
“sayang, aku tidak mau tidur berpisah darimu, kau tega
sekali” arif berteriak di balik pintu dengan penuh frustasi “buka pintunya, aku
mohon, jangan seperti ini, aku bisa gila karena tidak bisa melihatmu walaupun
sedetik saja, apalagi sudah beberapa hari ini kau terus menerus menghindari
diriku” arif terlihat menghela nafasnya kasar, lagi-lagi ia harus tertidur di
kamar terpisah dengan istrinya itu, dan tentu saja hal itu menjadi bahan bulian
dari semua anggota keluarganya.
“tidak, aku tidak mau, sayang ku mohon mengertilah, aku
benar-benar mual jika ada di dekatmu” ucap rara dari dalam kamar, sebenarnya ia
tidak tega, tapi bagaimana lagi ia benar-benar tidak tahan mencium aroma tubuh
suaminya itu.
“apa memang harus begini ngidammu sayang” teriaknya lagi hal
itu sontak membuat semua orang yang berada di ruang tamu tertawa geli mendengar
ocehan arif yang tak henti-hentinya.
Arif mendengus kesal berjalan ke lantai bawah ingin menemui
ibu dan juga bunda mertuanya.
“ibu, bunda” panggilnya tak mood.
“arif kenapa wajahmu muram begitu?” fahri berujar dengan
nada mengejek, membuat hati arif semakin kesal
“kakak jangan berpura-pura tidak tahu ya” ucapnya cemberut,
dan hal itu lagi-lagi mengundang gelak tawa semua orang di ruangan tersebut.
“apa memang harus begini” ucapnya gelisah
“sabar sabar saja ya nak, kadang-kadang ngidamnya orang
hamil itu memang aneh, termasuk istrimu” ucap bunda mertuanya
“tapi sampai kapan bunda, ini sudah beberapa hari, rara
menghindariku dan tak mau berada didekatku” arif menggaruk tengkuknya bingung.
“ya sampai istrimu itu mau” ucap ibu arif
“ibuuuuu” ucapnya merajuk
__ADS_1
“hahahah………..” tawa mereka semua
Tiba-tiba laura datang, langsung mengambil tempat persis di
samping ario, padahal ada tempat yang cukup luas di samping fahri, hal itu
sontak membuat fahri melayangkan tatapan tajam kearah laura dengan kening yang
berkerut, namun Laura dengan cepat memalingkan wajahnya, saat tak sengaja
bertatap mata cukup lama dengan fahri.
“kak arif kenapa?” tanya laura, ia memandang satu persatu
semua orang dengan heran, pasalnya mereka tak henti-henti nya tertawa kecuali
fahri yang masih melayangkan tatapan tajam ke arahnya.
“kakak tidak apa-apa, oh ia bagaimana urusanmu hari ini,
semuanya lancar kan” ucap arif
“semuanya beres dan berjalan lancar, dan ada sesuatu yang mau
laura sampaikan, 2 hari lagi laura akan kembali ke Australia untuk melanjutkan
pendidikan laura” ucapnya
“kenapa cepat sekali” tanya ario
“padahal masih banyak tempat wisata yang belum kita datangi”
ucap ario sedikit kecewa
“lain kali, laura janji akan membawa ario lain kali” ucapnya
menyerahkan jari kelingkinnya di depan ario, tentu saja dengan senang hati ario
menyambutnya dengan mengaitkan jari kelingkinnya juga
“janji ya” ucap ario membuat laura mengangguk dengan antusias
nya.
“kakak yang akan mengantarmu sampai ke Australia” celetuk
fahri tiba-tiba
“ia laura, ayah setuju,, lagi pula fahri memang ada perjalanan
bisnis ke Australia dalam waktu dekat ini, jadi ada baiknya biar fahri saja
yang mengantarmu ke sana” ucap ayah arif
Tentu saja dengan senang hati laura menerima ajakan kakak
__ADS_1
sepupunya itu.
*****
Tepat jam 1 dini hari, rara keluar mengendap-ngendap
memasuki kamar yang di tempati oleh suaminya beberapa hari ini, ia sendiri juga bingung,
padahal tadi dengan teganya ia mengusir suaminya untuk pergi, tapi sekarang ia
sendiri yang menghampiri suaminya itu.
Langsung saja ia naik membaringkan dirinya tidur di samping
suaminya memeluk erat dan menelunsupkan wajahnya di dada suaminya itu, ia
bahkan menggerak-gerakkan wajahnya dengan gemas di atas dada bidang milik suami
nya, membuat sang empunya terbangun kaget.
“astaga sayang, aku kira siapa” ucapnya sedikit menyesal,
hampir saja ia mendorong istrinya itu, untuk saja ia tahu aroma tubuh istrinya itu
“mmamaaff karena aku mengganggumu” ucapnya terbata dengan mata
berkaca-kaca
“hei tidak apa-apa aku malah senang kau sekarang ada di
sini, apa kau ingin sesuatu” tanya arif setelah menarik tubuh istrinya masuk ke
dalam dekapan nya.
“hmmm, tiba-tiba aku ingin mendaki ke gunung semeru” ucapnya
polos “kau mau menemaniku kan?” sambil meneliti raut wajah suaminya
“a.aapppaa” ucapnya gemetar terbata-bata "kau tidak serius kan sayang" pasalnya arif pernah berjanji akan mengabulkan semua permintaan istrinya, sesulit apapun itu.
"menurutmu apa aku bercanda? tanyanya kembali dengan wajah serius "kau ingat dengan janjimu kan sayang" ucapnya dengan penuh penekanan, membuat arif semakin tak bisa berkutip
.
.
.
Please tekan tombol Like, Vote, untuk author ya, kalau mau kasih hadiah juga boleh
__ADS_1
yang mau extra part untukl arif dan rara lagi silahkan koment di bawah yaa,,,,,,,,,