
3 hari telah berlalu, dan saat ini arif sudah bisa beraktivitas seperti hari-hari biasa nya, bahkan pagi ini arif tengah bersiap-siap untuk pergi ke kantor nya. namun mata nya sedari tadi tak henti-henti nya memerhatikan raut wajah istri nya yang terlihat sedikit murung,
"apa kau tidak apa aku tinggal ke kantor sendirian?, atau mungkin kau ingin ikut dengan ku? tanya arif setelah meminum kopi yang sudah di siapkan rara
"apa aku boleh ikut?" tanya nya ragu
"tentu saja boleh" jawab arif langsung, tentu saja ia akan senang jika rara ikut dengan nya
"tapiiii" rara menundukkan wajah nya dan menelan saliva nya kuat-kuat , dan arif dapat melihat raut wajah cemas dari wajah istri nya
"rara maafkan aku, mungkin sikap ku dulu benar-benar sudah keterlaluan terhadap mu, tapi mulai sekarang aku mohon percayalah kepada ku, aku janji dan aku bersumpah akan menjagamu semampu ku bahkan meskipun aku juga harus mengorbankan nyawaku" ucap arif menggenggam erat tangan istri nya
rara dapat melihat jelas penyesalan dari dalam diri arif, namun luka yang di torehkan arif membuatnya belum benar-benar bisa mempercayai arif sepenuh nya
"kau pergilah duluan, lagi pula aku hanya ingin menemui teman baikku di kantor mu" ucap rara masih menundukkan pandangan nya
"tapi" ucapan arif terpotong
"ku mohon jangan memaksa ku kali ini, lagi pula akan terlihat aneh jika aku tiba-tiba datang ke kantor bersama mu apalagi yang mereka tahu aku bukan siapa-siapa mu, dan yang orang-orang tahu adalah bahwa aku sudah resign sebelum nya, aku hanya tidak mau orang-orang akan kembali berprasangka buruk terhadap ku" ucap rara, dan arif paham betul akan maksud perkataan istri nya, karena sewaktu rara masih bekerja di kantor nya, arif dengan terang-terangan menunjukkan sikap ketidak sukaan nya terhadap rara di hadapan para karyawan nya, sehingga membuat karyawan-karyawan lainnya juga ikut menunjukkan ketidak sukaan mereka terhadap rara.
"baiklah, kalau begitu aku akan menyuruh andi untuk menjemput mu" ucap arif sendu
"tidak perlu, lagi pula aku sudah terbiasa jika harus bepergian sendiri" ucap rara
"raraaaaa" ucap arif dengan suara memelas, ya arif sadar sikap nya dulu memang benar-benar sudah keterlaluan dan sudah melewati batas,
__ADS_1
"ini sudah jam 7, sebaik nya kau berangkat lah" ucap rara, tak mau mendengar alasan lagi, membuat arif mendesah kesal, lalu segera berlalu, namun setelah berhasil mencuri kecupan di kening istri nya dengan cepat
*****
hari ini kembali rara menginjakkan kaki nya lagi di kantor tempat dulu ia bekerja, tentu nya setelah menghubungi, vika, dan saat ini rara sedang menunggu vika di salah satu tempat makan yang berada di dalam kantor arif, tentu nya tempat yang sering ia kunjungi sewaktu masih bekerja di sini
"ternyata tidak ada yang berubah" ucap rara, mata nya tak henti-hentinya menelusuri tempat tersebut, bahkan meskipun ada banyak karyawan yang memandang nya dengan tatapan yang berbeda-beda, namun rara tidak memperdulikan itu
"ya tuhan rara" teriak seseorang setelah berhasil memeluk rara dengan erat nya dari belakang, membuat rara terbatu-batuk
"oh astaga maafkan aku, maafkan aku, aaku benar-benar bahagia bisa bertemu dengan mu lagi" ucap nya heboh lalu kembali membenamkan pelukannya lagi, membuat rara tersenyum bahagia, melihat tingkah vika yang sedikit bar-bar
"seperti yang kau lihat" ucap nya tersenyum bahagia dan waktu istirahat vika mereka habiskan untuk saling berbincang-bincang dengan penuh bahagia dan canda tawa
dan pemandangan itu tak luput dari seseorang yang terus memperhatikan rara dari jauh........, membuat seseorang di seberang sana tersenyum aneh
.
__ADS_1
jangan lupa terus support karya author ya teman-teman, berikan LIKE dan VOTE mu serta komentar-komentar postive kalian untuk author
__ADS_1