Apa Salahku

Apa Salahku
Alasan kenapa?


__ADS_3

" Jadi loe harus sehat ya, gak boleh kayak gini lagi, harus jaga kesehatan seperti  biasanya , semua harus baik baik saja, dan kembali seperti semula" Ucap Ucup pada Zula


"Dan ingat elo gak boleh rapuh lagi, loe Zula yang gue kenal saat pertama kali, Zula yang tangguh dan Zula yang pemberani, penuh percaya diri dan selalu semangat" Ucap Ucup pada Zula kembali menyemangati Zula


" Iya bestie, makasih banyak ya," jawab Zula dia sangat bersyukur bisa ketemu dengan teman sebaik Ucup, yang mau menemaninya kapanpun saat dia membutuhkan Dengan istri yang selalu mengerti persahabatan Ucup dengan Zula, yang gak pernah keberatan kalau Zula butuh bantuan , dari masa mereka remaja sampai mereka tua kayak gini


" Gue pulang ya" Ucap Ucup pamit pada Zula


" Hati hati di jalan ya, nanti gue nitip salam buat keluarga dan juga bini elo" Ucap Zula dan Ucup mengacungkan jempolnya


" Gue anter sampai bawah ya" Ucap Zula pada Ucup


" Enggak, Elo istirahat aja" jawab Ucup menolak lembut


" Gue capek Cup dari kemaren di kamar terus" Jawab Zula dan Ucup tersenyum lalu menggelengkan kepalanya dan mengerti kalau sahabatnya itu gak bisa diam dari dulu paling bosen


" Kalau di kamar sama suami gimana?" tanya Ucup pada Zula dengan ledekannya


" Gak usah ngeledek loe Cup, gue udah 3 bulan lebih ini gak di kumpuli suami gue, gak sekamar lagi sama dia" jawab Zula merana


" Kangen ya sama suami?" tanya Ucup kembali meledek


" Gak usah Ribut Cup, sana pulang paling juga kamu yang kangen sama istrimu" jawab Zula dan Ucup tertawa


" Wah kalau itu jangan tanya La... WKWKWKWKW , sabar ya buk" ucap Ucup sambil berdiri dan Zula ikut berdiri juga


" Dasar temen gak ada akhlak " Ucap Zula dan Ucup makin tertawa

__ADS_1


" Kuat sampai jalan sampai bawah?" tanya Ucup di saat Zula berdiri dan mulai berjalan  untuk sampai ke bawah


" Gue bukan jompo Cup" jawab Zula datar dan Ucup tertawa lagi


' Mana tau masih gak kuat, lemah kayak kemaren "jawab UCup dan mereka berjalan beriringan keluar dari kamar untuk menuju ke lantai dasar untuk mengantar Ucup yang hendak pulang


" Ya ternyata menghadapai kenyataan hidup tak semudah menghadapi klayen yang rempong" ucap Zula yang mana selalu berhasil menghadapi para klayennya yang kadang agak agak alay


" Udah, habis ini istirahat dulu my time sama keluarga, jangan mikirin kerjaan terus, bisnis terus, loe tuh harus healing, jalan jalan sama keluarga, serahkan aja bisnismu pada karyawanmu, jangan kebanyakan kerja kerja dan kerja " Ucap Ucup pada Zula dan terdengar oleh Zain dan Jihan karena mereka sudah sampai di lantai bawah


" Betul tuh kata Ucup La, harus healing my time sama keluarga " Saut Jihan pada mereka yang sampai di lantai Dasar tempat Zain dan Jihan duduk bersama


" Emang abah sama umi mau gantiin Ula kerja ngurus perusahaan?" Tanya Zula duduk di sebelah Jihan


" Apa sih yang enggak untuk putri abah" jawab Zain sambil mengekus kepanya karena Zula duduk di tengah tengah antara Zain dan Jihan


" Tuh kan... kurang enak apa coba punya abah dan umi yang bainya bagaikan malaikat " Ucap Ucup pada Zula


Zula sudah mulai melupakan masalahnya dia mulai sadar semua ini hanya karena miss komunikasi dan juga salah faham saja, Dari wejangan kedua orang tuanya Zula mulai mengerti kalau semua itu perlu di bicarakan baik baik, dari dia dan Ryan gak perlu saling egois apa lagi samapai gengsi, semua harus di bicarakan baik baik dan semua harus  dengan lapang dada dan dengan kepala dingin


" Enak aja, udah sana pulang, udah kangen kan sama kempengmu" Ucap Zula pada Ucup


Ucup terdiam dan tersenyum tanpa menjawab , karena gak enak juga mau menyauti karena ada abah dan umi yang di hadapannya


" Okey lah, gue pulang besok calon mantu datang kok" jawab Ucup sebelum pulang


" Calon mantu apa kangen sama kempeng?" jawab Zula dan Ucup tersenyum sambil memberi kode karena gak enak sama Zain dan Jihan

__ADS_1


" Ya udah abah Umi, Ucup pamit dulu ya ,maaf kemaren bawa anaknya tanpa pamit dulu sama abah dan Umi" Ucap Ucup mengakui kalau dia salah


" Justru abah dan Umi trimakasih karena kamu yang bantu bawa Zula kesini dan trimaksih sudah mengamankan Zula dari kasus kasus yang menimpanya" jawab Jihan yang mengerti apa yang putrinya butuhkan dan hanya Ucup yang mengerti kemaren


Ya bukan karena El dan AL serta Bibi gak mengerti tapi karena mereka juga ouya tanggung jawab sendiri dan karena mereka juga punya kewajiban sendiri dan mereka juga punya kerjaan jugua yang gak bisa di tinggalkan


Begitu juga dengan Zula yang memilh tetap bertahan karena  dia juga punya tanggung jawab pada santri santrinya yang harus dia urusi


Gluduk gluduk... ngeerrrr ngeeerrrr .. Weeer weeerr .....


Terdengar suara Helly kopter yang mendarat di area dekat Villa mereka, yang mana sudah di pesan oleh Zain sebelumnya


" Tuh... Hellynya udah datang" Ucap Jihan saat mendengar suara helly kopter


" Jadi pulang naik Helly kopter loe Cup?" Tanya Zula dan Ucup tersenyum cengengesan


" Weh gaya kali loe Cup" tambah Zula lagi


"Iya dong anak angkat siapa dulu, abah Zain sama umi Jihan ya harus gaya dong" jawab Ucup dan Zula mencep


Lalu mereka semua berjalan keluar dan sampainya di luar Ucup kembali pamit sama Zula dan juga orang tua Zula yang sudah menganggapnya sebagai anak sendiri karena di saat Zula belum ketahuan Ucup yang selau ada dan selalu ,menemani dan menjaga Zula bahkan sampai saat ini yang bisa nenangin Zula juga mereka


Sampai akhirnya Helly membawa Ucup pulang dan tak lama Mobil Ucup juga jalan bersamaan dengan helly yang terbang


Di sisi lain, kini Ryan, El dan juga Henny, sudah berada di ruangan tertentu yaitu ruang dimana El akan menyidang secara pribadi Ryan atas kasusnya


"Bang..... Abang pasti sudah tau kedatangan Gue ke sini, kak Henny juga tau apa maksud kedatangan gue ke sini, smpai detik ini Ryan sangat menyesal apa yang telah Ryan lakukan, Di mana kemputusan itu di ambil itu udah ada kebimbangan dari diri Ryan, Gue gak yakin bang, gue juga gak ada niatan juga, dan gue sakit, sangat sakit saat gue hendak melangkah ke jalan yang salah, gue makin hanvcur disaat gue melihat keadaan Zula, gue berdosa bang Gue menyesal gue torehkan sakit yang sangat dalam di hati Ula, dia berubah sangat jauh, dia berubah berbanding balik, gue salah, gue berdosa, tapi dia justru menanggapi dengan baik tanpa rasa dendam apapun dalam hatinya" Ucap Ryan sambil menangis karena penyesalan yang sangat dalam mengingat kehadirannya saat meminta izin mau menikah lagi, dengan tanggapan Zula yang sangat lembut dan baik tanpa adanya penolakan bahkan syarat apapun

__ADS_1


" Gue melihat wajah dan kondisi Zula gue sakit bang, dia yang makin habius dan baru kali ini gue melihat Zula yang sangar memprihatinkan, seharunya dulu gue sadar kalau semua itu karena gue, salah gue yang meninggalkan dia tanpa permisi tanpa adanya komunikasi dan penjelasan, gue salah gue egois bang, gue salah kalau guie hanya mendengar pernyataan sepihak doang, gue juga salah kenapa gue dulu harus meninggalkan istri gue yang sedang tidak baik baik saja waktu itu" Ucap Ryan lagi dengan tangisan penuh penyesalan


" Terus apa alasan elo untuk menikah lagi?" tanya El di sela cerita penyesalan Ryan


__ADS_2