
arif dan rara tak sadar jika tiba-tiba pintu kamar tersebut telah terbuka, mereka baru menyadari ketika orang tersebut yang tak lain adalah bunda rara tiba-tiba menutup pintu tersebut dengan suara yang cukup kencang karena telah memergoki 2 orang insang yang terlihat saling melepas rindu, hal itu pun membuat arif dan rara langsung menoleh ke arah pintu yang langsung tertutup tersebut.
"ehemmm, maafkan bunda nak, bunda tidak bermaksud mengganggu kalian berdua, kalian silahkan lanjut kan saja, oh iya, lain kali pintu nya tolong di kunci ya, untung saja bunda yang masuk, bukan adik mu" teriak bunda dari arah luar kamar
mendengar teriakan bunda nya, membuat rara langsung mendorong tubuh kekar suami nya yang saat ini masih tengah memeluk nya. sedangkan arif terlihat salah tingkah setelah mendengar teriakan bunda mertua nya.
tanpa berkata-kata rara tiba-tiba masuk ke dalam kamar mandi yang berada di kamar nya, ya memang kamar rara terbilang sederhana, namun di dalam rumah tersebut terdapat 2 kamar mandi yang terletak di belakang dapur dan satu nya lagi di kamar rara, tentu nya atas permintaan rara sendiri.
cukup lama rara berada di kamar mandi, ia membersihkan diri dan mengganti pakain nya yang memang sudah ia gantung di kamar mandi sebelum nya, sebelum memutuskan keluar dari kamar mandi tersebut, rara menghela napas nya kasar, jika ia keluar pasti akan melihat seseorang yang tak ingin ia temui untuk sementara waktu, tapi kalau ia terus terusan bertahan di kamar mandi itu tidak akan mungkin, ia sungguh lelah, benar-benar lelah, ingin sekali rasa nya ia merebahkan diri nya di atas kasur setelah seharian beraktivitas di kafe baru milik nya.
"apa yang harus ku lakukan,, tapi tidak mungkin kan jika aku harus berada di kamar mandi semalaman" batin rara ia mengacak-ngacak rambut nya frustasi.
"tapi tunggu dulu, ini kan kamar ku, kenapa aku harus takut dengan nya" ucap rara bergumam sendiri, sebelum ia memberanikan diri, membuka pintu kamar mandi tersebut.
sedangkan arif, ia terlihat sedang duduk di depan meja rias untuk menunggu istri nya keluar dari kamar mandi, ya karna hanya terdapat satu kursi di kamar tersebut. melihat istri nya keluar dari dalam kamar mandi, membuat senyum di wajah arif terbit, ya meski pun tak ada balasan dari istri nya, namun arif senang karena istri nya itu sudah mau keluar dari kamar mandi, setelah sekian lama mengurung diri di sana, dan pasti itu karena diri nya.
arif terus memperhatikan gerakan istri nya yang terlihat sedang berjalan ke arah lemari, terlihat rara sedang mengambil selembar matras kecil, tipis dan selembar selimut, arif mengernyitkan alis nya heran, melihat apa yang di lakukan istri nya itu
"kau mau apakan matras dan selimut itu? tanya arif, namun ia tak kunjung mendapatkan balasan dari rara, rara hanya fokus membentang matras, lalu mengambil satu bantal di atas kasur nya, setelah itu ia langsung merebah kan diri nya di atas matras kecil tersebut dan langsung menutup tubuh nya dengan selimut.
arif yang melihat nya tak tinggal diam, ia juga ikut mengambil bantal dan merebahkan diri nya ikut tidur di samping istri nya itu, namun kehadiran nya tetap tak di gubris oleh rara, karena memang wanita itu sudah tertidur membelakangi nya, membuat arif melingkarkan tangan nya dengan erat ke tubuh istri nya, namun hal itu membuat rara seketika terganggu dan langsung terbangun.
__ADS_1
"apa yang anda lakukan? tanya rara, ia benar-benar tak habis pikir dengan apa yang di lakukan arif, padahal ia sudah merelakan tempat tidur nya, untuk pria dingin itu, dan kenapa juga pria dingin itu sangat senang memeluk nya sekarang.
"ya, tentu saja tidur, kau pikir apa" jawab arif, ia tak henti-henti nya memperhatikan wajah imut istri nya yg terlihat menggemaskan itu.
"sebaik nya anda tidur di atas tempat tidur saja, saya akan tidur di sini, sampai anda sudah kembali ke jakarta" jawab rara, ia menundukkan pandangan nya tak mau melihat arif.
"apa maksud mu? kenapa harus tidur terpisah, kita ini suami istri, jadi wajar saja jika harus tidur bersama" ucap arif
"baiklah, kalau begitu saya akan tidur di luar" ucap rara bersungguh-sungguh, segera ia bergegas pergi, tapi baru saja ia ingin membuka pintu kamar, arif malah menahan nya dengan memegang lengan nya.
"ooo.okay, baiklah, aku tidak akan memaksamu lagi untuk tidur dengan ku, tapi aku mohon jangan tidur di bawah, kau gunakanlah tempat tidur mu, aku yang akan tidur di bawah, aku tahu kau pasti lelah, setelah seharian bekerja, jadi sebaik nya kau beristirahatlah di atas tempat tidur" ucap arif, tak lupa ia menyematkan seulas senyum, namun seulas senyum di paksakan dan penuh ke kecewaan, ra pun bisa melihat dari sorot mata arif.
"apa anda yakin, bisa tidur melantai, hanya beralaskan matras," tanya rara,
"tapi itu akan membuat badan anda terasa sakit, jadi sebaik nya biar saya saja yang tidur di bawah, karna saya sudah terbiasa" ucap rara, membuat arif senang, karena ternyata istri nya itu masih memikirkan dan peduli terhadap diri nya, tapi tidak mungkin juga kan jika ia harus membiarkan istri nya itu tidur di bawah, tapi bolehka jika arif berharap, bisa tidur bersama dengan istri nya, tapi rasa nya itu tidak akan mungkin terjadi.
jadi kali ini dan seterus nya biarkan diri nya yang harus mengalah dan berkorban untuk istri nya untuk mengambil hati dan menebus semua dosa-dosa yang telah ia perbuat di masa lalu.
arif menyematkan seulas senyum dan menganggukkan kepala nya
"tidak apa-apa, kali ini biarkan aku yang berkorban, aku akan terus berusaha agar kau mau memaafkan ku dan menebus semua kesalahan ku pada mu" jawab arif tulus dan bersungguh-sungguh
__ADS_1
mendengar itu, seketika membuat hati rara berdesir hebat, rasa nya ia ingin menangis mendengar penuturan suami nya, yang terdengar tulus, namun sekuat tenaga ia menahan air mata nya agar tak ter jatuh.
"baiklah, kalau begitu terima kasih dan selamat malam" ucap rara kepada arif yang hanya di balas senyuman oleh arif, lalu segera ia bergegas merebahkan diri nya, menarik selimut yang terdapat di atas tempat tidur untuk menutupi tubuh nya, lalu membelakangi suami nya.
dan malam itu arif tidak tertidur, yang ia lakukan adalah terus menerus memandangi wajah cantik istri nya yang terlihat sedang tertidur nyenyak.
.
.
.
jangan lupa terus dukun novel author ya teman-teman dengan cara klik tombol LIKE dan VOTE nya,
__ADS_1