
" Ya mbak mana tau Bi. mbak lho dari tadi di rumah gak kemana mana" jawab Aliza karena gak tau di mana Aira juga
" Coba di hubungi takutnya ada apa dan kenapa napa" Tambah Aliza lagi
" Biarin lah, udah besar juga" jawab Bibi santai sambil masuk ke dalam rumah
Aliza pun mengikutinya dari belakang
Bobi lalu duduk di sofa dan Aliza ikut duduk di sana di sebelah Bibi
" Kemaren bawa Syifa sampai Aceh aja bisa, ini juga bisa jaga diri toh ada papanya juga kan, paling tadi legi keluar" jawab Bibi santai dan Aliza mengangguk
" Ya udah, kamu udah makan belum?" tanya Aliza lagi
" Apa puasa" tambah Aliza lagi
" Puasa apa hari Sabtu ?" tanya Bibi santai
" Orang kemaren gak puas masak hari ini puasa" jawab Bibi dan Aliza sambil berdiri
' Ya mana tau puasain jodoh yang masih di jaga orang laon" gurau Aliza sambil jalan ke ruamh makan
Klau Bibi bilang gak puasa itu artinya dia juga brlum makan dan makaya Aliza langsung berdiri dan langsung menuju ruang makan untuk nyiapkan makan siang adek iparnya itu
Ya walaupun Bibi adek ipar dari Aliza, tapi Aliza meganggap Bibi sudah seperti anaknya sendiri karena sedari bayi Aliza juga yang ikut ngurus
" Ah.... Itu mah Alwi kali mbak" jawab Bibi sa,bil menarik kursinya untuk di longgarkan jaraknya
" Alwi puasa tiap hari mbak?" Tanya Bibi yang lama gak jumpa Alwi juga
"Ya puasa tapi untuk riyadhohin apa juga mbak gak tau" jawab Aliza yang gak mengerti tentang anaknya
" Maksudnya? masak gak cerita sama mbak" tanya Bibi heran
" Entah Bi, Alwi sama kayak Abinya, tertutup" jawan Aliza pasrah karena memang kenyatannya seperti itu
" Sini makan dulu, biar agak gemukan lho, kurus banget badannya" Ucap Aliza karena Bibi memang kecil tinggi seperti abah Zain yang tinggi besar tapi Bibi agak kurusan dia
" Besar besar kayak bang Al malah lucu dong Kak" jawab Bibi dan Aliza tertawa
__ADS_1
Di landasan Helly kini Zain dan Jihan sampaidi area Villa tempat Zula berada
Mereka akhirnya bawa Helly untuk sampai kesana, dan Mereka sudah gak sabar mau ke temu sama anaknyanyang saat ini membutuhkan mereka pastinya
" Ayo bah" ajak Jihan sudah buru buru
Dan mereka di anter pake mobil golf untuk sampai ke sana agarntidak vcapek sampai di sana
Sedari perjalanan udara Jihan dan Zain sama sams diam tanpa bicaera apapun dan bahkan mereka semua tidak ngomong apa apa, sibuk demgan pikiran sendiri kok Sampai Bisa Ryan menghianati Zula, kok sampai mereka juga gak tau apa apa
Dan parahnya lagi mereka juga sudah mengajukan nama Ryan sebagai pewaris perusahaanya dari ke 3 menantunya hanya dia saja yang tercatat
Dan Syok dong kalau ternyata justru Ryan yang menyakiti hati putri kesayangannya
Sesampainya di Villa mereka langsung masuk dan ternyata banyak dokter dan perawat juga yanga menunggu di sana
Dan itu makin membuat Jihan sangat ketar ketir berarti Zula sudah tidak baik baik saja dan sudah parah
Pasalnya bukan satu atau dua dokter dan juga perawat di sana, tapi lebih dari 4 jado Jihan sudah gak bisa bicara lagi dan langsung mencari keberadaan Zula
Zain yang awalnya menyapa, melihat istrinya nyelonong langsung ikut pergi mengejar Jihan
Lihat kamar Utama Jihan langsung masuk dan di ikuti oleh Zain
" MI" panggil Zain tapi gak di jawab oleh Jihan yang lanjut jalan terus dan masuk ke kamar utama itu
Dan kini Jihan sudah masuk dan mencari keberadaan Zula dan ternyata ada Ucup yang sedang keluar dari toilet
Jihan kaget banget, begitu juga dengan Ucup yang kaget ada umi Jihan di sana
Ucup mengangguk lalu memberi isyarat pada Jihan dan Zain yang baru saja sampai kalau Zula sedang di depan sana
Jihan mengangguk lalu menggandeng Zain untuk berjalan perlahan ke arah Zula yang sedang duduk sendiri di balkon dan menghadap ke depan
Zula menggunakan sweater dan juga shal dilehernya, itu membuat Jihan terhenti dan terdiam sejenak, Air mata Jihan sudah gak bisa di bendung lagin dan pengen segera lari dan memeluk putrinya tapi di tahan Zain dan meminta kalau Jihan pelan pelan saja, takut anaknya makin syok dan kaget melihat mereka
Dan akhirnya Jihan dan Zain berjalan perlahan dan pelan pelan menghadap Zula
Mereka Kini berada di depan Zula yang masih memikirkan nasib rumah tangganya
__ADS_1
Melihat ada sosok yang berdiri Zula mengangkat kepalanya dan...
" Abah Umi.... " Teriak Zula dan mereka mengangguk
" Anakku" Ucap Jihan lalu jongkok dan memeluk Zula
" Putriku" ucap Zain ikut memeluk keduanya
Seketika tangis mereka pecah dan semua menagis dengan saling berpelukan .....
__________
Aira kini sudah chek out dari hotel dan kiini mengendarai mobilnya untuk kembali ke tempat yang sudah dia janjikan untuk bertemu dengan Fatma
Ya tadi Aira janjian untuk berjumpa dengan Fatma di jogja, karena dia pikir hidup di Jogja lebih asyik dan lebih seru, tanpa ada gangguan dari siapapun
Karena Aira merasa dia jauh lebih seneng hidup dengan Fatma dan di rawat oleh Fatma
Sedangkan Fatma sendiri mengiykan dengan Harapan nanti akan bisa bersama dengan Ryan lagi dan sekaligus numpang hidup pada Aira
Karena secara Aira dan Papanya itu bagaikan ATM berjalan buat dia gak perlu susah susah kerja cari makan sendiri
Aira mengendarai mobilnya sendiri seperti biasa dia selalu membawa mobil sendiri saat pulang pergi kuliah dan di sana atau di Jogja, dia juga punya rumah juga, ya walaupun bukan rumahnya sih, tap Rumah El yang mana dulu pernah di belikan sama Abah Zain dan Umi Jihan saat kuliah di Jogja sebelum pindah ke UI Jakarta
Dan sekarang di tempati Aira saat dia kuliah di sana
Dan punya pembantu juga dia di sana, yang membersihkan rumahnya dan menyiapkan makannya walaupun tidak tinggal serumah dengannya
Fatma sudah di berikan tiket dan kini juga sudah siap siap untuk berangkat ke Jogja menyusul Aira
Dan Aira juga sudah memprekdisikan waktunya kalau mereka nanti bakal berjumpa di bandara Jogja
Sampai Akhirnya kini mereka benar benar sesuai prediksi Aira, yaitu tiba di tempat pertemuan tepat waktu di jam yang sama
" Bunda......" Teriak Aira saat melihat Fatma yang masih di atas
"" Putri bunda" jawab Fatma sambil melambaikan tangannya Dan setibanya di bawah mereka saling berpelukan dan saling cipika cipiki
" Akhirnya kita bersama kembali bunda" Ucap Aira dalam pelukan Fatma
__ADS_1
" Alhamdulillah, lancar penerbangannya" jawab Fatma sambil menggandengan Aira