Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 68 + visual


__ADS_3

pagi-pagi buta rara sudah berangkat ke kafe nya, ya tentu alasan diri nya untuk berangkat pagi karena kehadiran suami nya, rara beralasan ingin pergi ke suatu tempat, tentu nya hanya lah rara jadikan alibi untuk menghindari suami nya yang masih terlelap dalam tidur nyenyak nya, dan juga untuk menghindari  pertanyaan-pertanyaan dari ke dua orang tua nya.


sedangkan arif yang baru saja terbangun, kini merasakan sakit di sekujur tubuh nya


"kenapa badan ku rasa nya sakit semua" ucap nya pada diri nya sendiri,seraya meregangkan otot-otot di sekujur tubuh nya


"oh ya ampun, jam berapa ini, rara, ke mana pergi nya, kenapa dia tidak membangunkan ku" ucap nya mulai panik karena mencari keberadaan istri nya


arif pun bangkit dan membereskan selimut dan matras kecil yang ia pakai semalaman, ia melipat nya dengan asal dan menyembunyikan nya ke dalam lemari, takut jika sewaktu-waktu bunda mertua nya datang tiba-tiba seperti semalam.


*****


setelah membersihkan diri nya di kamar mandi, arif pun bergegas keluar kamar, untuk mencari keberadaan istri nya, namun tak kunjung ia temukan, arif pun menghampiri ayah mertua nya yang sedang terlihat bersantai di ruang tamu, sedang kan ibu mertua nya masih terlihat sibuk berkutat di dapur yang jaraknya hanya beberapa meter dari ruang tamu.


""kau sudah bangun nak,  duduklah terlebih dahulu, karena bunda mu masih menyiapkan sarapan untuk kita” ucap nya ramah sambil menyematkan seulas senyum kepada menantu nya


“mmm, iya ayah” ucap arif


“oh iya, tadi rara berpesan sebelum berangkat kepada ayah, kalau ada yang harus ia urus terlebih dahulu, maka nya ia harus berangkat pagi-pagi sekali, rara tidak sempat membangunkan mu karna tidak ingin mengganggu tidur mu" ucap sang ayah, karena melihat kegelisahan di hati menantu nya.


arif hanya menyematkan seulas senyum yang ia paksakan, ia tahu bahwa istri nya itu pasti sedang ingin menghindari nya.


"nak arif, rara memang orang nya pekerja keras sedari dulu, ia tidak suka menunda-nunda pekerjaan, apalagi dengan usaha yang baru ia buka, rara sangat bahagia karena ini memang impian nya sejak dulu, sedari dulu ia ingin membangun usaha, untuk mengurangi beban ayah, namun ia masih belum punya cukup modal, saat itu rara hanya bisa bekerja paruh waktu" ucap sang ayah penuh haru


"terima kasih nak arif, karena sudah mau menerima anak ayah, terima kasih juga karena telah menjaga dan menyayangi nya, sedari dulu hidup nya sudah di penuhi beban dan tanggung jawab, ia terus saja bekerja di tengah kesibukan nya menuntut ilmu, sampai-sampai rara tidak punya banyak waktu untuk beristirahat, padahal ayah sudah melarang nya, namun anak ayah itu sungguh keras kepala, kata nya ia mau membantu ayah, dan tidak mau terus menerus melihat ayah jatuh sakit karena terlalu banyak bekerja" ucap nya lagi, arif hanya bisa bungkan mendengar semua penuturan ayah mertua nya


"ayah mohon, tolong jagalah putri ayah, jangan pernah menyakiti nya, ayah hanya ingin melihat putri ayah bahagia, ayah benar-benar berharap bahwa nak arif adalah orang yang tepat untuk menjaga rara, sebelum ayah pergi" ucap nya sendu

__ADS_1


"ayah ini berkata apa, ayah pasti akan baik-baik saja, arif berjanji mulai saat ini dan selama nya arif akan menjaga dan melindungi putri ayah" ucap arif bersungguh-sungguh, sang ayah pun dapat melihat ketulusan dari sorot mata menantu nya.


*****


setelah sarapan dan menghabiskan waktu nya berbinncang-bincang dengan sang ayah mertua, arif pun pamit untuk menyusul istri nya, yang di temani oleh ario yang memang baru saja pulang dari berolahraga karena memang hari ini hari libur, dan memang ario ingin pergi membantu kakak nya beberes di kafe nya.


rara menghela napas nya kasar, melihat kedatangan suami nya secara tiba-tiba di ruangan pribadi nya, padahal ia ingin menghindari suami nya, maka nya ia rela pergi pagi-pagi buta, tapi rasa nya itu percuma.


rara bangkit dari duduk nya dan berniat   untuk keluar, namun arif mencekal tangan nya


"kau mau ke mana, kenapa terus menerus menghindari ku" tanyanya lembut, namun sorot mata nya menunjukkan kekecewaan


"duduk lah terlebih dahulu, saya hanya ingin menyiapkan makanan untuk anda" ucap rara, ia mengalihkan pandangan nya, tak mau berlama-lama menatap suami nya.


"tidak perlu, aku tadi sudah sarapan di rumah, jadi lanjut kan saja pekerjaan mu, aku berjanji tidak akan mengganggu mu, tapi tolong jangan usir aku, biarkan aku tetap di sini" tutur arif pelan,


*****


sudah 2 jam berlalu, rara terus fokus pada pekerjaan nya, dan beberapa kali terlihat menerima telphone, dari klien nya, dan beberapa kali juga terlihat mengusap punggung bagian bawah nya sedangkan arif, yang ia lakukan hanya memandang istri nya terus menerus.


sebenar nya arif ingin membantu rara yang terlihat sangat kelelahan, namun ia juga takut, akan membuat istri nya semakin mendiamkan dan menjauhi nya dan cenderung bersikap dingin terhadap nya, namun arif masih bersyukur, rara masih ingin menghormati nya sebagai suami nya, meskipun sudah beberapa kali ia sakiti.


namun karena melihat istri nya yang terlihat mulai pucat, membuat arif memberanikan diri untuk menghampiri nya


"rara, apa kau baik-baik saja, sebaik nya jangan terlalu memaksa kan diri mu, beristirahat lah jika lelah, pikirkan kesehatan mu, luka tembak dan sayatan mu pun belum sepenuh nya kering"ucap arif, ia sedikit panik karena melihat wajah istri nya yang sedikit pucat.


ya memang beberapa hari ini, rara benar-benar bekerja keras dan tak mempunyai cukup waktu untuk beristirahat, dan kemarin juga tanpa sengaja, rara terjatuh dari atas pohon tepat di samping kafe nya karena sedang membantu seorang anak yang menangis untuk mengambilkan anak kucing nya yang memanjat cukup tinggi di atas pohon tersebut, sehingga membuat luka nya kembali sakit, karena badan nya terbentur, namun rara tak memperdulikan itu, bahkan tidak ada yang tahu kejadia nya kemarin selain 2 orang pegawai nya dan anak kecil tersebut

__ADS_1


"ya, saya baik-baik saja" tutur rara singkat dan pelan


"apa nya yang baik-baik saja, kau ini sedang sakit" ucap arif sedikit emosi, arif menarik tangan rara dengan paksa untuk menuju ke sofa untuk membaringkan rara, meskipun rara berkali-kali sudah menolak nya dan mengatakan bahwa diri nya baik-baik saja


"jika kau menolak, aku akan membawa mu pulang sekarang juga" ancam arif


rara hanya bisa mendengus kesal melihat tingkah arif yang sok perduli terhadap nya


.


.


.


nih author kasi visual arif dan rara





kalau ini penampilan rara yg dulu


nah kalau ini rara yg sekarang


__ADS_1


jangan lupa terus dukun NOVEL ini ya teman-teman dengan cara klik tombol LIKE dan VOTE nya


__ADS_2