Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 106


__ADS_3

pandangan mereka saling bertemu menatap dalam satu sama lain, arif semakin menipiskan jarak wajah nya, dan dengan penuh keberanian ia mencercap lembut bibir istri nya itu, tidak ada penolakan, hingga membuat arif


 kembali memberanikan diri nya mengecup  dan mencercap bibir pertama yang selalu membuatnya candu, ia tidak mau membuang-buang kesempatan yang menurutnya langka ini, satu  tangan nya pun kini ikut  menahan tengkuk rara, bahkan tangan  nya yang lain pun ikut bergerilya mengunci pinggang istri nya, membuat jarak kedua nya sangat dekat. untuk sesaat arif melepaskan pertautan bibir nya pun dengan tangan nya, ia menatap dalam kedua bola mata istri nya yang begitu teduh.


nafas mereka kini saling bersahutan dan menderu, arif menyentuh dan mengelus lembut rahang istri nya


kemudian beralih turun mengusap lembut bibir mungil nan berisi itu menggunakan ibu jari nya, seolah-olah tahu apa yang di inginkan suami nya, tangan rara kini dengan beraninya bertaut mengunci leher suami nya itu, kali ini dengan perasaan ragu-ragu rara memberanikan diri untuk memaut bibir suami nya itu.


Hal yang tak di duga oleh arif, membuatnya merasakan aliran darah di tubunya berhenti sejenak, pun dengan perasaan nya yang semakin berkobar dalam, tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, dengan perasaan yang menggebu-gebu kembali arif menyerang dalam bibir istri nya dan menghirup nya dalam-dalam, begitu pun dengan tangan nya yang kini sudah lancang membuka pengait atas baju milik istri nya, perasaan arif semakin tak terkendali setelah memapas habis pakaian yang di gunakan istri nya, pun di susul dengan diri nya yang kini juga ikut memapas semua kain yang melekat di tubuh nya.


Sesaat tubuh rara tersentak kaget saat suami nya itu kembali berhasil menggagahi tubuh nya, rasanya masih terasa perih, seperti saat pertama kali arif memasuki nya.


“maafkan aku sayang” bisik nya lembut saat menyadari ekspresi kesakitan di wajah istri nya itu, namun dengan cepat rara menggelengkan kepala nya, tak lupa ia menyematkan seulas penuh senyum di bibir nya, meskipu masih menahan sakit yang masih mendera di tubuh bagian bawah nya.


“katakana jika aku menyakiti mu” ucap nya khawatir,namun masih tetap melanjutkan tindakan nya hingga menghabiskan waktu beberapa jam menyudahi penyatuan mereka.

__ADS_1


Arif menyeka seluruh keringat yang menempel di dahi istri nya, sesaat setelah kegiatan mereka usai. “apa aku menyakiti mu?” tanya arif yang kini kembali mendekap tubuh istri nya “sayang katakana sesuatu, kenapa kau


diam saja, maafkan aku, aku sudah keterlaluan memaksakan keinginan ku” ucap nya merasa khawatir,  hal itu membuat rara tergelak dalam hati melihat ekspresi menyesal di wajah suami nya itu.


“kenapa? Apa kau menyesal melakukan nya?” rara kembali bertanya, menenggelamkan wajahnya di dada suami nya yang masih terasa berkeringat.


Bukannya menjawab, rara malah kembali bertanya, membuat suasana hati arif menjadi uring-uringan tak karuan.


“aku tidak pernah menyesal melakukan nya, bahkan rasa nya aku ingin kembali mengulangi nya lagi dan lagi, tapi aku takut menyakiti mu, kau tahu sudah sangat lama aku menginginkan nya tapi aku takut untuk meminta nya,


aku takut jika akan kembali menyakiti mu, aku......" ucapan arif terpotong


"haa? maksudnya?" tanya arif dengan ekspresi bodoh


"hahaha hahaha hahaha, kenapa ekspresi mu begitu, kau terlihat seperti orang yang baru saja ketahuan mencuri" rara tergelak geras membuat arif mengernyitkan alisnya heran.

__ADS_1


"kau dari tadi mengerjaiku?" ucap arif kesal, namun semakin membuat rara tergelak keras


"rasakan ini, rasakan ini, aku tidak akan mengampuni mu" arif menggelitiki lembut perut istri nya, membuat rara tertawa


"hahahahhah ampun, ampun" mohon rara "tidak akan aku tidak akan mengampuni mu, siapa suruh mengerjaiku, rasakan ini, rasakan" arif masih terus menggelitiki perut istri nya itu, hingga posisi arif kini kembali mengungkung tubuh istri nya itu dan..........wkwkwkw, silahkan berimajinasi sendiri


.


.


.


 


Sumpah waktu nulis Bab ini  Author juga jadi ikut uring-uringan, wkwkwkw, maafkan pendek

__ADS_1


Jangan lupa terus support novel autor ya teman-teman, ingat Klik tombol Like dan Vote nya ya


oh iya, author juga mau ngucapin terimakasih nih kepada para pembaca di seluruh kota di Indonesia yang masih setia nunggu Novel author ini


__ADS_2