
Rara tak henti-henti nya menciumi gemas wajah anak nya yang sedang di susui nya itu, membuat seseorang yang duduk bersandar di samping nya begitu kesal melihat nya, siapa lagi jika bukan Arif suami nya.
Ya tak terasa sudah lebih satu bulan kini usia anak nya, bayi menggemaskan yang mereka panggil dengan
sebutan Baby Alfa.
Arif terlihat mendesahkan nafas nya frustasi, tatkala melihat istri nya yang sama sekali tidak menghiraukan kehadiran nya, bahkan Arif saja tak di biarkan untuk mengganggu anak nya yang sedang menyusui, padahal istri nya itu sedari tadi menciumi anak nya bertubi-tubi.
Saat di rasa anak nya sudah tidur terlelap, Rara berdiri, berjalan meletakkan anak nya hati-hati di atas keranjang gantung bayi. Tak tinggal diam Arif mengikuti istri nya dari belakang
“kau sudah selesai bukan?” tanya Arif di belakang istri nya, yang ternyata membuat istri nya itu kaget
“astaga kau mengagetkan ku” Rara tak sengaja memukul keras bahu suami nya, membuat Arif meringis kesakitan “ehh maaf, maaf aku tidak sengaja, apa kau perlu sesuatu?” tanyanya setelah membantu suami nya itu mengusap lembut bahu nya.
Tiba-tiba mata Arif berkaca-kaca memeluk erat tubuh istri nya, membuat Rara mengerutkan kening nya
heran
“ehhh ada apa? kau kenapa tiba-tiba seperti ini?” rara berusaha melepaskan dekapan suami nya
“Ya sudah jika tidak boleh” Arif tiba-tiba melepaskan dekapan nya dan menjauhkan tubuh nya dari tubuh istri nya
“Arif kau mau kemana” panggil Rara, ingin mengejar suami nya tapi tidak mungkin juga jika harus
__ADS_1
meninggalkan anak nya
Seharian ini Rara di buat khawatir dengan keberasaan suami nya, bahkan sudah sejak tadi ia menghubungi suami nya itu tapi panggilan nya terus di tolak, bahkan pesan yang ia kirim kan hanya tercentang biru.
Jam 9 malam Arif tiba di rumah, pria itu memasuki kamar lalu menghampiri anak nya yang terlihat menangis
di atas tempat tidur sendirian, sementara istri nya seperti nya sedang berada di dalam kamar mandi. Arif menggendong berusaha menenangkan anak nya
“ssttt sayang, tenanglah jangan menangis lagi, di sini ada Papa” bisik nya pelan setelah melabuhkan satu kecupan cukup lama di kening anak nya “tenang ya sayang, jangan menangis lagi” sambung nya kemudian, membuat baby Alfa sedikit tenang
15 menit kemudian
Ceklek….
“apa saja yang kau lakukan di dalam kamar mandi? Kenapa lama sekali? Anak mu sedang menangis, harus nya kau bisa cepat sedikit” sembur nya masih menenangkan anak nya yang sedang ia gendong itu, tak lupa menatap tajam penuh amarah ke arah istri nya yang masih diam mematung di ambang pintu kamar mandi “kenapa masih diam? Tidak lihat anak mu sedang menangis” Arif berdecak kesal, sementara Rara masih mencerna lontaran-lontaran kalimat yang terpatri keluar dari mulut suami nya.
“Rara” bentak Arif dengan suara tertahan pun dengan penuh emosi yang seketika menyadarkan Rara dari lamunan nya
rara cepat-cepat mengambil Baby Alfa dari dari gendongan suami nya, seperti nya bayi nya itu
sedang lapar. “maaf, maaf kan aku, aku tadi be…”
“tidak usah banyak alasan, cepat susui anak ku” Arif segera berlenggang pergi ke kamar mandi, menutup pintu sedikit kasar, membuat Rara menatap nanar pintu kamar mandi tersebut, Rara menghapus air mata nya kasar menahan sesak yang kini lagi-lagi menyerang uluh hati nya.
__ADS_1
“sstt Alfa sayang maaf kan mama ya, mama benar-benar minta maaf” ucap nya penuh penyesalan sambil
menyusui anak nya yang terlihat menyesap air susu nya dengan lahap.
.
.
.
jangan lupa terus support Novel ini ya
Yang belum baca karya baru Author “Maafkan Aku” silahkan di baca juga ya di sana ada kisah antara Fahri
dan Laura dan juga ada Chat story Author judulnya Because you, jika berkenang silahkan berkunjung dan jangan lupa terus support karya-karya Author, tekan tombol Like dan Vote sebanyak-banyaknya
he he he he.
Selamat membaca teman-teman
Jangan lupa tulis komentar nya di bawah
__ADS_1
Oh ia Author juga mau menyampaikan Informasi terkait perubahan judul novel Author yanag awaal nya judul nya itu I Am Sorry Boo, sekarang sudah berubah judul menjadi Maafkan Aku