Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 97


__ADS_3

Radit tidak bisa berlama-lama karena ia harus segera kembali ke kantor, jadi radit terlebih dulu pamit setelah mengantarkan arif dan rara pulang


Sementara arif ia langsung merebahkan diri nya di atas tempat tidur setelah mereka tiba di kamar, dengan ragu-ragu rara berjalan menghampiri suami nya yang terlihat menumpuhkan lengan kanan nya di atas dahi nya


“arif apa kau butuh sesuatu”? arif hanya menggelengkan kepala nya sebagai jawaban


“baiklah kalau begitu aku mau ke bawah dulu” sambung rara


“kau mau kemana? Tanya arif, yang kini sudah mengubah posisi nya menjadi duduk


“aku hanya ingin menyiapkan makanan untukmu” ucap rara mata nya terus memandang ke arah suami nya


“tidak perlu repot-repot, ada bibi di bawah, jadi sebaik nya kau beristirahat, kau juga baru sembuh kan” lagi-lagi ucapan arif terdengar dingin


“tunggu apalagi, ayo kemarilah” tiba-tiba arif menarik lengan istri nya dan menuntun nya untuk ikut merebahkan diri nya di samping nya itu. Rara hanya diam dan menurut akan perkataan suami nya itu.


Tiba-tiba tubuh rara berdesir hebat, saat merasakan tangan suami nya itu melingkar dan memeluknya dengan erat


“tidurlah, kau tidak boleh terlalu lelah, mulai sekarang perhatikan kondisi tubuh mu” ucap arif sebelum ia memajamkan mata nya


Entahlah rara merasa sikap arif terkesan kembali dingin, tapi di sisi lain rara juga dapat merasakan sikap suami nya yang begitu perhatian terhadap nya


Perlahan-lahan kelopak mata rara terbuka, ia mengedarkan pandangan nya ke segala penjuru kamar, namun ia tak menemukan keberadaan suami nya itu, samar-samar rara dapat mendengar suara canda tawa dari lantai bawah,


karena memang pintu kamarnya sedikit terbuka


Dengan malas-malasan rara beranjak turun, ia penasaran  ingin melihat ada apa di bawah sana, rara


dapat melihat dari jauh di sana juga ada celsea, egi dan indra, namun entah


mengapa dada rara terasa sesak saat menyaksikan suami nya itu duduk


bersebelahan dengan seorang wanita yang baru saja ia lihat pertama kali, bahkan


dengan jarak yang sangat dekat, bahkan mereka berdua terlihat sangat akrab


sekali. nampak sekali dari binar wajah suami nya itu begitu bahagia


Mereka semua terlihat tak henti-henti nya tertawa lepas, apalagi


suami nya itu bahkan sesekali wanita itu terlihat mengelus lembut lengan kanan


arif yang terkena luka tembakan, hal itu sontak membuat hati rara semakin sesak


saat suami nya itu bahkan tak menolak elusan dari wanita tersebut.


Karena tak ingin lebih lama menyaksikan pemandangan yang akan membuatnya semakin sakit hati, rara memutuskan untuk kembali ke kamar suami nya itu


Namun suara seseorang menghentikan langkah kaki rara


“rara kau mau kemana?” teriak indra, seketika membuat perhatian arif langsung mengarah ke istri nya membuat arif begitu terkesiap kaget, begitu pun celsea, indra dan juga wanita cantik yang duduk bersebelahan dengan arif


Rara menghembuskan nafas nya kasar, cepat-cepat ia menghapus jejak-jejak air mata nya itu, lalu memutar balik badan nya menghadap ke arah arif dan juga teman-teman nya.


“maaf jika aku mengganggu kalian, kalian lanjutkan saja, aku mau ke atas dulu, permisi” sebisa mungkin rara memaksakan diri nya untuk tersenyum

__ADS_1


“rara kau mau kemana, aku ingin memperkenalkanmu dengan seseorang” ucapnya yang tiba-tiba kini sudah mencekal tangan rara


“maaf, seperti nya lain kali saja, kepalaku tiba-tiba pusing” ucap rara tak bohong


“kalau begitu aku akan  mengantar mu ke atas, ayo……., kenapa kau diam” ajak arif, padahal rara sudah menolak tapi arif tetap kekeh ingin mengantarkan istri nya itu ke kamar nya, tentu nya setelah mengantarkan rara ke kamar nya arif kembali lagi ke bawah untuk menemui teman-teman nya dan juga wanita cantik itu


****


Sudah sedari tadi arif memperhatikan istri nya, arif benar-benar di buat serba salah, karena sudah berapa kali ia mengajak istri nya itu berbicara, tapi istrinya itu terkesan menghindar dan hanya menjawab singkat setiap kalimat yang arif ucapkan, ya setelah makan malam, arif langsung ikut mengekori istri nya ke kamar yang memang menyelesaikan makan malam nya terlebih dahulu


“rara kau ini kenapa, kenapa tiba-tiba kau jadi pendiam


seperti ini, dari tadi aku perhatikan kau juga terus saja melamun?” tanya arif


yang memang sudah tidak tahan lagi di diamkan


“aku tidak apa-apa, oh iya arif apa kau sudah meminum obat mu? Arif merasa seolah-olah rara mengalihkan pembicaran, namun arif tetap menganggukkan kepala nya


“Baiklah kalau begitu selamat tidur” namun arif tiba-tiba menahan tubuh rara yang ingin membelakangi nya


“aku tidak akan membiarkan mu tidur, sebenar nya ada apa dengan mu, kenapa kau tiba-tiba mendiamkan ku seperti ini? Bahkan sejak tadi kau berusaha menghindariku” ucap arif sedikit emosi


“aku, memangnya ada apa dengan ku, bukankah dari kemarin-kemarin kau yang berusaha menghindar dariku, bahkan aku merasa sikapmu kembali berubah dingin lagi kepada ku” tutur rara, arif di buat bungkam


“rara aku tidak bermaksud begitu, hanya sa…” ucapan arif terpotong


“tidak perlu kau jelaskan, aku sudah mengerti, jadi besok lusa aku akan kembali ke kampung halaman ku, kau tidak perlu khawatir,, pelan-pelan aku akan menjelakan semuanya ke orang tua kita” ucap rara memaksakan diri nya tersenyum, kini ia telah mengubah posisi nya menjadi duduk begitu pun dengan arif


“apa maksudmu, kau tidak boleh pergi, kau harus tetap disini bersamaku, aku tidak akan pernah lagi melepaskanmu, rara tolong aku benar-benar tidak ingin berpisah dari mu” ucap arif penuh penekanan, bahkan kini tangan nya terlihat ikut meremas pelan ke dua bahu istri nya


“jangan seperti ini, kau bisa saja membuatku salah paham jika sikapmu terus seperti ini” tiba-tiba rara menepis tangan suami nya


“apa maksud mu? Sikap ku yang mana yang membuat mu salah paham, tolong katakan padaku” ucap arif memelas


“tidak perlu berpura-pura, aku tahu kau dan wanita itu pasti mempunyai hubungan, bahkan kalian berdua terlihat sangat cocok, jadi mulai sekarang lepaskan aku, aku benar-benar tidak akan kuat jika kau membuatku terluka lagi” teriak rara meluapkan seluruh emosi nya, kini air mata rara  tak bisa terbendung lagi


“aku bersumpah tidak memiliki hubungan apa pun dengan laura, tolong percaya padaku” arif benar-benar frustasi dengan pernyataan istri nya


“kau jangan berbohong, aku bahkan bisa melihat melalui tatapan mata kalian berdua, kau bahkan tidak mengalihkan matamu ketika berbicara pada nya, jadi jika kau mau bersama nya, aku akan melerakan mu, tapi


tolong ceraikan aku terlebih dahulu” ucap rara dengan penuh permohonan


“rara” bentak arif, kali ini arif benar-benar tidak bisa membendung emosi nya


“lihat aku, tatap aku, aku bersumpah aku tidak memiliki hubungan apa pun dengan laura” kali ini arif kembali memelankan nada suara nya, saat menyadari istrinya itu terlihat ketakutan


“kau berbohong, aku tahu kau berbohong, bahkan kau pernah menaruh foto wanita itu di kamar mu, bahkan kau marah dan membentakku habis-habisan saat aku baru saja memegang foto wanita itu” kali ini arif di buat bungkam, bahkan ia terlihat memejamkan mata nya, ya memang benar arif pernah memarahi istri nya karna foto laura


“rara dengarkan aku dulu, aku bisa menjelaskan semuanya, laura itu adik sepupu ku yang baru saja pulang dari luar negeri, dan untuk masalah foto itu, aku benar-benar minta maaf karena sudah memarahimu  waktu itu, aku bersumpah aku benar-benar menyesali semua perbuatan kasar ku padamu” namun rara menggeleng-geleng masih belum percaya dengan apa yang di katakana arif


Kali ini arif menangkupkan tangan nya di wajah istri nya, memaksa dengan lembut  agar rara mau melihat ke arah nya, namun sekuat tenaga rara melepaskan tangkupan tangan suami nya  itu, air mata nya bahkan terlihat


semakin merembes di ke dua pipi nya


“laura sudah ku anggap sebagai adik kandung ku sendiri, begitu pun sebalik nya, aku menyayangi nya hanya sebagai adik, itu lah mengapa aku berani memajang foto nya di kamarku, aku kasihan pada nya karena ke dua

__ADS_1


orangtua nya sudah meninggal, dia bahkan tidak punya keluarga selain keluarga ku, karena itu kami sangat menyayangi laura” kali ini rara di buat terkesiap mendengar penuturan suami nya.


“tolong percayalah pada ku, aku sama sekali tidak berbohong, kalau kau tak percaya aku akan menlpon ibu sekarang juga, kau bisa tanyakan tentang laura kepada ibu, bahkan laura sangat berharap ingin bertemu dan berbicara banyak pada mu” rara dapat melihat tidak ada kebohongan di mata suami nya itu


Kali ini arif kembali memberanikan dirinya untuk menghapus sisa-sisa air mata istri nya yang masih terlihat mengenang di pelupuk mata nya, kali ini tidak ada penolakan membuat hati arif begitu bahagia


“tolong percayalah padaku, rasa nya aku ingin membunuh diri ku sendiri saat kau mengatakan ingin pergi meninggalkan ku apalagi ingin bercerai dari ku, jadi tolong jangan pernah berfikir untuk pergi meninggalkan


ku atau aku benar-benar akan mati karena kehilangan mu” sambung nya


“kenapa? Padahal dulu kau sangat kejam pada ku, bahkan kemarin aku merasa sikap mu juga berubah dingin lagi pada ku” tanya rara


“because I love you, aku minta maaf sebelum nya kalau kau merasa jika sikapku kembali dingin lagi, itu aku lakukan karena aku kesal terhadap mu, kau sendiri kenapa tidak memberitahu ku jika kau hamil” mendengar itu sontak membuat diri rara terkesiap, entah karena apa, namun membuat mata rara kembali berkaca-kaca


“padahal aku ingin mendengar langsung dari mulut mu, tapi kau masih tetap bungkam akan kehamilanmu, bahkan kau meminta celsea untuk merahasiakan nya, kenapa kau lakukan itu? Tanya arif  mengintrogasi, kali ini arif yang terlihat marah


“aku takut, kau ingat dulu kau pernah mengatakan aku murahan, wanita ******, aku takut kau akan kembali berfikir seperti itu kepada ku, bahkan kita baru melakukan nya satu kali, aku takut jika kau tidak akan percaya jika anak yang aku kandung adalah anak mu, aku takut” ucap rara, kali ini isak tangis nya kembali terdengar


Sumpah demi apa pun arif benar-benar mengutuk diri nya yang dulu, bahkan ia ingin menenggelamkan diri nya di dasar laut mengingat semua perbuatan jahat nya dulu


“maaf kan aku, tolong maaf kan aku, kau bisa membalasku, aku bahkan tidak akan marah jika kau ingin membunuhku sekarang juga, tapi tolong maaf kan aku” arif membenamkan tubuh istri nya itu di pelukan nya, ia tak


henti-henti nya mengucapkan kata maaf


“dasar bodoh, apa kau pikir aku akan membunuh mu setelah kau menghamili ku” ucap rara


Hal itu sontak mengundang gelak tawa arif, arif benar-benar bahagia malam itu, begitu pun dengan rara, tapi juga rasa malu di hati rara, rara benar-benar malu, kenapa juga ia harus cemburu dengan sepupu suami nya itu.


"tapi tunggu dulu apa kau cemburu dengan laura? tanya arif, kemudian ia melepaskan dekapan nya dari tubuh rara lalu berali merebahkan diri nya mensejajarkan diri nya dengan perut istri nya itu, rara benar-benar merasa geli saat arif tak henti-henti nya menciumi dan mengelus-elus lembut perut nya


"kau pikir nya bagaimana?" rara kembali bertanya dengan ketus nya


"jadi kau benar-benar cemburu, kalau kau cemburu, ehh itu arti nya kau juga sudah mencintai ku"ucap arif begitu girang bahkan arif kini sudah kembali merubah posisi nya menjadi duduk dan menghadap langsung ke arah istri nya


"aku mengantuk, ingin tidur" ucap rara yang ingin mengalihkan pertanyaan suami nya


"jawab dulu pertanyaan ku" pinta arif


"arif aku benar-benar mengantuk" kini rara sudah merebahkan diri nya membelakangi suami nya


"baiklah, baiklah, malam ini aku akan melepaskan mu, tapi menghadaplah sini, aku benar-benar merindukan mu" arif tak henti-henti nya memaksa istri nya itu agar mau menghadap ke arah nya, ya dan usaha nya tidak sia-sia


"arif jangan terlalu kencang-kencang memelukku, kasihan bayi nya" ucap rara saat arif mendekap erat tubuh nya


"haha baiklah sayang ku" ucap arif, ia benar-benar bahagia malam itu, begitu pun dengan rara


.


.


.


.


jangan lupa terus dukung novel ini ya teman-teman, klik tombol LIKE dan Vote nya ya buat author

__ADS_1


__ADS_2