Apa Salahku

Apa Salahku
Tunggu Tenang


__ADS_3

Fatma tiba tiba menundukkan wajahnya dan berpura pura menangi kembali, ya kalau dia ingat kejadian kemaren tentu dia akan menangisa kembali karena merasa di permainkan oleh Ryan dan juga keluarganya yang sama sekali gak ada yang datang untuk meminta maaf padanya , dan hanya Aira saja yang justru membela dan kembali menemaninya lagi saat ini


" Tante maaf ya" Ucap Aira pada Fatma yang langsung menghapus ait matanya dan lanjut mengagkat kepalanya dan kembali tersenyum dan mengangguk


" Kita pulang aja yuk, Bunda ngantuk" Ucap Fatma pelan pelan untuk meluoakan baju couple agar gak langsung berkesempatan


" Baju Coplenya Bund? Gimana?" tanya Aira polos


" Udah lain waktu lagi, Bunda lagi pengen istirahat saat ini" jawab Fatma lembut dan menggandeng Aira


Hingga akhirnya mereka pulang dan kembali kerumahnya lagi


Tapi sampai malam Mereka tidak bisa langsung tidur dan mereka ngobrol di rumah Aira karena suntuk dab Fatma juga sebenarnya pensaran dengan cerita Papanya Aira dan juga mamanya


Fatma  kepo dengan urusan mereka dan juga rumah tangga papanya, dan Fatma juga heran kenapa Aira justru kembali ke dia dan bahkan meminta dia untuk menemaninya lagi


" Ra..... Jadi gimana keadaan papa mamamu sekarang?" tanya Fatma kepo


" Ya seperti yang Aira ceritakan sama bunda kemaren" Jawab Aira sambil menyerutup kopinya


" Maksudnya mereka udah baikan lagi?" tanya Fatma diam diam menyelidik


"Enggak sih, mama kan masih di bawa pergi sama om Ucup" jawab Aira lagi


" Om Ucup?" Heran Fatma bertanya


" Siapa dia?" tanya Fatma lagi


" Katanya sih teman mama waktu remaja, tapi aneh gak sih Bund, mama masak nangis nangis sama dia dan malah meminta pembelaan padanya, seolah mama tersakiti banget gitu, kan malah aneh, papa juga gak nyeraikan mama, cuman carikan teman buat mama, biar mama yang gak bisa ngurus suami dan anak anaknya itu ada yang ngurus jadi mama sibuk dengan kerjaannya sendiri" Ucap Aira belum faham rasanya di duakan

__ADS_1


Karena Aira memang sudah beranjak dewasa tapi dia masih belum megerti soal Cinta karena dia belum pernah meraasakan jatuh cinta yang sebenarnya dengan seorang lelaki


Kagum iya, tapi tidak dengan Cinta


jadi gak ada kata cemburu atau jeoles padanya


" Ya waktu pertama saat kami datang sih mama baik baik saja, mama juga menanyakan bunda, mana mama barunya, katanya begitu, cuman pas udah itu dia bilang sama Aira, kalau Aira harus belajar lebih tentang kehidupan yang sebenarnya, lha emang selama 20 tahun Aira hidup di dunia ini itu hidup di dunia tipu tipu kayak di dunia maya?" ucap Aira lagi dan Fatma mendengar dengan seksama


" Ya Aira heran juga bunda, saat kami pergi Aira gak tau apa yang papa sama mama bahas, dan apa yang mereka ucapkan tak lama om Ucup datang maki maki papa dan menghina papa juga, bahkan sampai menghantam papa sampai tersungkur kebelakang" Lanjut Aira dengan ceritanya


" Dan mama di bawa pergi, Papa kasih lihat surat dari mama ternyata mama minta pisah dari papa, makanya papa buru buru langsung pulang karena mama cuman kasih waktu papa 3 hari" ucap Aira melanjutkan ceritanya


" Terus kalau kelewat 3 hari gimana?" tanya Fatma lagi


" Mama yang akan menggugat cerai papa" jawab Aira dan Fatma megangguk


Dari cerita itu, Fatma makin tau kalau Ryan itu memang gak mau pisah dengan Zula, dan gak mau kehilangan Zula, karena Cintanya ke dia memang tidak seberapa, dan bahkan dia merasa kalau Ryan memang gak ada sama sekali rasa Cinta kepadanya


" Terus menurutmu gimana?" tanya Fatma lagi


" Menurut apanya?" tanya Aira bingung


" Sikap mamamu?" tanya Fatma


" Mama tuh egois, mama hanya mikir diri mama saja, mama gak mikirin kebahagiaan mama sendiri, gk mikir kalau papa dan anak anaknya itu butuh perhatian bukan hanya harta saja," jawab Aira sambil mengelap air matanya yang hampir jatuh dari pelupuk matanya


Dan Fatma langsung memeluknya dan menenangkannya


Di tengah malam seperti ini akhirnya Selesai sudah sidang Ryan di hadapan El dan Zula, Tapi El tidak memberi jawaban Iya Atau tidak, karena El juga belum bisa melihat langsung kondisi Zula saat ini dan juga belum konfirmasi atau dapat kabar dari Umi dan abahnya tentang kondisi Zula saat  ini

__ADS_1


Ya mengngat Zula cukup parah juga traumanya, bahkan lihat rumah sakit aja gak mau, apa lagi ketemu Ryan kembali


" Bang.... Plis.. Dimana Zula saat ini bang," Ucap Ryan masih memohon


" Kami sendiri gak tau gimana kondisinya Ryan, dan plis tolong mengerti keadaan Zula saat ini, pelan pelan jangan memaksa" jawab Henny lagi karena ini udah permohonan ke sekian kali dari Ryan


" Sabar, biar Zula membaik dulu, gue takut dia masih terbawa emosi dan akhirnya justru akan membuat kalian makin marahan lagi" Ucap Henny lagi


" Gak apa apa mbak, gue rela di maki di hina di apakan gue siap, bahkan gue siap di hunuh, tapi gue gak mau di pisahkan sama Zula lagi kak" jawab Ryan yang masih kekeh " Biar Ula sehat dan tenang dulu,loe tau gak gimana laporan kesehatan Zula?" tanya El lagi agar Ryan bisa mengerti


Ryan menjawab dengan gelengan kepalanya


" Dia di masa masa sangat kritis kemaren Ryan, telat kita mengobati dan membawanya ke dokter entah apa yang akan terjadi sama Zula, dia udah kena komplikasi" jawab El pada Ryan saking gemesenya karena Ryan memksa terus


" Udah, sekarang loe istirahat, loe juga kurang sehat juga, loe mending urus perusahaanmu dulu sambil nunggu Zula baik baik saja, jangan sampai semua menurun perkara masalah dalam rumah tangga kalian ya" Ucap El juga gak mau kalau sampai perusahaan ikut jadi korban karena  di saja banyak manusia yang akan jadi korban akhirnya


" Tolong di kondisikan lagi, selama Zula sakit itu gak ada yang ngurusin, jadi tolong perbaiki dulu, karena 6 tahun abah Umi bermasalah, perusahaan gak ada masalah juga dan tetap berjalan dengan keprofesionalan beliau"TambahEl lagi bukan karena mikir harta tapi mikir para karyawan yang sangat membutuhkan  gaji dari oerusahaan tersebut kalau sampai perusahaan kena imbas kan malah bahaya


" Dan itu pasti akan mambuat Zula makin benci elo lho Yan" jawab Henny menakut nakuti


" Ingat loe tau kan, gimana Visi dari Zula di perusahaan? " Ucap Henny mendekatkan mukanya pada Ryan


Ryan terdiam dan El langsung menarik Henny


" Mami apaan sih" cemburu  El


" Papi Ih... Mau buat Rya takut lho Pi, kayak di flem flem" jawab Henny dan El masih tetap cemberut


" Papi gak seru ih" jawab Henny lagi

__ADS_1


" Ya kan Papi kira mami mau minta cium Ryan" jawab El suudzon


" Astagfirullah... PI.... Ya gak mungkin lah Pi, yang bener aja, gantengan juga papi" jawab Henny dan El langsung salah tingkah


__ADS_2