Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 87


__ADS_3

Beberapa hari ini hubungan arif dan rara semakin dekat, meskipun tak jarang untuk rara masih bersikap ketus dan tertutup terhadap suami nya, ya sudah beberapa hari ini rara sering mendapat pesan kosong dari nomor yang tak di kenal nya, dan aneh nya setiap kali rara mencoba menghubungi nomor tersebut, nomor tesebut tidak pernah aktiv, seperti pagi ini nomor terebut mengirimkan nya kembali pesan kosong


“siapa yang selalu mengirimi ku pesan kosong seperti ini, apa mungkin ini kerjaan ario atau teman-teman ku” rara bertanya-tanya dalam hati nya. Tapi rara tidak memperdulikan nya dan sama sekali tidak menaruh curiga sama sekali.


Sementara orang di seberang sana tersenyum penuh makna, setelah berhasil melakukan apa yang ingin di lakukan nya


“tunggu saja, aku akan menghancurkan mu, bila waktu nya sudah tiba, dan sebentar lagi permainan inti akan segera di mulai” ucap pria tersebut lalu tertawa menakutkan


“aku akan menghancurkan mu, karena kau sekarang hidup ku tambah menderita dan sekarang aku menjadi buronan polisi” ucap pria tersebut, tanpa sadar menggenggam erat gelas di tangan nya hingga gelas yang berisi


minuman alcohol tersebut pecah hingga berhasil melukai tangan nya. ya pria tersebut adalah pria yang beberapa waktu lalu yang sudah rara berhasil gagalkan rencana nya saat pesta yang di adakan perusahaan Big Company, dan juga dalang dari akibat kekacauan dari perusahaan arif.


“siapa pun yang berani mengusik hidup ku tidak akan ku biarkan menghirup udara dunia dengan tenang, siapa pun itu” teriak nya penuh emosi


Ya pria tersebut sudah mencari tahu informasi dan sudah mengetahui beberapa informasi tentang rara, bahkan semenjak pria yang sudah cukup berumur tersebut masih berada di dalam sel tahanan hingga akhir nya ia kabur dan di nyatakan sebagai buronan polisi.


*****


Malam itu ternyata arif pulang lebih terlambat dari biasa nya, hal itu di sebabkan oleh teman-teman arif yang tiba-tiba meminta arif untuk datang menemui mereka di salah satu kafe tempat mereka selalu bertemu, dan arif tidak bisa menolak ajakan teman-teman nya tersebut, bahkan ia tak sempat menghubungi istri nya, yang mungkin saja sedang menunggu nya saat ini.

__ADS_1


“maaf aku terlambat datang” ucap arif setelah mendudukkan diri nya di salah satu kursi kosong yang sudah di sediakan oleh teman-teman nya.


“tidak apa-apa, bagaimana keadaan mu? Maaf kami mendadak tiba-tiba meminta mu untuk datang ke mari” ucap indra


“kau tahu semenjak istri ku datang dan merawat ku, kondisi ku sudah benar-benar membaik, dan terima kasih celsea karna kau, hubungan ku dan juga istri ku sudah semakin dekat, ya meskipun terkadang masih bersifat dingin terhadap ku” ucap arif memandang kea rah celsea, tak lupa arif menyematkan seulas senyum yang juga di balas senyum oleh celsea, namun senyum penuh luka.


“arif menghembuskan nafas nya kasar dan berdecak sedikit kesal


“ahh….., siallllll, kenapa sekarang aku jadi sangat merindukan istri ku” ucap arif tanpa sadar, membuat teman-teman arif saling memandang satu sama lain karena heran melihat tingkah arif, karna ini baru pertama kali nya mereka melihat tingkah arif yang sedikit aneh hari ini.


“tapi arif, bukan kah dulu kau sangat membenci istri mu itu, bahkan kau tak segan-segan menyakitinya di depan kami semua, bahkan kami pun kau biarkan untuk terlibat tanpa memikirkan perasaan nya sama sekali, aku benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan rara, saat dulu kita semua menghina bahkan mempermalukan nya” ucap egi penuh penyesalan, membuat hati arif kembali merasakan sesak di dada nya.


terutama dalam hal pelajaran maupun bidang prestasi lain nya, saat itu rara lebih unggul di banding dengan ku, aku marah karena keunggulan rara membawanya pergi menjauh dari ku, bahkan orang tua dan kakak ku sering sekali membanding-banding kan diriku dan dengan nya, tidak hanya sampai di situ, dulu aku pernah menyukai seorang gadis, nama nya dinda, kalau saja rara tidak menemuiku saat itu, aku berfikir mungkin dinda tidak akan marah dan berbalik menjauhi ku, saat itu aku benar-benar kesal terhadap rara karenanya aku mengingkari janji ku bahkan saat


itu dinda melihat ku pulang bersama dengan rara, dan semenjak hari itu hubungan ku dan rara sedikit merenggang dan puncak nya, ketika kakakku lebih respect terhadap rara dan hubungan mereka semakin akrab, bahkan kakakku terkesan selalu mengabaikan dan melupakan diri ku” ucap arif panjang lebar,


arif terlihat menghela nafasnya kasar, dan mengerjap-ngerjapkan matanya yang sudah terlihat berair sebelum melanjutka perkataan nya


“dan sejak saat itu rasa benci ku terhadap rara semakin dalam, aku selalu mencari alasan untuk menghindari nya di sekolah hingga akhir nya aku memutuskan untuk ikut dengan orang tua ku tanpa sepengetahuan rara, bahkan saat itu rara yang mengetahui kabar akan kepindahan ku dari kakakku menangis, ia ingin sekali menemui ku, tapi aku menolak mentah-mentah untuk menemui nya, bahkan kakak ku sudah berulang kali membujuk ku, tapi aku tetap

__ADS_1


tidak mau menemui nya, padahal kami sudah berjanji akan terus bersama-sama sampai lanjut ke perguruan tinggi, tapi nyata nya lagi-lagi aku mengingkari janji ku, bahkan dengan tega nya, aku membiarkan rara kehujanan karena menunggu ku untuk menanyakan kesalahan nya, kakakku bilang rara ingin meminta maaf jika memang diri nya punya salah, namun aku tak kunjung datang, dan hanya malah menyaksikan nya dari jauh tanpa berniat untuk menemui nya” ucap arif tanpa sadar air mata nya menetes


“hingga beberapa tahun kemudian kami akhir nya di pertemukan kembali, aku benar-benar kejam karena sering menuduh nya yang tidak-tidak, padahal ia tidak punya niat apa-apa, aku yang membawanya ke dalam masalah, tapi dia yang aku salahkan, aku yang meyeret nya dalam kehidupan ku tapi aku selalu memarahi nya bahkan mengutuk diri nya yang tidak-tidak” arif terlihat frustasi, ia mengusap wajah dan air mata nya dengan kasar


Dan malam itu arif menceritakan semua nya kepada teman-teman nya, termasuk beban hati dan juga pikiran yang saat ini ia tengah rasakan.


"yang penting sekarang kau sudah menyadari semua kesalahan mu selama ini, begitu pun dengan kami, yang paling penting untuk sekarang adalah, bagaimana cara nya agar kami bisa mendapatkan maaf seutuh nya dari  istri mu" tutur egi


"dan tugas mu sekarang adalah membahagiakan istri mu " tambah indra


"oh ia arif, ini sudah cukup larut, apa tidak apa jika kau meninggalkan istri mu?" tanya celsea tiba-tiba


"oh astaga, aku bahkan lupa  mengabari nya, kalau begitu aku pamit terlebih dahulu" ucap arif, ia terlihat tergesa-gesa berjalan ingin segera menemui istri nya.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa terus support karya author ya teman-teman, berikan LIKE dan VOTE mu serta komentar-komentar postive kalian untuk author


__ADS_2