
“aku mencintaimu”
bisiknya lembut di telinga istrinya, lalu membenamkan kecupan yang cukup lama di kening istrinya itu.
“aku juga mencintaimu, sangat-sangat mencintaimu” bisiknya lalu mengecup singkat pipi suaminya,
terimakasih dengan kejutannya” sambungnya, lalu mendekap erat tubuh suaminya, membuat beberapa orang di tempat itu bersorak iri
“masih ada kita di sini”
"ia, astaga kalian ini"
"mesra-mesraannya jangan di depan kami dong kak" teriak ario, mengundang gelak tawa semua orang, tak terkecuali bagi kaum-kaum jomblo seperti celsea, laura, indra, egi, radit, andi dan juga gino. Ya kejutan untuk istrinya akhirnya bisa berhasil tak lepas dari campur tangan mereka semua, dan arif sangat-sangat menghargai hal itu, ya meskipun awalnya ia menolak dengan ide konyol yang tadi membuat istrinya itu menangis histeris, karena mengira ditinggalkan, bahkan arif juga tadi sempat memarahi teman-teman nya karena ide konyol mereka itu,
seandainya tangan arif tidak di pegang oleh radit dan juga gino, arif benar-benar akan berlari langsung ke arah istrinya tak prduli lagi dengan kejutan yang berhasil atau tidaknya.
“lepaskan aku brengsek, kalian lihat istriku sedang ketakutan disana” arif terus menerus memberontak ingin melepaskan diri dari kuncian tangan teman-teman nya itu.
“tenanglah jika ingin kejutannya berhasil” tutur celsea ingin menenangkan arif “tunggulah sampai orang tua, mertua dan adik iparmu datang, sebentar lagi mereka akan sampai di antarkan oleh gino” sambungnya lagi.
“tapi kasihan kak rara” ucap laura
“ia kasihan istriku, aku bahkan tidak tahu bagaimana nasibku nanti jika di kamar, kalian lihatlah, dia bahkan tak segan-segan mengucapkan sumpah serapah untukku” ucap arif membuat celsea, radit, indra, egi bahkan andi menggeleng-gelengkan kepalanya heran, ingin rasanya mereka menjitak kepala teman dan atasannya itu, sedangkan laura ia masih merenungi nasib rara saat ini, bahkan beberapa dari mereka ingin muntah mendengar bualan-bualan arif
“sabarlah sebentar lagi, aku berani bertaruh, istrimu itu akan semakin jatuh cinta dengan kejutan yang kau buat, apalagi jika kau menyanyikan lagu yang kau siapkan itu dengan baik dan dalam, pasti istrimu itu akan semakin lengket padamu” ucap radit sedikit tidak yakin, sedari tadi matanya fokus memperhatikan rara dari jauh yang tak henti-hentinya mengucapkan sumpah serapah untuk suami brengseknya itu.
“kau yakin?” arif bertanya ragu mengangkat sebelah alisnya
__ADS_1
“tentu saja”
“kami yakin”
“setelah ini, pasti istrimu itu tidak ingin jauh-jauh denganmu " ucap mereka secara bergantian, ya dan akhirnya
arif harus menyetujui hal itu.
*****
ya sejak 2 hari yang lalu, orang tua, mertua dan juga adik iparnya memang sudah berada di Jakarta, sedangkan Fahri ia harus tetap berada di singapura untuk mengontrol perusahaan nya, ya meskipun dia ingin tapi tanggung jawab tetaplah tanggung jawab, itulah prinsip fahri selama ini.
Kedatangan orang tua dan mertuanya membuat arif tidak bisa menghabiskan waktunya sepanjang hari bersama
dengan istrinya, arif sebenarnya ingin protes, tapi bagaimana lagi ia harus mengala demi para orangtuanya. Ya saat ini rara menjadi perhatian utama semua orang di rumah itu, hal itu membuat arif merasa jarang sekali menghabiskan waktu bersama istrinya, apalagi kedatangan ario adik iparnya yang ingin di temani berjalan-jalan di keramaian kota, membuat arif mau tidak mau harus mengabulkan tentunya untuk menyenangkan hati sang adik ipar.
ajakan ario dan laura untuk menghabiskan waktu bersama istrinya.
Arif mendesah frustasi tatkala mengingat larangan dari ibunya untuk membawa rara
“ibu tidak akan membiarkan rara kemana-mana, meskipun denganmu, usia kehamilan istrimu sangat
rentan saat ini, jadi kandungannya harus di jaga baik-baik, jadi ibu dan mertuamu sendirilah yang akan mengawasi istrimu, dan kau pergilah ajak adik-adikmu itu” ucap ibu arif
“tapi bu arif janji akan menjaga istri arif nantinya, bagaimana pun rara juga butuh jalan-jalan agar tidak bosan” ucap arif dengan suara memelas “ia kan sayang” lanjutnya, mengalungkan tangnya dari samping ke leher istrinya.
“nak arif bunda rasa apa yang dikatakan ibumu itu memang benar, lebih baik rara di rumah saja untuk menghindari hal yg tidak-tidak, apalagi tempat yang kalian kunjungi pasti di sana akan banyak orang yang berlalu-lalang” sambung bunda mertuanya.
__ADS_1
“huu baiklah, baiklah, kalian berdua cepatlah bersiap-siap sana” ucap arif membuat ario dan laura
bersorakl kegirangan
"kami pergi dulu ya" ucap ario setelah berpamitan kepada sang ayah begitupun dengan laura, sedngkan arif ia tak henti-hentinya menghela nafasnya sabar.
"sepertinya aku tidak bisa menemani kalian, kalian ajaklah radit, tiba-tiba perutku rasanya sakit" kilah arif beralasan
tiba-tiba
"arghh, ampun, ampun bu, kenapa ibu menjewerku" arif mengusap telinganya pelan
"jangan banyak alasan, sana pergilah susul adik-adikmu" ucap ibu arif penuh ancaman
"ia, ia arif pergi" ucap arif dengan malasnya "sayang aku pergi dulu ya" ucapnya, tanpa di sangka-sangka arif membenamkan beberapa kecupan di bibir istrinya bahkan ia sedikit memberikan sedikit *******-*******, tak memperduikan keberadaan para mertua dan orang tuanya, untuk saja ario dan laura sudah pergi duluan ke mobil
"astaga arif" teriak mereka ber empat, sementara rara, ia masih tak bergeming karena perlakuan suaminya itu
.
.
.
.
tolong di Vote dong, tinggalkan jejak kalian,
__ADS_1
oh ia karena berhubung ada beberapa readers minta extra partnya, nih author kasih, jika masih ingin extra partnya comment di bawahya