
Sepanjang perjalanan hati arif begitu gelisah, ia ingin
menghubungi istri nya tapi tiba-tiba baterai hp nya habis
“sial” umpat arif begitu kesal, terlihat arif memukul stir
kemudi mobil nya saat lampu lalu lintas menunjukkan warna merah.
Saat tiba di pelataran rumah nya langsung saja arif turun
dan berjalan tergesa-gesa mencari keberadaan istri nya
“rara, aku pulang, kau di mana?” panggil arif, namun tak ada
sahutan dari rara
“rara, kau di mana?” arif berteriak, mulai panik, karena
seluruh ruangan sudah ia telusuri namun tak kunjung menemukan istri nya,
apalagi sekarang dalam kondisi hujan deras di sertai angin kencang, arif
benar-benar khawatir dan takut
Segera arif bergegas ke ruangan tempat kerjanya ingin mengecek CCTV di komputer milik nya yang tersambung
dengan CCTV, namun baru saja ia ingin menyalakan komputer nya tiba-tiba listrik
padam, kepanikan dan ketakutan arif bertambah
“ahhhh, sialll,sebenar nya kau pergi ke mana, dasar tidak
berguna” umpat arif, terlihat arif membanting kuat hp yang di pegang nya.
Tidak perduli bagaimana situasi saat ini, yang terpenting
adalah mencari, menemukan dan memastikan keadaan istri nya baik-baik saja,
segerah arif merogoh kunci mobil yang ada di saku celana nya berniat ingin ke
kantor polisi, namun sial nya saat ingin keluar dari ruangan tersebut, arif
kesulitan karena tidak ada cahaya sama sekali yang di lihat nya.
“kenapa gelap sekali, aku tidak bisa melihat apa pun” ucap
arif mendengus kesal, karena menabrak sesuatu
Untung saja ada sedikit cahaya yang arif lihat, sehingga
membuat arif tak begitu kesulitan mencari pintu keluar, meskipun cahaya nya
sedikit tapi arif sangat bersyukur, tapi bagaimana keadaan rara saat ini,
apakah dia baik-baik saja, pikir nya.
Baru saja arif ingin membuka pintu, tiba-tiba bersamaan
dengan itu, ada yang membuka pintu tersebut dari arah luar, membuat arif
terkejut dan sedikit takut, pasal nya saat pintu terbuka hanya terlihat cahaya
dari hp yang membuat pandangan arif begitu silau akan cahaya tersebut.
Namun perasaan arif begitu tenang saat mengetahui siapa
__ADS_1
orang tersebut, arif menghembuskan nafas lega
“kau dari mana saja, kenapa kau selalu saja membuatku khawatir” arif maju mendekat dan mendekap erat tubuh istri nya,
“jangan pernah pergi kemana-mana lagi” arif berucap
terdengar terengah-engah, dan sedikit terisak, membuat rara langsung melepaskan
dekapan suami nya. rara juga dapat merasakan tubuh suami nya yang sedikit bergetar
Meskipun hanya ada cahaya senter dari hp rara, namun dapat
rara lihat dengan jelas raut wajah suami nya yang begitu ketakutan dan khawatir
dan apa ini, mengapa?
“kau menangis? Kenapa kau menangis?” apa kau takut karena
saat ini sedang turun hujan dan juga mati lampu?” Rara menghela nafas nya, “kenapa
kau penakut sekali? Kali ini tangan rara ikut bergerak menghapus air mata suami
nya yang terlihat masih mengenang di kedua sudut mata nya. membuat arif ikut
memegang ke dua tangan istri nya yang masih menempel di wajah nya. arif ingin
merasakan lebih lama lagi tangkupan tangan istri nya yang begitu nyaman menurut
nya.
“katakan sesuatu, atau jangan-jangan kau sedang kerasukan? Arif
sebenarnya masih kesal dan marah, tubuh nya pun masih bergetar tapi mendengar
dan melihat ekspresi istri nya yang begitu ketakutan dan terlihat begitu panik
menahan nya.
“tidak, aku tidak apa-apa dan sama sekali tidak kerasukan
apa-apa, kau ingin tahu kenapa aku begini, aku begini karna kau, kau dari mana saja, kau tau sendiri, berada
di luar sana sangat berbahaya, apalagi dalam keadaan seperti ini, bukan nya aku
sudah bilang jika ingin kemana-mana kabari aku terlebih dahulu” teriak arif tak
sadar
“bagaimana jika sesuatu terjadi dengan mu, aku benar-benar
khawatir pada mu” ucap arif lembut, setelah sadar ia tadi meneriaki istri nya.
arif mengamati lekat wajah istri nya yang hanya di terangi oleh cahaya senter
hp, dan bahkan ia baru sadar dengan keadaan istri nya saat ini tengah menggunakan
baju hoodie berwarna merah kebesaran milik nya yang basah karena kehujanan
“kau basah, wajah mu pucat” ucap arif lalu mengambil alih hp
yang berada di tangan rara lalu merangkul pinggang istri nya membawa menuntun
istri nya hati-hati menuju kamar yang sudah beberapa hari ini ia tempati
bersama dengan istri nya, tentu nya sebelum mengunci pintu rumahnya. Dan rara
__ADS_1
saat ini juga merasa begitu kedinginan akibat nekat menembus hujan tadi.
Saat ini masih dalam suasana yang gelap gulita, lampu masih
padam, hujan pun semakin deras, apalagi suara petir dan cahaya kilat yang
menyambar terdengar begitu menakutkan, namun tidak untuk 2 orang di dalam kamar
tersebut yang terlihat begitu gugup, ya setelah melewati drama berganti pakaian
yang membuat rara mati setengah malu, bagaimana tidak arif begitu kekeh ingin
membantu istri nya itu menganti semua pakaian nya, membuat rara lari
tergesa-gesa kearah kamar mandi karena tidak ingin suami nya itu berbuat
sesuatu yang bisa membuat nya mati setengah malu, tak perduli dengan keadaan
sekitar nya.
Namun arif tidak tahan lagi ingin bertanya kepada istri nya,
ia naik merangkat naik ke atas tempat tidur setelah berhasil menyalakan lilin,
karena baterai hp rara juga habis, ia mengurung dan mengungkung tubuh istri nya
dengan kedua tangan nya, membuat rara menelan saliva nya dengan susah payah,
takut jika suami nya akan melakukan sesuatu lagi kepada nya.
“kau dari mana, kenapa tidak mengabari ku jika ingin pergi” tanya arif, sorot mata nya begitu tajam
“aku tadi sudah menghubungi mu tapi nomormu tidak aktif, aku
juga sudah mengirim beberapa pesan, tapi tidak kau balas” ucap rara tak mau
melihat kea rah suami nya, karena jarak wajah mereka begitu dekat. Arif menghela
nafas nya gusar.
“maaf kan aku, baterai hp ku tadi habis, tapi lain kali jangan seperti ini lagi ya” kali ini suara arif terdengar begitu lembut.
“tapi kau belum menjawab pertanyaan ku, dari mana saja kau, hingga baru pulang selarut ini” arif masih betah dengan posisi nya yang mengungkung tubuh istri nya, bahkan arif semakin menindih tubuh istri nya,
membuat rara gelagapan menjawab nya, seketika wajah rara menjadi pias begitu pucat.
“kau kenapa? Apa kau sakit? Arif yang menyadari keadaan istri nya yang terlihat begitu pias langsung mendekatkan tangan nya ke jidat istri nya
“astaga tubuh mu panas sekali, kau tunggu di sini dulu ya, setelah itu aku akan membawa mu ke rumah sakit” arif terlihat begitu panik, sampai-sampai ia lupa dengan pertanyaan nya tadi.
“jangan, tidak usah, aku baik-baik saja, aku tidak mau ke rumah sakit,” ucap rara menahan lengan suami nya yang ingin benarnjak pergi, membuat arif begitu terpaksa menuruti kemauan istri nya, arif kembali merebahkan tubuh nya di samping istri nya, dan mendekap erat tubuh istri nya yang terlihat sedikit menggigil. Membuat rara begitu nyaman, seakan enggan dekapan suami nya itu terlepas dari tubuh nya.
Tapi tiba-tiba hati rara begitu gelisah, mengingat ucapan pak Guntur di kafe tadi.
"apa benar yang di katakan pak guntur tadi" rara bertanya-tanya dalam hati nya
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa terus support karya author ya teman-teman, berikan LIKE dan VOTE mu serta komentar-komentar postive kalian untuk author