Apa Salahku

Apa Salahku
The Last Episode


__ADS_3

Tinggal beberapa hari menjelang kelahiran istrinya, arif selalu setia ikut kemanapun istri nya itu


pergi, bahkan sekali pun ke kamar mandi


“sayang berhenti sampai di situ saja, kenapa kau selalu saja mengekori aku, aku ini mau masuk ke kamar


mandi kenapa harus ikut juga” rara mendorong pelan tubuh suaminya saat ia hendak menutup pintu kamar mandi


“tidak, pokoknya ke manapun kau pergi aku harus ikut” tolaknya kekeh, membuat rara mendengus karena


kesal  “lagi pula aku sudah biasa meihatnya jadi tidak apa-apa kan” ucapnya penuh penekanan, membuat istri nya itu semakin mendengus karena kesal “ayo cepatlah setelah itu kita beristirahat”


“sudah” ucap rara menghunuskan tatapan tajam ke arah suami nya, setelah menyelesaikan kegiatan nya


“hei, kenapa kau semakin bertambah imut dengan ekspresi seperti itu, rasanya aku jadi semakin jatuh


cinta padamu” ucap arif mengacak-acak pelan rambut lembut istrinya gemas, yang hanya di ikat asal-asalan itu


“hentikan, kenapa belakangan ini kau jadi sering menjahiliku” rara menepis pelan tangan suaminya,


membuat arif langsung merangkul mesra pinggang istrinya lalu mengajaknya untuk beristirahat.


Mereka berdua kini berbaring saling berhadap-hadapan, rara menatap dalam wajah suaminya yang tampan


“sayang, kau kenapa” kening arif terlihat berkerut khawatir, tangannya kini sudah mengelus lembut pipi istrinya yang bulat itu


“aku takut” ucapnya pias, membuat arif langsung memeluk tubuh istrinya erat,


“jangan takut, apa pun yang terjadi aku akan selalu berada di samping mu, jangan khawatirkan apa pun lagi sayang” arif mengelus pelan punggung istrinya dan membenamkan ciuman di kening istrinya cukup lama, ia tahu betul apa yang tengah di rasakan istri nya, sebab arif sendiri pun juga merasa sangat khawatir menjelang kelahiran istrinya, namun ia berusaha agar tetap kuat demi istri dan calon anaknya itu yang memang belum mereka ketahui jenis kelamin nya, ya memang mereka berdua sepakat ingin mengetahui jenis kelamin anak mereka setelah lahir nanti, apa pun jenis kelamin nya, laki-laki atau pun perempuan akan mereka terima dan sayangi sepenuh hati.


“jangan pikirkan apa pun lagi sayang, yang harus kau lakukan adalah focus untuk persalinanmu nanti” arif


menghapus air mata yang terlihat mengenang di pelupuk mata rara menggunakan ibu jarinya


“tapi bagaai” ucapan rara terpotong


“suttt, jangan bicara yang tidak-tidak lagi ya” ucap arif halus, membuat rara mengangguk-anggukkan kepalanya


“tapi kau tidak akan pernah meninggalkan aku kan, bagaimanapun bentuk tubuh dan rupaku” ucap rara mengungkapkan keraguan di hatinya


“kau ini bicara apa, aku ini sangat mencintaimu, bagaimana pun diri mu, kau yang pertama dan kau jugalah


yang akan menjadi yg terakhir di hidupku, aku tidak perduli bagaiman pun dirimu, intinya itu adaklah dirimu, wanita menggemaskan yang aku sangat cintai” ucap arif kembali mencium kening istrinya lama.


****


Menjelang subuh rara merakan kontraksi yang cukup hebat di perut nya

__ADS_1


“arif bangun, perutku sakit” rara menjerit kesakitan mencubit perut suaminya cukup keras


“sayang kau kenapa” ucap arif terlihat sangat panik “tunggu, tunggu, tahanlah dulu sayang” ucap arif terlihat kebingungan, ia langsung berlari dan berteriak memanggil kedua orang tua nya dan juga kedua orang tua istrinya yang memang sudah berada di sana sejak 5 hari yang lalu.


“arif kau kenapa nak” tanya sang bunda yang baru saja keluar dari kamarnya


“rara bunda, sepertinya dia mau melahirkan” ucapnya panik


“jangan panik nak, kau harus tetap tenang, ibu akan menyiapkan semua perlengkapan yang akan istrimu


bawa ke rumah sakit, sekarang pergilah dulu bersama bundamu, bawa istrimu ke mobil skarang juga, nanti biarkan ayahmu yg menyetir” ucap ibu arif membuat arif menganggukkan kepalanya cepat.


Di dalam mobil, arif telihat duduk disebelah istrinya, begitupun dengan bundanya dengan posisi rara yang di tengah, sedangkan ayah dan juga ayah mertuanya duduk di depan,  arif sebenarnya sangat panik dan takut, tapi ia berusaha kuat dan tegar untuk istrinya


“sayang , bertahanlah sedikit lagi, kita akan sampai kerumah sakit” ucapnya dengan pias, tubuhnya bahkan sudah sedari tadi gemetaran, “ayah cepatlah” teriak arif tak sadar, saat melihat istrinya itu sesekali meringis karena merasakan kontraksi di perutnya.


“arif kau ini kenapa, aku baik-baik saja, jangan seperti itu, di sini aku yang mau melahirkan, tapi


kenapa kau yang terlihat panik setengah mati” ucap rara mengelus-ngelus lembut perutnya santai.


“ia nak arif sebaiknya jangan terlalu panik seperti itu, tenanglah, agar istrimu itu bisa berkonsentrasi” ucap bunda rara


Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka tiba di rumah sakit, sebelumnya arif memeng sudah menghubungi


pihak rumah sakit untuk menyiapkan ruangan maupun dokter yang akan menangani istrinya nanti.


“dokter bagaimana keadaan istri saya, apa saya boleh masuk” ucap arif, setelah dokter yang memeriksa kondisi istrinya itu keluar.


“sebaiknya bapak tenang dulu, istri bapak di dalam baik-baik saja, oh ia istri bapak tadi berpesan agar


tak membiarkan bapak arif masuk” ucap sang dokter to the point


“kenapa saya tidak bisa masuk dokter” protes arif tidak terima


“katanya melihat bapak arif, akan semakin membuat ibu rara setress melihat tingkah bapak yang kelewat panik,


kecuali anda bisa mengendalikan diri anda agar bersikap dengan bersikap tenang dan normal” ucap sang dokter membuat orang tua dan mertuanya terkekeh pelan mendengar penuturan sang dokter.


“kalau begitu saya permisi dulu, mau memeriksa ruang persalinan untuk istri bapak” ucapnya segera berlalu pergi.


Sedangkan arif, setelah kepergian dokter, ia langsung masuk menerobos masuk keruang rawat istri nya.


“sayang, kau kenapa melarangku masuk menemuimu” protes arif


“makanya tenanglah dulu, bagaimana kau bisa menemaniku di ruang persalinan jika kau seperti itu, bisa-bisa kau nanti pingsan” ucapnya sedikit tertawa.


Arif di buat tertegun melihat sikap istrinya yang terlihat tenang, meskipun sebenarnya ia tahu bahwa istrinya itu juga sama merasakan kepanikan yang luar biasa

__ADS_1


“baiklah, baiklah, aku akan tenang, tapi biarkan aku di sini menemanimu” ucap arif menghela nafasnya kuat,


membuat rara tersenyum simpul di buatnya. Para orang tua merekapun tak henti-hentinya memberikan semangat untuk rara.


Hingga waktu persalinan pun tiba, dan di sinilah arif berada menemani sang istri di rusng persalinan. ia tak henti-hentinya memberikan semangat untuk istrinya saat sang dokter memerintahkan istrinya itu untuk mengejang.


“ayo sayang, kau pasti bisa, kau pasti bisa, ayo, sedikit lagi” ucap arif tak henti-hentinya


“diamlah, berhenti berbicara, kau tidak tahu saja bagaimana rasanya, arghhhhhhh” teriaknya peluh keringat, bahkan tanpa sadar ia menjambak rambut suaminya, membuat arif juga ikut meringis kesakitan karena jambakan rambut istrinya


“ayo sedikit lagi bu, tarik nafas yang dalam kemudian keluarkan , ayo mengejang lagi bu” ucap dokter wanita


parubaya tersebut.


Rara semakin merintih, ia tak henti-hentinya mengaduh kesakitan, bahkan ia semakin mengencangkan jambakan di rambut suaminya itu, namun tak membuat arif protes maupun menghindar, bahkan yang arif rasakan saat ini adalah ingin ikut menangis melihat istrinya seperti itu, namun ada hal yang harus ia lakukan yaitu terus berada disamping istrinya, menemaninya dan memberikannya semangat.


Tubuh arif bergetar hebat saat mendengar suara bayi yang baru saja lahir dari perut istrinya, matanya


berair, ia benar-benar tak menyangka  dengan perjuangan yang dilakukan oleh istrinya maupun ibu-ibu lainnya.


“sayang kau berhasil, kau hebat” ucapnya bernafas lega, lalu langsung meninggalkan kecupan dikening


istrinya yg penuh keringat itu, yang juga di balas helaan nafas lega oleh istrinya.


“selamat, bapak dan ibu, bayi anda laki-laki, lahir dengan normal dan sangat tampan” ucap sang dokter tersenyum bahagia.


“terima kasih dokter, sekali lagi terima kasih” ucap rara menangis penuh haru pun dengan arif.


Setelah proses persalinan selesai, rara di bawa ke ruang Observasi untuk di pindahkan, sedangkan bayinya saat


ini masih sementara di bersihkan oleh perawat.


Kedua orang tua arif dan rara berkumpul mengucapkan selamat untuk anak-anak mereka, tentu saja Atas kelahiran anak pertama mereka yang berjenis kelamin laki-laki, mereka semua terlihat sangat bahagia apalagi, setelah melihat kedatangan cucu pertama mereka


.


.


.


TAMAT


Cerita arif dan rara, aku stop sampai di sini ya, sampai jumpa di new Novel author selanjutnya, pokoknya


jangan unfaforitkan dulu ya, karena novel selanjutnya akan author beritahu melalui novel ini.


Jangan lupa terus support Novel ini ya teman-teman

__ADS_1


SEKIAN DAN TERIMAKASIH, See you in the next Novel


__ADS_2