
laura yang baru saja pulang dari jogging mencari-cari keberadaan kakak
sepupu nya itu, ia sudah berkeliling hingga sampai ke dapur namun belum juga
menemukan keberadaan mereka, padahal kan hari ini adalah hari minggu
“apa nona butuh sesuatu?” bibi yang sejak tadi sibuk membersihkan dapur bertanya kepada laura yg terlihat kebingungan melihat ke kanan dan ke kiri.
“eh iya bibi, apa bibi melihat kak arif dan kak rara” laura yang baru saja hendak melangkahkan kaki nya keluar
dapur kini menghentikan niat nya tatkala mendengar suara bibi mina
“maaf nona, sejak tadi saya belum melihat keberadaan nona rara dan juga tuan arif” jawab bibi mina jujur
“ya sudah bibi lanjutkan saja pekerjaan bibi, laura mau cari ke atas dulu, sebelum nya terima kasih ya bibi”
ucap laura sopan, membuat bi’ mina mengiakan dan kembali melanjutkan aktivitas nya yang sempat ia hentikan.
Di depan kamar kamar arif dan rara, laura terlihat ragu-ragu mengetuk pintu
“ketuk sajalah, lagi pula mereka tidak biasanya bangun kesiangan seperti ini” tiba-tiba laura menutup mulutnya
kaget, teringat akan sesuatu “apa jangan-jangan kak arif menyiksa kak rara di kamarnya, karena kejadian kemarin.
“kak rara, kak rara tidak apa-apa kan, kak arif cepat buka pintunya” laura terus berteriak dan menggedor-gedor pintu kamar kakak sepupu nya itu “kakak, bukan seperti ini cara nya, cepat buka pintu nya, kalau kakak tidak membuka pintu nya, laura dobrak, ihh kakak cepat, kalau sampai terjadi apa-apa dengan kak rara, laura sendiri yg akan bawa kak rara pergi dari hidup kak arif, kak cepat buka pintu nya” laura tak henti-henti nya berteriak
Sementara di dalam kamar arif yang mendengar suara teriakan adik sepupu nya itu harus membuka paksa mata nya, ia berdecak kesal kenapa sepupu nya itu selalu mengganggu diri nya setiap kali bersama rara.
Cepat-cepat arif memungut pakaian nya dan langsung mengenakan nya, karena tak mau membuat istri nya itu terganggu tidur nya karena suara cempreng adik sepupu nya itu.
Arif hanya membuka kecil pintu kamar nya dan hanya mengeluarkn kepala nya
“ada apa?” tanya arif dengan ekspresi datar
__ADS_1
“mana kak rara” laura mencoba mendorong pintu, tapi di tahan oleh arif “kak arif awas, laura mau masuk, laura mau memastikan kondisi kak rara” laura terus memaksa membuat arif berdecak kesal.
“jangan mendorong” ucap nya terus menahan pintu “rara sedang kelelahan, dia masih tertidur” arif yang langsung
tersadar dengan perkataan nya pun segera berdehem “ehmm, maksud kakak, kak rara mu itu masih tidur, jadi jangan menganggunya dulu, sana pergilah usir arif mengibaskan tangan nya
laura memicingkan mata nya tidak percaya “memangnya apa yang kakak lakukan sampai kak rara kelelahan” pertanyaan laura sontak membuat mata arif melotot membulat penuh
“astaga, anak kecil tidak perlu tahu, sana pergilah, kenapa kau jadi orang cerewet sekali” arif berucap kesal
“baiklah,baiklah laura pergi” tapi laura masih berusaha mengintip rara di balik pintu yang di tahan oleh arif
“sana pergilah, kenapa masih di sini” ucap arif semakin kesal
“awas saja kalau sampai sesuatu terjadi dengan kak ra” ucapan laura terpotong “sudah sana, sana, kau tenang saja istri kakak baik-baik saja, dan lebih baik turunlah” ucapnya sebelum menutup pintu dan mengunci kamar nya.
“menyebalkan sekali” laura berucap lirih, kemudian segera berlalu dengan kaki yang di hentak-hentakkan ke lantai.
“maafkan aku ya, kau pasti sangat kelelahan” bisiknya lembut, arif menatap dalam istriya yang masih terlihat
tertidur begitu pulas nya, tanpa sungkan lagi arif kembali membelai lembut wajah istri nya, dan memberikan kecupan bertubi-tubi di kening istri nya itu, membuat tubuh polos rara di balik selimut menggeliat kecil akibat sentuhan-sentuhan kecil yang di berikan oleh arif.
Kelopak mata rara yang terlihat bergerak-gerak secara perlahan kini mulai terpisah, beberapa kali rara mengerjap-ngerjapkan mata nya untuk menstabilkan cahaya yang masuk pada kornea mata nya.
“sayang kau sudah bangun” arif berkata menampilkan senyum manis nya “maaf apa aku membangunkan mu, kalau kau masih mengantuk, tidurlah lagi” ucapnya yang masih mengelus-ngelus lembut wajah istri nya, sedangkan rara yang baru mengingat kejadian semalam, matanya langsung membola penuh dan langsung menyembunyikan wajah nya di balik selimut, bagaimana pun ia masih malu dengan kejadian semalam.
Bagaimana suami nya itu menjamah setiap inci bagian tubuh nya dengan lembut, bahkan setelah pergulatan panas
mereka, arif dengan perasaan bersalah nya rela memasak subuh-subuh untuk istri dan calon anak nya itu,
Ya rara mengingat betul semalam, bagaimana ia menahan lapar di tengah-tengah pergulatan mereka hingga rara tak tak kuat lagi menahan nya
“arif sudah ya, hentikan dulu, aku lapar” ucap nya merengek jujur
__ADS_1
“maafkan aku, tunggulah di sini aku akan membuatkan mu makanan”ucap arif tergesa-gesa dengan perasaan bersalah, cepat-cepat ia turun dan memakai pakain nya lalu segera turun ke dapur untuk membuatkan makanan untuk istri nya itu. Bahkan beberapa kali arif sempat tersandung, mengingat hal itu membuat wajah rara kembali
bersemu panas bercampur malu.
Arif hanya menaikkan sebelah alis nya melihat tingkah istri nya yang begitu konyol di menurtnya
“jangan bilang kau masih malu, setelah apa yang terjadi semalam?” arif berkata dengan nada menggoda, tak
tanggung-tanggung, kini arif bahkan mulai menarik-narik kecil selimut istri nya “sayang kau bisa sesak jika terus sperti ini, ayo buka selimut mu” ucap arif, kali ini dengan nada yang terdengar khawatir.
Perlahan-lahan rara membuka selimut yang menutupi wajah nya, ya hanya wajah nya “jam berapa sekarang” tanya nya ragu-ragu
“sudah jam 9 lewat , apa kau lapar?” ucap arif membuat rara kaget
“apa? Kenapa tidak membangunkan ku, laura pasti sudah menungguku di bawah” ucap laura, baru saja ia hendak turun, namun dengan sigap arif langsung menggendong dan membawa istri nya itu ke kamar mandi.
“sudah ya, jangan lagi aku tidak akan sanggup” ucap rara memelas di dalam gendongan suami nya itu,
“ha? apa maksudmu sayang, aku hanya ingin mengantarkan mu kekamar mandi, tidak ada niat lain” ucap nya setelah menurunkan istrinya itu di dalam bathab lalu segera mengisi nya dengan air dan menuangkan sabun cair di dalam nya, arif menghela nafas nya “maaf kan aku ya, karena aku kau jadi bangun kesiangan” ucapnya mengelus kepala istri nya “mandilah,setelah itu panggil aku, aku akan menunggu mu di luar” ucapnya tersenyum, sebelum benar-benar meninggalkan istri nya, tak lupa arif langsung mencuri 1 kecupan di pipi istri nya itu, membuat hawa panas lagi-lagi menjalar di tubuh rara
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak untuk karya Author ya teman-teman, tekan tombol Like dan Vote nya, oh ia jngan lupa
tinggalkan komentar untuk karya Author juga ya
Oh ia BTW di sini ada nggak yang tidur nya udah kayak kebo, contohnya kayak si rara ini wkwkwkw, padahal kan
tadi si laura udah gedor-gedor dan teriak-teriak berulang kali. Hehe canda ya
__ADS_1