
sudah 2 minggu arif berada di jakarta, meskipun sibuk, arif setiap hari selalu meluangkan waktu nya untuk menanyakan kabar istri nya melalui sambungan telphone atau pun mengirimkan pesan singkat ke istri nya, ya meskipun sering kali istrinya itu mengabaikan pesan singkat yang di kirimkan untuk nya, tapi arif tetap senang karena setiap kali ia menelphone istrinya itu tak pernah mengabaikan telphonnya, ya karena arif akan terus menerus menghubungi istri nya sampai istri nya itu benar-benar mengangkat panggilan telphone nya.
seperti pagi ini, rara sudah di bangun kan oleh suara dering telphon nya, padahal jam masih menunjukkan pukul 5 lewat 3 menit, rara berdecak kesal mendengar bunyi dering telphone nya, tanpa melihat layar handphone nya, rara mengabaikan dan menolak panggilan telphone tersebut.
entah mengapa, rasanya hari ini rara ingin bermalas-malasan, dan tidak ingin di ganggu oleh siapa pun terutama oleh adik nya ario yang sedikit usil terhadap nya, tapi pengecualian untuk ke 2 orangtua nya,.
tapi lagi-lagi suara dering telphone berdering berkali-kali hingga mengusik tidur rara, dengan terpaksa rara menjawab telphone tersebut. dengan mata yang masih terpejam
"halo" rara menjawab, dengan suara serak khas orang yang baru terbangun dari tidur nya
"rara, syukurlah akhir nya kau mengangkat telpon ku juga" ucap seseorang yang tak lain adalah arif
rara menghela nafas nya dalam-dalam untuk menstabilkan perasaan nya
"ya, ada apa menelpon sepagi ini" rara menjawab sambil menguap, sampai-sampai membuat orang yg sedang menelponnya terkekeh.di seberang sana
"mmm, maaf apa aku mengganggu tidurmu? tanya arif
__ADS_1
"kenapa menelpon sepagi ini? tanya rara lagi
"aku, sebenarnya aku mau memberi tahukan mu, pagi ini aku ada penerbangan ke singapura" ucap arif
kening rara berkerut karena heran
"singapura, untuk apa pergi ke sana? kantuk rara langsung hilang mendengar penuturan suami nya yang pergi cukup jauh menuju negara lain
"apa terjadi sesuatu? ibu ayah dan kak fahri baik-baik saja kan? tanya nya lagi sedikit takut
"mereka semua baik-baik saja, hanya saja aku mau pergi untuk urusan bisnis di sana, mmm dan mungkin aku akan berada di singapura cukup lama" tutur nya sedikit ragu
"rara, apa kau masih di sana" tanya arif
"yaa, mmm apa terjadi sesuatu dengan perusahaan anda? rara bertanya sedikit ragu
"bagaimana kabar mu hari ini, kau baik-baik saja kan, tidurku benar-benar tidak nyenyak karena terus-terusan memikirkan mu" suara arif terdengar sendu di telinga rara, seperti sedang ada masalah yang hadapi suami nya itu
__ADS_1
"apa anda baik-baik saja" tanya rara dengan heran
"ya aku baik-baik saja, demi dirimu aku akan baik-baik saja, oh ia jaga dirimu baik-baik selama aku tidak berada di samping mu, ingat jangan terlalu dekat dengan teman-teman priamu" arif menghela nafasnya dalam, sebelum melanjut kan penuturan nya
"aku sangat merindukanmu, benar-benar merindukanmu, semoga saja semua urusanku berjalan lancar, sehingga aku bisa cepat-cepat pulang menemuimu, aku tutup dulu telpon nya ya, seperti nya pesawat ku sudah mau berangkat, nanti setelah sampai di singapura aku akan menghubungi mu kembali, aku tutup dulu telpon nya" arif langsung memutuskan sambungan telpon nya.
rara baru saja akan menjawab, tapi suami nya itu langsung memutuskan sambungan telpon nya, rara benar-benar di buat bingung, karna kemarin-kemarin sesibuk-sibuknya arif , suami nya itu tidak akan mau memutuskan sambungan telpon terlebih dahulu.
"apa terjadi sesuatu ya" gumam rara pelan
.
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa terus dukung novel ini ya teman-teman dengan cara klik tombol LIKE dan VOTE nya