
Pagi ini kembali arif memuntahkan semua lahar dalam perurt
nya, bahkan hari ini ia tidak berangkat ke kantor padahal kan ada rapat penting
bersama para klient nya, terpaksa arif harus membatalkan nya dan meminta radit
untuk mewakili nya, rasa nya ia benar-benar tidak sanggup jika harus berangkat
ke kantor dengan kondisi tubuh yang begitu lemah ksrens cairan-cairan yang
selalu ingin keluar dari dalam perut nya itu.
Rara sendiri merasa kasihan, ya sebab sejak semalam suami
nya itu hanya memakan makanan hanya beberapa suap saja, begitu pun hari ini,
sejak semalam rara sudah membujuk suami nya agar mau ke rumah sakit untuk
memeriksakan diri nya, tapi suami nya itu selalu menolak dan mengatakan bahwa
diri nya baik-baik saja
“kalau begini terus sebaik nya kita ke rumah sakit”? tutur rara yang terduduk di samping suami nya
“tidak perlu, aku baik-baik saja” jawab nya lemah
“tidak apa-apa bagaimana, sejak semalam kau selalu mengeluarkan cairan dari dalam perut mu, bagaimana bisa kau mengatakan baik-baik saja, bahkan sejak semalam, kau hanya makan beberapa suap saja” rara mulai emosi
“sayang sudah ya marah-marah nya” bujuk arif
“ya sudah kalau kau tidak mau ke rumah sakit, kita ke dukun saja” ucap rara asal bicara
“untuk apa ke dukun, heeeh kau ini aneh-aneh saja” arif tergelak kecil mendengar penuturan istri nya itu
“ihh aku tidak bercanda, aku serius, lagi pula sikap mu memang aneh akhir-akhir ini, aku takut ada jin aneh di sekitarmu seperti di film yang aku tonton beberapa hari lalu, bahkan film itu di angkat dari kisah nyata, bahkan di film kemarin peran utama nya juga mengalami kasus yg sama seperti mu, mual-mual dan terus menerus mengeluarkan cairan dalam mulutnya” ucap rara membuat arif hanya menggeleng-gelengkan kepala nya tersenyum
“kau, kenapa jadi parno seperti ini, aku baik-baik saja sayang, jadi tidak perlu memikirkan hal yang tidak-tidak, oke” arif mengacak-acak rambut istri nya gemas.
“kenapa kau keras kepala sekali, aku hanya menghawatirkan mu, apa itu salah?” ucap rara kesal
“baiklah, baiklah kalau begitu kita ke rumah sakit” ucap arif mengalah, ia tidak mau membuat istri nya itu semakin menghawatirkan kondisi nya
“baiklah, kalau begitu aku akan meminta laura untuk mengantar kita” ucap rara tersenyum bahagia.
Ya sejak semalam hubungan arif dan rara sudah kembali menghangat, bahkan arif tak henti-henti nya menempel di dekat istri nya itu, ia bahkan memanfaat kan sakit nya untuk terus menerus mendekap rara.
*****
Di dalam mobil, perjalanan menuju ke rumah sakit
Laura menggerutu kesal karena di perlakukan sebagai sopir oleh kakak sepupu nya itu, bahkan mengumpat nya dengan terang-terangan.
"dasar kak arif manja" umpat laura kesal, sambil menyetir mobil
“kak rara pindah lah ke depan, aku seperti sopir saja, duduk di depan sendirian” ucapan laura memelas
“tidak bisa, kalau istri ku pindah aku juga akan ikut pindah duduk di depan, lagi pula terima saja, jadi sopir sehari tidak apa-apa kan” ucap arif tidak perduli dengan semua gerutuhan laura, bahkan ia tak segan-segan
__ADS_1
langsung merebahkan kepala nya di paha milik istri nya itu. Laura hanya menggeleng-gelengkan kepala nya melihat tingkah absurd kakak sepupu nya itu.
“ishh dasar menyebalkan,apa memang harus begini jika sudah punya pasangan” desis laura berbisik sedikit keras
“kau bisa merasakan nya nanti jika sudah menikah, tapi untuk sekarang kau menyetirlah dengan tenang” ucap ariftak memperdulikan umpatan laura
"arghhh, sayang kenapa kau mencubit ku" arif mengusap-ngusap perut nya yang di cubit rara barusan
"siapa suru berbicara seperti itu, laura itu masih kecil jadi jangan berbicara yang tidak-tidak" ucap rara
"ihh kakak aku sudah besar, sudah dewasa, jangan bilang aku ini anak kecil ya" bantah laura kesal
"kenapa laura jadi marah, kakak kan hanya membelamu" ucap rara tak mau kalah
"pokok nya aku bukan anak kecil lagi tit....." ucapan laura terpotong
"kenapa malah jadi kalian yang bertengkar" potong arif
"diam" teriak rara dan laura secara bersamaan
ya selama mengenal satu sama lain, rara dan laura sudah sering kali beradu mulut karena perbedaan pendapat, tapi hal itu lah yang semakin membuat mereka berdua semakin akrab.setelah beradu mulut mereka berdua akan kembali menjadi teman layak nya sebuah lem
*****
Di Rumah sakit, di ruangan dokter
Saat ini arif tengah di periksa oleh sang dokter
"berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ada yang salah dengan kondisi tubuh pak arif, semua nya baik-baik saja" ucap sang dokter setelah mmeriksakan kondisi arif
"itu memang sudah biasa di alami oleh seorang calon ayah, berdasarkan tanda-tanda yang di sebutkan tadi, bapak sedang mengalami sindrom simpatik hal itu terjadi ketika suami ikut merasakan tanda-tanda kehamilan istri yang di alami oleh sang istri pada umum nya" membuat arif mengangguk paham
"tapi istri saya bahkan tidak mengalami hal yang sama dengan yang saya alami dok" ucap arif
"setiap gejala memang berbeda-beda di alami oleh ibu hamil, nah istri bapak salah satu orang yang beruntung" ucap sang dokter
"maksudnya? tanya arif penasaran
"itu arti nya istri bapak tidak perlu mengalami mual-mual seperti yang di alami pak arif, bapak merasakan sendiri kan bagaimana kondisi tubuh bapak setelah mual-mual, betapa tersiksanya, bayangkan jika istri bapak yang mengalami nya" ucap sang dokter yang kini menatap ke arah rara
"dan juga untuk ibu rara, anda sangat beruntung, seperti nya suami anda ini sangat-sangat mencintai anda sehingga dirinyalah yang mengalami gejala sindrom simpatiki ini" membuat rara tersenyum malu mendengar penuturan sang dokter
"ini resep obat untuk mengalami mual-mual pak arif, anda bisa menebus nya di apotik terdekat" ucap dokter memberikan catatan kecil untuk arif
"kalau begitu kami pamit, sekali lagi terima kasih dokter" ujar rara dengan sopan
saat arif dan rara berjalan di lorong-lorong rumah sakit, tiba-tiba ada seorang pria yang memanggil rara dan tanpa aba-aba langsung memeluknya
"apa yang kau lakukan, kenapa memeluk istri ku" arif yang marah langsung mendorong tubuh pria tersebut bahkan ia sudah melayangkan 1 pukulan di wajah pria tersebut dan membuat nya jatuh tersungkur tersebut, tidak rela sekali jika istri nya itu di sentuh sedikit saja apalagi ini seorang pria.
"hentikan jangan memukul nya lagi" rara menghentikan suami nya dan langsung membantu pria tersebut untuk berdiri
"maaf kan suami ku karena sudah memukul mu" ucap rara
"kenapa kau meminta maaf, jelas-jelas pria ini tiba-tiba memeluk mu, apa memang kau suka di peluk-peluk oleh pria lain" teriak arif sudah emosi, bahkan kini arif sudah menyeret paksa tangan istri nya untuk pergi "ayo pergi"
__ADS_1
"tolong biarkan aku bicara dengan rara" ucap nya memohon memgang wajah nya yang di pukul arif radi
"tidak akan, semenit pun aku tidak akan membiarkan istri ku berbicara lagi dengan mu" wajah arif terlihat sangat datar dan dingin, lalu segera pergi membawa istri nya itu pergi dari sana
tidak ada yang berani membuka percakapan di atas mobil termasuk laura, ya meskipun laura tidak mengetahui peristiwa tadi, tapi jika sudah melihat wajah kakak sepupu nyayang seperti itu,ia tidak akan berani mengeluarkan suara, sedikit pun, yang laura lakukan saat ini adalah fokus menyetir
sesampai nya di halaman rumah, arif langsung menarik tangan istri nya itu untuk mengikuti nya, sampai di kamar arif langsung menghimpit tubuh istri nya di tembok dengn raut wajah yang masih sama datar dan dingin
"jelaskan siapa pria tadi, kenapa pria tadi tiba-tiba memeluk mu?" ucap arif menatap tajam mata istri nya itu
"jawab aku" teriak arif sedikit emosi
"dia teman ku, kami berteman saat kami duduk di bangku kuliah, tapi setelah lulus, dia tiba-tiba menghilang tanpa kabar, dan hari ini aku kembali lagi bertemu dengan nya" ucap rara memalingkan wajah nya tak mau menatap ke arah suami nya
arif menghela nafas nya berat, kini ia mulai menstabilkan emosi nya, sempi demi tuhan ia benar-benar tidak rela melihat istri nya di peluk oleh pria tadi
"maaf kan aku aku, lagi-lagi aku berbuat kasar dan kembali membentak mu" tangan arif kini sudah menangkup wajah istrinya
"aku benar-benar lepas kontrol, aku melakukan itu semua karena aku cemburu, apalagi saat kau membantu nya dan memegang wajah pria itu, aku takut jika kau akan berpaling dari ku dan meninggalkan ku, aku tidak akan sanggup" ucap arif yang tanpa sadar mengeluarkan cairan bening di pelupuk mata nya, ia menangis karena mengingat kata-kata kasarnya tadi terhadap istri nya
"aku mohon maaf kan aku" arif tak henti-henti nya memohon
"maaf kan aku, aku melakukan itu semua karena aku sangat mencintai mu, aku tidak mau kehilangan mu" suara nya kini terdengar bergetar
"jangan lakukan hal itu lagi" rara berucap lalu mendekap erat tubuh suami nya itu
"aku juga mencintai mu, jadi kau jangan khawatir karena aku tidak akan mungkin meninggalkanmu" mendengar hal itu sontak membuat tubuh arif meremang dan membeku secara bersamaan, karena ini pertama kali nya ia mendengarkan kata cinta dari istri nya itu, cukup lama hingga ia tersadar arif kembali semakin mengeratkan pelukan nya, lalu menghujani wajah istri nya itu dengan kecupan bertubi-tubi
.
.
.
.
.
jangan lupa terus dukung NOVEL ini ya teman-teman, tekan tombol LIKE dan Vote nya
__ADS_1