Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 90


__ADS_3

Tiba-tiba pintu ruangan yang tadinya di tutup rapat oleh rara terbuka, memperlihatkan


radit yang di ikuti oleh seorang pria paru baya di belakang nya,


‘pak Guntur” ucap rara lirih


“selamat siang nak Rara, nak Arif dan juga nak Andi” ucap Pak Guntur


“selamat siang pak, mari silahkan duduk” ajak Arif,


“aku akan menjelaskan semuannya nanti” arif setengah berbisik di telinga istri nya,


karena melihat kebingungan di mata istri nya itu.


Di dalam ruangan tersebut pak Guntur menjelaskan semua nya, awal mula mengapa bisa


ia bersitenggang dengan ayah Thalia hingga saat ini, padahal mereka adalah keluarga


“ya ayah Thalia dendam kepada bapak karena kakek kami dulu lebih mempercayakan


perusahaan kepada bapak, sedangkan ayah Thalia merasa bahwa dirinyalah yang


lebih berhak memimpin perusahaan dari pada bapak, itu lah sebabnya mengapa saat


itu kakakku yang tak lain adalah ayah Thalia hingga saat ini masih dendam,


karena ia merasa anak tertua lah yang lebih berhak memimpin perusahaan, tapi


kakek kami menolak keras memberikan perusahaan kepada ayah thalia karena takut


perusahaan yang sudah susah payah ia bangun akan runtuh, itu di sebabkan karena


perbuatan ayah Thalia sendiri, karena masa muda nya ia habiskan untuk

__ADS_1


bersenang-senang dan menghambur-hamburkan uang, bahkan dulu ia menggunakan


barang haram, dan lebih parah nya lagi,  kakakku itu masuk dalam geng anggota mafia saat ini” pak Guntur


menjelaskan nya secara mendetail.


“itulah yang bapak takutkan, karena sering kali bapak mendapatkan terror, bahkan nyawa


bapak dan juga keluarga bapak sering kali terancam, tapi untunglah Tuhan masih mau menyelamatkan bapak dan juga keluarga bapak hingga detik ini, tapi sekarang bapak tidak mau tinggal diam,


nak Rara, nyawa kamu sekarang berada dalam bahaya, tapi bapak tidak akan membiarkan itu terjadi, karena kamu sudah bapak anggap sebagai anak sendiri” ungkap pak Guntur, membuat Rara tersenyum haru mendengar penuturan pak Guntur.


“apa maksud bapak mengatakan bahwa nyawa istri saya dalam bahaya” ucap arif sedikit emosi, ia tidak ingin mendengar pernyataan itu tapi itulah kenyataan nya


“bapak tahu perasaan mu, tapi bapak lebih tahu sifat saudara bapak itu sangatlah pendendam, dan ia tidak akan pernah melepaskan dengan mudah  orang yang sudah mengusik hidup nya, maka dari itu bapak mau bertemu dengan kalian untuk mencari cara agar bisa menangkap kembali ayah Thalia” mohon pak Guntur


“ta’tadi aku melihat thalia di bawah bertemu dengan ayah nya, mereka bertemu diam-diam di depan gudang yang jarang sekali di lalui oleh karyawan, kalian bisa mengecek CCTV nya, bahkan sebelum keruangan mu aku berada satu lift dengan Thalia” perkataan rara langsung mengalihkan pandangan ke 4 pria  di dalam ruangan tersebut.


“apa” ucap mereka secara bersamaan


“maafkan aku, aku tidak mau bertindak gegabah, lagi pula apa kalian semua yakin semuanya akan aman jika tadi kita langsung menghubungi pihak keamanan, apa kalian yakin tidak akan ada korban sedangkan ada banyak karyawan yang masih berkeliaran di kantor ini” ucap Rara sedikit ragu


“benar yang dikatakan rara pak Arif, tidak menutup kemungkinan jika penjahat tersebut membawa senjata api yang bisa mengorbankan nyawa para karyawan di perusahaan ini” ucap andi, membuat mata arif terbelalak kaget mendengar panggilaan andi terhadap istri nya .


“rara, kau bilang tadi rara, sejak kapan kau begitu akrab dengan istri ku?” ucap arif menghunuskan tatapan tajam ke arah andi, membuat andi langsung terdiam ketakutan karena keceplosan, ya memang rara lah yang meminta andi untuk menyebut nama nya saja.


Sedangkan radit yang melihat nya hanya menggelengkan kepala nya, sedangkan pak Guntur terkekeh kecil melihat sikap posesif arif terhadap istri nya.


“Arif, kau ini apa-apaan, biarkan saja, lagi pula aku sendiri yang meminta andi untuk berbicara layak nya teman, karena sekarang memang kami sudah beteman” protes rara membuat arif mengepalkan kuat-kuat tangan nya karena menahan kekesalan nya.


“kenapa kalian jadi ribut seperti ini, sebaik nya sekarang kita pikirkan rencana untuk menjebak thalia dan juga ayah nya” ucap radit yang seketika mengalihkan perhatian semua orang di dalam ruangan tersebut.


“hmm, maaf pak kalau boleh saya berpendapat, tapi pak seperti nya kita perlu bantuan teman-teman pak arif dan pak radit lagi untuk menjebak thalia” ucap andi.

__ADS_1


“ya seperti nya kita perlu bantuan mereka lagi, terutama celsea, ya seperti yang kau tahu thalia akhir-akhir ini seperti nya thalia sangat dekat dengan celsea” timpal radit


“tidak, saya tidak setuju dengan ide kalian semua, di sini aku yang bermasalah, jadi biarkan aku sendiri yang terlibat di dalam nya, tidak usah melibatkan teman-teman kalian, karna saya tidak mau mereka semua celaka karena saya”  celah rara tidak setuju


“tapi nyawa mu dalam bahaya nak” ucap Guntur, rara mnggelengkan kepala nya


“lalu bagaimana dengan mereka, apakah dengan melibatkan mereka semua, nyawa mereka tidak dalam bahaya, justru semakin banyak orang yang terlibat, semakin banyak orang yang akan menjadi korban” semua orang terdiam mendengar ucapan rara, karena apa yang rara ucapkan memang benar.


Baru saja arif ingin berbicara tapi tiba-tiba pintu ruangan terbuka lagi, menampakkan celsea, egi indra, dan juga gino


“maaf kami tadi menguping sedikit pembicaraan kalian semua” ucap gino, dan kini mereka berempat sudah duduk mengambil tempat yang masih kosong


“kenapa bisa kalian semua berada di sini?” tanya arif dengan kening yang berkerut


“tadi radit yang menghubungi kami, dan juga pintu ruangan kau sedikit terbuka, jadi sedikit tidak nya kami mendengar pembicaraan kalian semua, untung saja kami yang mendengar nya bukan thalia, asal kalian tahu thalia hampir saja mendengar pembicaraan kalian kalau tidak ada gino yang menghalangi nya” ucap egi, menghembuskan nafas lega nya.


“sudahlah lupakan itu semua, sekarang lanjutkan pembahasan kalian tadi” pinta indra


Rasa nya rara benar-benar ingin keluar dari ruangan tersebut, karena merasa diri nya benar-benar tidak pantas dan tidak nyaman bergabung dengan mereka semua, dan arif menyadari perubahan sikap istri nya yang terlihat cemas.


“kau harus tetap di sini, dan apa pun keputusan ku setuju tidak setuju kau tetap harus setuju, karena ini demi keselamatan kita semua” ucap arif menatap lekat wajah istri nya dan menggenggam tangan istrinya erat. Membuat rara dengan terpaksa mengaanggukkan kepala nya pasrah, karena di sini bukan hanya mereka tapi juga ada pak Guntur dan juga gino.


.


.


.


 


 


.

__ADS_1


jangan lupa terus support karya author ya teman-teman, berikan LIKE dan VOTE mu serta komentar-komentar postive kalian untuk author


__ADS_2