Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 88


__ADS_3

Sepanjang perjalanan hati arif begitu gelisah, ia ingin


menghubungi istri nya tapi tiba-tiba baterai hp nya habis


“sial” umpat arif begitu kesal, terlihat arif memukul stir


kemudi mobil nya saat lampu lalu lintas menunjukkan warna merah.


Saat tiba di pelataran rumah nya langsung saja arif turun


dan berjalan tergesa-gesa mencari keberadaan istri nya


“rara, aku pulang, kau di mana?” panggil arif, namun tak ada


sahutan dari rara


“rara, kau di mana?” arif berteriak, mulai panik, karena


seluruh ruangan sudah ia telusuri namun tak kunjung menemukan istri nya,


apalagi sekarang dalam kondisi hujan deras di sertai angin kencang, arif


benar-benar khawatir dan takut


Segera arif bergegas ke ruangan tempat kerjanya ingin mengecek CCTV di komputer milik nya yang tersambung


dengan CCTV, namun baru saja ia ingin menyalakan komputer nya tiba-tiba listrik


padam, kepanikan dan ketakutan arif bertambah


“ahhhh, sialll,sebenar nya kau pergi ke mana, dasar tidak


berguna” umpat arif, terlihat arif membanting kuat hp yang di pegang nya.


Tidak perduli bagaimana situasi saat ini, yang terpenting


adalah mencari, menemukan dan memastikan keadaan istri nya baik-baik saja,


segerah arif merogoh kunci mobil yang ada di saku celana nya berniat ingin ke


kantor polisi, namun sial nya saat ingin keluar dari ruangan tersebut, arif


kesulitan karena tidak ada cahaya sama sekali yang di lihat nya.


“kenapa gelap sekali, aku tidak bisa melihat apa pun” ucap


arif mendengus kesal, karena menabrak sesuatu


Untung saja ada sedikit cahaya yang arif lihat, sehingga


membuat arif tak begitu kesulitan mencari pintu keluar, meskipun cahaya nya


sedikit tapi arif sangat bersyukur, tapi bagaimana keadaan rara saat ini,


apakah dia baik-baik saja, pikir nya.


Baru saja arif ingin membuka pintu, tiba-tiba bersamaan


dengan itu, ada yang membuka pintu tersebut dari arah luar, membuat arif


terkejut dan sedikit takut, pasal nya saat pintu terbuka hanya terlihat cahaya


dari hp yang membuat pandangan arif begitu silau akan cahaya tersebut.


Namun perasaan arif begitu tenang saat mengetahui siapa

__ADS_1


orang tersebut, arif menghembuskan nafas lega


“kau dari mana saja, kenapa kau selalu saja membuatku khawatir” arif maju mendekat dan mendekap erat tubuh istri nya,


“jangan pernah pergi kemana-mana lagi” arif berucap


terdengar terengah-engah, dan sedikit terisak, membuat rara langsung melepaskan


dekapan suami nya. rara juga dapat merasakan tubuh suami nya yang sedikit bergetar


Meskipun hanya ada cahaya senter dari hp rara, namun dapat


rara lihat dengan jelas raut wajah suami nya yang begitu ketakutan dan khawatir


dan apa ini, mengapa?


“kau menangis? Kenapa kau menangis?” apa kau takut karena


saat ini sedang turun hujan dan juga mati lampu?” Rara menghela nafas nya, “kenapa


kau penakut sekali? Kali ini tangan rara ikut bergerak menghapus air mata suami


nya yang terlihat masih mengenang di kedua sudut mata nya. membuat arif ikut


memegang ke dua tangan istri nya yang masih menempel di wajah nya. arif ingin


merasakan lebih lama lagi tangkupan tangan istri nya yang begitu nyaman menurut


nya.


“katakan sesuatu, atau jangan-jangan kau sedang kerasukan? Arif


sebenarnya masih kesal dan marah, tubuh nya pun masih bergetar tapi mendengar


dan melihat ekspresi istri nya yang begitu ketakutan dan terlihat begitu panik


menahan nya.


“tidak, aku tidak apa-apa dan sama sekali tidak kerasukan


apa-apa, kau ingin tahu kenapa aku begini, aku begini karna kau,  kau dari mana saja, kau tau sendiri, berada


di luar sana sangat berbahaya, apalagi dalam keadaan seperti ini, bukan nya aku


sudah bilang jika ingin kemana-mana kabari aku terlebih dahulu” teriak arif tak


sadar


“bagaimana jika sesuatu terjadi dengan mu, aku benar-benar


khawatir pada mu” ucap arif lembut, setelah sadar ia tadi meneriaki istri nya.


arif mengamati lekat wajah istri nya yang hanya di terangi oleh cahaya senter


hp, dan bahkan ia baru sadar dengan keadaan istri nya saat ini tengah menggunakan


baju hoodie berwarna merah kebesaran milik nya yang basah karena kehujanan


“kau basah, wajah mu pucat” ucap arif lalu mengambil alih hp


yang berada di tangan rara lalu merangkul pinggang istri nya membawa menuntun


istri nya hati-hati menuju kamar yang sudah beberapa hari ini ia tempati


bersama dengan istri nya, tentu nya sebelum mengunci pintu rumahnya. Dan rara

__ADS_1


saat ini juga merasa begitu kedinginan akibat nekat menembus hujan tadi.


Saat ini masih dalam suasana yang gelap gulita, lampu masih


padam, hujan pun semakin deras, apalagi suara petir dan cahaya kilat yang


menyambar terdengar begitu menakutkan, namun tidak untuk 2 orang di dalam kamar


tersebut yang terlihat begitu gugup, ya setelah melewati drama berganti pakaian


yang membuat rara mati setengah malu, bagaimana tidak arif begitu kekeh ingin


membantu istri nya itu menganti semua pakaian nya, membuat rara lari


tergesa-gesa kearah kamar mandi karena tidak ingin suami nya itu berbuat


sesuatu yang bisa membuat nya mati setengah malu, tak perduli dengan keadaan


sekitar nya.


Namun arif tidak tahan lagi ingin bertanya kepada istri nya,


ia naik merangkat naik ke atas tempat tidur setelah berhasil menyalakan lilin,


karena baterai hp rara juga habis, ia mengurung dan mengungkung tubuh istri nya


dengan kedua tangan nya, membuat rara menelan saliva nya dengan susah payah,


takut jika suami nya akan melakukan sesuatu lagi kepada nya.


“kau dari mana, kenapa tidak mengabari ku jika ingin pergi” tanya arif, sorot mata nya begitu tajam


“aku tadi sudah menghubungi mu tapi nomormu tidak aktif, aku


juga sudah mengirim beberapa pesan, tapi tidak kau balas” ucap rara tak mau


melihat kea rah suami nya, karena jarak wajah mereka begitu dekat. Arif menghela


nafas nya gusar.


“maaf kan aku, baterai hp ku tadi habis, tapi lain kali jangan seperti ini lagi ya” kali ini suara arif terdengar begitu lembut.


“tapi kau belum menjawab pertanyaan ku, dari mana saja kau, hingga baru pulang selarut ini” arif masih betah dengan posisi nya yang mengungkung tubuh istri nya, bahkan arif semakin menindih tubuh istri nya,


membuat rara gelagapan menjawab nya, seketika wajah rara menjadi pias begitu pucat.


“kau kenapa? Apa kau sakit? Arif yang menyadari keadaan istri nya yang terlihat begitu pias langsung mendekatkan tangan nya ke jidat istri nya


“astaga tubuh mu panas sekali, kau tunggu di sini dulu ya, setelah itu aku akan membawa mu ke rumah sakit” arif terlihat begitu panik, sampai-sampai ia lupa dengan pertanyaan nya tadi.


“jangan, tidak usah, aku baik-baik saja, aku tidak mau ke rumah sakit,” ucap rara menahan lengan suami nya yang ingin benarnjak pergi, membuat arif begitu terpaksa menuruti kemauan istri nya, arif kembali merebahkan tubuh nya di samping istri nya, dan mendekap erat tubuh istri nya yang terlihat sedikit menggigil. Membuat rara begitu nyaman, seakan enggan dekapan suami nya itu terlepas dari tubuh nya.


Tapi tiba-tiba hati rara begitu gelisah, mengingat ucapan pak Guntur di kafe tadi.


"apa benar yang di katakan pak guntur tadi" rara bertanya-tanya dalam hati nya


 


.


.


.


 

__ADS_1


 


jangan lupa terus support karya author ya teman-teman, berikan LIKE dan VOTE mu serta komentar-komentar postive kalian untuk author


__ADS_2