
Tak terasa kini pernikahan rara dan arif sudah menginjak usia 3 bulan, namun tak ada perubahan sikap hangat untuk rara, malah sekarang sikap arif semakin dingin terhadapnya.
seperti pagi ini lagi-lagi Arif mengabaikan sarapan yg dibuatkan oleh rara untuknya
"setidaknya sarapanlah terlebih dahulu sebelum pergi ke kantor" Rara bersuara ketika Arif melewati ruang makan.
"apa urusanmu?" bentak Arif kemudian berlalu pergi
"dia bahkan tak pernah menawarkan tumpangan untukku" rara menghela nafas dan bergegas besiap-siap kekantor
.
.
.
Di kantor Arif sedang sibuk berkutat dengan berkas-berkasnya.
dan seketika pandangannya teralihkan karena mendengar suara ketukan dari luar
__ADS_1
"maaf mengganggumu, aku datang tiba-tiba kemari karna ada hal yg harus aku bahas denganmu"
"tidak apa-apa, mari, duduklah terlebih dahulu" Arif berkata dengan ramah
"aku kemari karena ingin membahas masalah pekerjaan sekaligus menyampaikan berita bahagia"
kening Arif berkerut "berita bahagia? tanya Arif lagi
"Iyya berita bahagia, tapi tunggu seseorang terlebih dahulu, mungkin sebentar lagi dia akan sampai"
"sia.. Arif tak melanjutkan perkataannya karna mendengar suara ketukan dari luar
"permisi, sebelumya saya minta maaf pak Arif, saya kesini karena arahan dari pak Gino"
setelah membahas terkait hubungan kerjasama yang sangat menguntungkan bagi perusahaan keduanya, Gino pun menceritakan terkait kabar bahagia yang ingin ia sampaikan
"jadi begini, kamu tahukan proyek kerjasama kita ini sangat menguntungkan, karena itu ada perusahaan besar yang sangat tertarik ingin terlibat kerjasama dengan perusahaanmu, dan ingin bertemu langsung dengan pemimpin perusahaan mu sekaligus orang yang menangani proyek ini" Gino menjelaskan dengan antusias
Arif diam ia menunggu ingin mendengarkan penjelasan lebih lanjut dari Gino
__ADS_1
"dan kamu tahu perusahaan yang ingin bekerjasama dengan perusahaan kalian adalah Big company, kamu tahukan perusahaan itu" lanjut Gino
Arif yang mendengarnya tak menyangka perusahaan sebesar Big company akan menawarkan kerjasama dengan perusahaannya tentu hal itu tak akan dilewatkan olehnya.
Gino pun menceritakan bahwa perusahaan Big company mengundang perusahaannya untuk datang di acara anniversary berdirinya perusahaan tersebut yg akan diadakan beberapa hari kedepan, tentu saja hal itu sangat membuat Arif antusias sementara Rara hanya menjadi pendengar ke dua pria tersebut.
"jadi kalian harus datang, kalau begitu aku pergi dulu, karena aku sudah menyampaikan apa yang haruanya ku katakan" Gino menepuk bahu Arif dan juga Rara kemudian berlalu keluar.
"kalau begitu saya juga permisi pak" karena tak mendapat respon apa-apa dari Arif Rara pun akhirnya berlalu keluar. Arif hanya memandangi langkah Rara yang keluar semakin menjauh dengan tatapan yg sulit di artikan
.
.
.
waktu menunjukkan pukul 5 sore sebelum pulang Rara menyempatkan diri untuk singgah ke supermarket untuk berbelanja bahan-bahan dapur yang stoknya memang sudah habis, ya meskipun Arif tak pernah menyentuh makanan yg dibuat oleh rara namun Rara terus saja menyiapkan makanan untuknya, kalau pun tak di makan Rara akan membagikannya ke pak satpam yang berjaga
sekitar pukul 7 malam Arif tiba dirumah, Arif yg hendak masuk kerumahnya menghentikan langkahnya karena mobil yg baru saja terparkir dihalaman rumahnya yang seketika membuat matanya membulat
__ADS_1
"kak Fahri" gumam Arif yang kaget karena tak menyangka kakaknya akan kemari
jangan lupa like, saran dan juga vote nya ya teman-teman 😉