
sumpah demi apa pun hati arif benar-benar sakit mendengar suara tangisan istri nya, apalagi melihat air mata istri nya yang tak henti-hentinya merambah jatuh bercucuran.
“tolong jangan sakiti istriku” arif tak henti-henti nya memohon, menangkupkan kedua tangan nya
“kau bilang lepaskan, setelah istrimu ini sudah berhasil membuatku menjadi seorang buronan, dan juga kau yang sudah menolak putriku thalia secara mentah-mentah, cuih, aku tidak akan melepaskan istri mu begitu saja” ayah thalia semakin menjambak kuat rambut rara, membuat rara merintih kesakitan
“aku mohon jangan sakiti istri ku, aku janji, aku janji akan memenuhi semua keinginanmu, asal kau mau melepaskan istri ku” mata arif bahkan sudah terlihat berkaca-kaca, membuat ayah thalia tersenyum menang, dan dengan sengaja ia semakin menguatkan tarikan di rambut rara.
“aku bilang hentikan brengsek, aku bersumpah akan menghabisi mu jika kau berani melukai istriku” emosi arif semakin tak bisa ia kendalikan melihat istri nya saat ini.
“aku tak akan segan-segan melukaimu istrimu jika kau berani melangkahkan kakimu lagi” ancam ayah thalia, membuat arif dengan terpaksa menghentikan langkahnya. Arif mengepalkan ke dua tangannya menahan semua emosi yang membuncah di hati nya.
“perutku sakit, tolong aku, perutku benar-benar sakit” ucapnya lirih, wajah nya benar-benar pucat pasih kerena menahan sait perut yang tiba-tiba melanda nya, hal itu membuat arif menjadi kalang kabut, arif benar-benar cemas, rasa nya ia benar-benar ingin melenyapkan ayah thalia saat ini juga
“thalia, lihatlah kau benar ternyata ayahmu memang benar-benar brengsek, kau benar dia memang psikopat gila”” ucap arif tiba-tiba, membuat ayah thalia dengan reflex menolehkan kepalanya ke belakang dan saat ayah thalia menoleh dengan sigap arif bergerak cepat kearah istri nya dan menghajar ayah thalia berharap agar istri nya itu bisa terbebas.
tentu saja arif berbohong tentang thalia, ia hanya ingin mengalihkan perhatian ayah thalia sehingga ia bisa mencari celah untuk menyelamatkan istri nya, sedangkan thalia yang sebenarnya saat ini pasti sudah di urus oleh celsea dan teman-teman nya yang lain.
tiga pukulan berhasil arif daratkan di bagian wajah dan perut ayah thalia, membuatnya jatuh tersungkur ke atas permukaan tanah, dan dengan sigap juga arif menarik istri nya itu ke dalam pelukan nya.
“arif perutku sakit” ucap rara lemah di pelukan suami nya, wajahnya benar-benar pucat pasih
__ADS_1
“sialan, brengsek, kau benar-benar kurang ajar, kalian sudah menipuku” teriak nya saat ia terjerembah jatuh menyentuh tanah
sementara arif saat ini masih menenangkan istri nya dalam dekapan nya “tenanglah, kau aman bersamaku, setelah ini kita ke rumah sakit ya” ucap arif semakin mengeratkan pelukan nya, ya saat ini pikiran arif hanya fokus kepada istri nya, hingga sampai tak menyadari bahaya yang akan mengancam nyawanya
“aku bersumpah akan menghabisi kalian semua” teriaknya
emosi, dan dengan segera ia bangun mengeluarkan sebuah pistol yang berada dalam saku celana nya.
Namun tib-tiba
“hentikan bambang, sudah cukup kau benar-benar sudah keterlaluan” terdengar suara bariton dari arah belakang, membuat ayah thalia dan arif menoleh, tapi tidak untuk rara, karena memang kondisi nya saat ini sudah setengah sadar
“kau” ucapnya
“ya ini aku, saudaramu, sadarlah, sampai kapan kau akan seperti ini, dendam tidak akan pernah menyelesaikan sebuah masalah jadi hentikan semua kejahatanmu” ucap pak guntur
"tidak akan, aku bersumpah akan menghancurkan kalian semua, terutama kau" teriaknya lalu mengarahkan pistol yang di pegangnya ke arah pak guntur
DORR
terdengar bunyi tembakan yang menggema di halaman villa tersebut membuat rara yang setengah pingsan membuka matanya paksa
__ADS_1
"sialan kalian semua" aduh ayah thalia sembari memegang tagan nya yang saat ini terlihat bersimbah darah, karena memang tembakan tadi bukan ia yang melakukan nya, melainkan tembakan dari salah seorang bodygard khusus yang untungnya bisa melumpuhkan ayah thalia dengan menembaki lengan tangan nya.
"nak arif lebih baik kau bawalah istri mu itu ke rumah sakit" ucap pak guntur terlihat sangat khawatir melihat kondisi rara yang benar-benar sudah lemah. dan dengan tergesa-gesa arif merangkul dan menuntun istri nya pergi dari tempat berbahaya tersebut.
" arif rara, awas" teriak pak guntur, saat melihat senjata yang di pegang oleh saudaranya sudah melesatkan peluru mengarah kepada rara, namun dengan segera arif mendekap erat tubuh istri nya untuk melindungi nya dan
DORR
"rara, kau tidak apa-apa kan" ucap arif lirih bersamaan dengan itu suara hentaman tembakan kembali terdengar
"arif, kau" ucap rara cemas dengan suara lemahnya saat mendapati darah tepat di punggung suami nya, tangan rara bergetar hebat tatkala ia menyentuh darah tersebut di punggung suami nya. bersamaan dengan itu wajah arif tiba-tiba berubah menjadi pucat pasih, namun sekuat tenaga arif menahannya, bahkan arif masih mampu menyematkan seulas senyum di bibir nya untuk istrinya yang saat ini yang masih berada dalam dekapan nya.
"aku tidak apa-apa" ucapnya, namun setelah itu arif sudah tak sadarkan diri, membuat rara berteriak-teriak menangis memanggil nama suami nya.
.
.
.
jangan lupa terus dukung novel ini ya teman-teman
__ADS_1