tanya fahri lagi
"lain kali kamu harus hati-hati? ucap fahri
seusai sarapan pagi, arif dan fahri menghabiskan waktunya duduk berbincang-bincang di kursi ruang tamu
"arif sepertinya kakak tidak bisa menginap beberapa hari di rumahmu" fahri membuka obrolan tanpa menatap arif karena sibuk dengan hp nya
"kenapa kak? bukannya kakak bilang akan menginap beberapa hari disini" arif bertanya terlihat menautkan alisnya karena heran
"tadi ada Klayen kakak yang menelpon kakak secara tiba-tiba dan memajukan tanggal kerjasama, jadi kakak akan berangkat malam ini" ucap fahri
arif yang mendengarnya paham
__ADS_1
"oh iyya kapan kalian akan honeymoon, kau tau sendirikan ibu dan ayah sudah sangat ingin menimang cucu" tanya fahri
arif sesaat diam
"tidak untuk saat ini kak, karena arif masih sangat sibuk" jawab arif
"jangan menunda-nundanya, kakak berharap akan mendapatkan keponakan lucu-lucu dari kalian secepatnya" balas fahri dengan nada menggodanya
"kakak ini, kakak juga jangan menunda-nunda untuk mencari pendamping hidup" jawab arif
"kau ini" fahri mendekat kearah arif lalu mengunci leher arif dengan lengannya diiringi dengan suara candaan
rara yang melihatnya dari kejauhan sangat bahagia karena kakak beradik itu terlihat sangat akur.
.
.
.
.
.
jangan lupa terus dukun novel ini ya teman-teman 😉
__ADS_1