
Sementara celsea ia lebih dulu berpamitan karena ada pekerjaan mendadak yang harus ia selesaikan hari ini juga
Sepanjang hari ini laura menghabiskan banyak waktu nya bersama rara, mereka bahkan tak henti-henti nya tertawa dan bercanda, laura bahkan sangat terbuka dengan bercerita banyak hal tentang diri nya, tentang bagaimana keluarga suami nya itu sangat menyayangi nya, bagaimana diri nya yang harus hidup di luar negeri tanpa pengawasan dari orang tua kandung nya sendiri, karena kedua orang tua nya sudah meninggal karena mengalami kecelakaan beberapa tahun silam, rara sendiri tak menyangka jika ternyata usia laura hampir sama dengan usia adik nya ario,
Tapi kata suami nya semalam, kalau laura sudah kuliah dan sekarang sementara masih menempuh semester akhir di jurusan bisnis mendapatkan beasiswa, dan gadis itu kemari sedang ingin berlibur sekalian mau bertemu dengan diri nya.
Laura hanya menyematkan seulas senyum tatkala melihat ekspresi keterkejutan rara
“hehehe kakak tidak perlu heran ya, karena laura ini orang nya memang jenius, di bangku SMP laura hanya menempuh pendidikan selama 2 tahun di SMA pun juga begitu, setelah itu laura masuk ke perguruan tinggi dan
sekarang laura sangat bersyukur karena laura sudah mau menyelesaikan kuliah laura” jawab laura dengan bangga nya
“hehehe, kakak tidak menyangka kalau kau bisa sehebat itu, orang tuamu pasti sangat bangga karena memiliki anak sehebat ini” ucap rara bahkan ia tak segan-segan mengapit hidung mungil laura menggunakan jari-jari tangan nya
“oh ia, tadi kakak bilang punya adik yang seumuran dengan ku, aku jadi penasaran ingin melihat rupa nya, pasti dia cantik seperti kakak” ucap laura membuat rara tertawa keras
“astaga laura, adik kakak itu seorang pria, mana mungkin cantik” ucap rara bahkan ia semakin tergelak keras
“ahh benarkah kalau begitu dia pasti pria yang sangat tampan” ucap laura tanpa sadar lalu segera menutup mulut nya rapat
“hehe tidak apa-apa, nanti kapan-kapan akan kakak kenalkan ke laura” ucap rara membuat laura tersenyum senang
__ADS_1
Entah mengapa laura merasa nyaman dengan rara, ia merasa menemukan sosok seorang kakak perempuan dalam diri rara
***
Sementara arif ia kini di sibukkan oleh dokumen yang di bawa oleh andi, ia mendengus kesal tatkala melihat masih ada banyak dokumen yang harus ia periksa dan tanda tangani, ya mau tidak mau arif harus menyelesaikan nya segera mungkin agar bisa menemui istri nya itu.
“astaga aku benar-benar merindukan nya, rara sedang apa ya sekarang” gumam arif, mata nya masih focus dengan dokumen-dokumen yang di pegang nya
Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 10 malam namun arif masih disibukkan dengan dokumen-dokumen di depan nya
“tinggal sedikit lagi” ucap arif sambil menyeruput secangkir kopi yang di bawakan oleh rara tadi
“aku merindukan mu” bisiknya di telinga rara
“astaga kakak apa yang kalian lakukan” lagi-lagi laura berteriak mengagetkan arif dan rara, sementara arif ia mendengus kesal karna lagi-lagi adik sepupu nya itu mengganggu momen kebersamaan nya dengan istri nya
“arif lepaskan, ada laura di sini” ucap rara berusaha melepaskan dekapan arif, namun arif masih tak bergeming, malahan ia menatap tajam kearah adik sepupu nya itu
Sementara laura ia hanya menggaruk-garuk tengkuk nya merasa tidak enak
“astaga laura” ucap arif kesal, lalu melepaskan dekapan nya dari tubuh rara karena sedari tadi istri nya itu tak henti-henti nya meminta untuk di lepaskan
__ADS_1
“hehehe maaf ya kak, lagi pula dari tadi aku sudah mengetuk-ngetuk pintu bahkan berulang kali sudah memanggil-manggil nama kakak tapi kakak bahkan tidak mendengar nya, hisssh ternyata, ahh sudahlah aku ke bawa dulu, kak rara cepat lah” ucap laura setelah itu ia berlari kecil karena malu karena lagi-lagi ia memergoki kakak sepupu nya itu sedang bermesraan dengan istri nya
“he kau mau kemana” ucapnya menahan lengan rara yang sudah ingin pergi
“aku ingin ke bawah menemani laura dulu” ucap nya gugup saat arif tengah berjalan mendekat ke arah nya
“huftt baiklah, tapi kau harus” belum selesai aruif berbicara rara sudah membungkam bibir suami nya dengan bibir nya itu, niat nya cuma kecupan dan sebentar, namun dengan sigap arif langsung menahan tengkuk istri nya itu dan membalas memangut buas dan dalam bibir istri nya itu, cukup lama arif memangut bibir istri nya itu, hingga lagi-lagi
“kak rara kenapa lama sekali” teriak laura dari arah balik pintu, hal itu sontak membuat rara langsung mendorong tubuh suami nya itu hingga ke dua bibir mereka terlepas, tanpa berkata apa-apa rara langsung berlari membuka pintu dan menutup nya dengan sangat keras.
Arif tergelak keras menggeleng-geleng kan kepala nya heran melihat ekspresi malu-malu istri nya saat itu,
>
>
>
Jangan lupa tinggalkan jejak di novel author ya, klik tombol LIKE dan Vote nya
Jangan lupa berikan komentar yang membangun untuk author juga ya
__ADS_1