Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 38


__ADS_3

"apa kau puas? lagi-lagi karena kehadiranmu membuat hubunganku dengan keluargaku menjadi renggang" lagi-lagi rara mendapatkan kata-kata kasar dari arif. setelah berhasil menyeret rara.


yg bisa rara lakukan saat ini adalah hanya menunduk iyya takut menghadapi kemarahan arif, di dalam perjalanan pulang tak ada satu katapun yg terlantar keluar dari mulut keduanya, hanya ada tatapan tajam yang menghunus oleh arif kepada rara, ya memang tadi orang tua arif menyuruh arif mengantarkan rara untuk pulang.


sudah beberapa hari berlalu rara tak berani menampakkan dirinya di depan arif, gadis itu selalu saja menghindar, namun hari ini rara benar-benar tak bisa menghindar di karenakan kerjasama antara perusahaan gino dan perusahaan arif itu di handle oleh rara, sehingga mengharuskan mereka bertemu, mau tidak mau rara harus bertemu dengannya untuk membahas plan dan action yang akan dilakukan, Ya seperti biasa rara mampu mengendalikan situasi di depan semuanya, meskipun di hati rara terselip rasa canggung, Dan anehnya entah mengapa di dalam ruangan VIV restoran tersebut terasa mencekam, bahkan radit yang dulunya selalu melontarkan candaan, kini tak berkutip sama sekali. tak terasa sudah 3 jam mereka membahas proyek tersebut dan kini gino kini telah pamit setelah berpamitan kepada arif, radit dan juga rara.


"ikut aku ke mobil? arif mengatakan dengan suara dingin lagi-lagi rara harus menghela nafas untuk menghadapi sikap arif lagi. mau tak mau iyya harus pergi menemui arif di mobilnya sedangkan radit yang sudah mengetahui masalah mereka berdua kini masih berdiam diri di tempatnya

__ADS_1


di dalam mobil


"aku sudah menghubungi keluargamu dan seminggu lagi pernikahan kita akan dilaksanakan" ucap arif dingin


"a.aku tidak mau" rara berkata dengan terbata-bata


"kau pikir aku mau, kau pikir aku mau menikah dengan wanita sepertimu? arif berkata sambil mencengkram kedua bahu rara, bahkan semakin kuat, arif bahkan tak memperdulikan isak tangis rara yang semakin keras.

__ADS_1


"ya aku memang menyukaimu, dari dulu hingga sekarang, tapi tentang pernikahan ini aku sama sekali tidak menginginkannya, aku benar-benar tidak menginginkannya" balas rara


"hentikan air mata buayamu itu, aku sangat jijik melihatnya" bentak arif, sebenarnya arif bisa melihat kesungguhan di mata rara ketika mengatakan hal tersebut apalagi di tambah air mata yg tak henti-hentinya mengalir namun lagi-lagi iyya menepis pikirannya tersebut.


rara sangat sedih mendengar bentakan dari arif, namun iyya berusaha menguasai dirinya, iyya tidak mau terlihat cengeng di depan arif.


"sudah selesai kan? tanya rara yang kemudian segera membuka pintu mobil tapi tak bisa terbuka. karna arif menguncinya.

__ADS_1


" ikut aku, orangtuaku menunggumu di rumah, Dan hapus air mata buaya mu itu, karna aku takkan terpengaruh denganmu" ucap arif yang kemudian segera menjelalankan mobil nya tersebut.


"tidak bisaka kau berbicara lembut kepadaku, sebenci itukah kau padaku, kenapa kau selalu saja beraikap kasar terhadapku tapi terhadap temanmu celsea kau sepertinya sangat menyayanginya" batin rara


__ADS_2