Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 42


__ADS_3

Arif kaget tak menyangka akan kedatangan kakaknya yang tiba-tiba


"kakak, ada apa datang kemari? tanya Arif


"tadi kakak mau mengabarimu tapi hp kakak kehabisan baterai, ya jadi kakak langsung saja kemari, kakak kemari karena ingin menginap beberapa hari di rumah mu, boleh kan?" tanya Fahri


"bo.boleh, tentu saja boleh, mari masuk kak" ajak Arif


Arif mempersilahkan Fahri duduk di ruang tamu, sebelum Iyya masuk mencari keberadaan Rara,


"kakak duduklah terlebih dahulu, Arif mau mencari Rara di dalam" Arif berkata yg diangguki oleh Fahri.


sementara rara Iyya masih berkutat di dapur, tiba-tiba ada yg menarik lengannya dari belakang dan mendorong nya sehingga menghimpit ke tembok


"a.aapa yg kau lakukan?


Arif sejenak terdiam memperhatikan Rara yg terlihat pucat


"apa yg kau katakan kepada kakakku? Arif bertanya dengan sorotan mata yg tajam

__ADS_1


"a.aapa maksudmu? Rara semakin ketakutan melihat sorot mata tajam Arif


"kenapa tiba-tiba kakakku datang kemari, kau pasti mengadukan yg tidak-tidak tentangku kan? Arif semakin menghimpit tubuh Rara


"tidak, aku tidak pernah mengadukan hal-hal yang tidak-tidak tentang mu, aku bersungguh-sungguh" Rara menjawab dengan sorot mata yg bersungguh-sungguh, seketika Arif melepaskan himpitan nya dari tubuh Rara


"awas saja jika kau mengadukan hal yg tidak-tidak tentang ku, ikut aku dan jalankan peranmu dengan baik" Arif menarik tangan Rara untuk menemui Fahri


sebelum sampai di ruang tamu Arif melingkarkan tangannya di pinggang rara, hal itu membuat tubuh Rara meremang


"kenapa kalian lama sekali, apa yg kalian lakukan didalam? Fahri bertanya curiga


"kakak pasti mengerti" ucap Arif Iyya semakin mempererat pelukannya terhadap Rara dan tersenyum kepada Rara, entah senyum itu palsu atau tidak, intinya hati gadis itu senang dan ikut membalas senyum arif


"Rara apa kabar? tanya Fahri


"Rara baik kak, bagaimana dengan kak Fahri?


"kakak juga baik" jawab Fahri

__ADS_1


setelah berbincang beberapa saat, Rara menawarkan makan malam kepada fahri, tentu saja Fahri menerima ajakan tersebut dengan senang hati


"kalau begitu Rara kebelakang duluan kak, jika sudah berbincang-bincang kakak bisa kebelakang untuk makan malam" ucap Rara yg kemudian berlalu kebelakang.


"kau sangat beruntung, bisa mempunyai istri seperti Rara, dia sangat perhatian" Fahri menggoda Arif dengan ucapannya.


"ya begitulah kak" Arif tersenyum canggung menjawabnya


ini pertama kalinya Arif memakan masakan yg Rara masak, menurutnya enak, tapi tentu saja iyya hanya mengatakannya dalam hati saja.


sedangkan Fahri tak sungkan-sungkan memuji masakan Rara


setelah makan malam Fahri meminta izin untuk beristirahat terlebih dahulu, sedangkan Arif kini Iyya menunggu Rara yg sedang berbenah di dapur


"a.arif kau masih di sini? apa kau butuh sesuatu? tanya Rara yg terlihat kaget melihat keberadaan arif


"malam ini kau tidur di kamarku, ambil beberapa lembar pakaianmu" ucap Arif tegas yg kemudian berlalu pergi meninggalkan Rara,


sementara Rara masih tercengang dengan apa yg baru saja iyya dengar, namun dengan segera Iyya cepat:cepat pergi ke kamarnya yg sempit dan mengambil beberapa lembar pakaian sesuai titah arif.

__ADS_1


dengan perasaan takut-takut Iyya memberanikan dirinya untuk melangkah ke kamar Arif yg terletak di lantai 2 melewati kamar tamu yg di tempati Fahri iparnya, saat ini. dengan perasaan ragu-ragu Iyya mengetuk pintu kamar Arif.


jangan lupa terus dukun novel ini ya teman-teman 😉


__ADS_2