
",,,ah sok tau Lo. intinya kalau cewek di kasarin ya kabur lah" masa bodoh dari Adi dan dia berlalu pergi dari hadapan Marwan tuk melaksanakan tugas yang di perintahkan bosnya tadi bergabung bersama teman teman yang lain.
keesokan harinya, Khaira terbangun lebih awal setelah selesai sholat subuh Khaira keluar kamar. tujuannya ke dapur ingin bekerja membantu para pelayan yang ada di Mension seperti titah Ansar waktu pertama kali dia menginjakan kakinya di Mension mewah itu. dia tidak keberatan sama sekali. toh dia juga sering melakukan pekerjaan rumah saat waktu bersama ke dua orang tuanya. malahan dia juga pernah pergi keladang untuk membantu bapaknya yang berkebun.
" pagi semua" sapa Khaira
" pagi nyonya muda" jawab Ana sama bik Sumi yang pada mau bikin sarapan pagi, karna mereka berdua chef di Mension Ansar.
" jangan panggil saya begitu bik,mbak. meskipun saya dinikahi tuan Ansar tapi saya bukan nyonya disini." ujar Khaira dan mereka berdua yaitu bik Sumi dan Ana saling memandang, mereka menatap aneh ke arah Khaira dan mereka merasa tak nyaman dengan keadaan. Khaira mengerti dengan tatapan begitu lalu menjelaskan.
" panggil Khaira saja ya, saya sama disini kayak kalian, saya juga pembantu disini, jadi gak perlu sungkan. kita saling membantu ya?," mereka bertambah tak enak
" tapi nyonya" akhirnya Ana Berani bertanya
" saya memang istri, akan tetapi kalian kan tau titah tuan kalian kemaren seperti apa." jelasnya lagi
" kalau begitu biar rasanya sopan, kami panggilnya non Khaira aja ya?" tanya Ana lagi.
" ya boleh." jawab Khaira tersenyum menampakkan gigi ginsulnya yang manis. dan senyumnya menular kepada kedua chef tersebut.
" ya udah mau masak apa ni?, saya boleh bantu apa" tanya Khaira
" nyonya Patong sayura aja," kata bik sumi,.
" kok nyonya lagi sih bik." pura pura merajuk dengan bibir sedikit di monyongkan terlihat lucu dan gemesin dan mengundang gelak tawa diantara mereka.
" he ...he...he... maaf maaf belum terbiasa non.bibirnya jangan di monyong monyong gitu non,non Khaira terlihat aneh." ujar bibi sambil ketawa
" seperti apa bik, pasti seperti ikan mujair ya?" tawa mereka semakin menjadi mengundang perhatian banyak orang, tapi ada yang iri deh kayaknya.siapa lagi kalau bukan ayu si burung beo alias tukang ngadu.
__ADS_1
#######
selesai mereka memasak, Khaira langsung pergi dari dapur. dia tidak mau ketemu sama suami galaknya. dia pergi ke taman belakang tuk.melihat tukang kebun disana siapa tau dia dapat bantu bantu mereka. dia juga membawa sedikit sarapan tadi kira kira cukuplah untuk dia berbagi bersama kedua bapak bapak tukang kebun itu.
" hai pak, selamat pagi" sapa Khaira pada kedua bapak itu
" pagi non" jawab mereka serempak
" pak sini deh pak, kita sarapan dulu, nanti saya bantu bantuin bapak" ujar Khaira.
" tapi non" kata salah satu diantara mereka
" temani saya sarapan pak, nanti saya bantu bapak". ujarnya lagi bapak berdua itu langsung mendekat
" Alhamdulillah, kebetulan bapak juga belum sempat sarapan tadi neng" ujar si bapak yang satunya lagi
" mari mari pak silahkan di makan masakannya." tawar Khaira kembali
sementara di meja makan. bik Inah dan bik ijah melayani tuan muda ansar makan
" bik, perempuan itu ...." Ansar menjeda pertanyaannya dan langsung di mengerti bikninah
" non Khaira di kebun belakang tuan, lagi bantu suami bibik da mas paijo." jawab bik Inah.
" tadi non Khaira juga membantu saya dan Ana memasak tuan" beri tau bik Sumi mengundang perhatian ansar.dia langsung menoleh menatap sedikit tak suka yang di ucap bik Sumi.
" kata non Khaira, dia di perintah tuan tuk bantu bantu pekerjaan di rumah ini" bik sumi menjeda ucapannya
" dia juga tadi takut jika dia istirahat, tadi bibik nyuruh non Khaira makan dulu, tapi katanya dia takut tuan marah, akhirnya saya kasih bekal tuk non Khaira makan." ujar bik Sumi lagi Ansar hanya mampu menghela nafasnya dan memijit pelipisnya yang sedikit pening.
__ADS_1
"ya sudah biarkan saja" ujarnya Ansar. dan dia langsung mulai sarapannya setelah itu dia langsung pergi ke kantornya. sesampai di kantor Ansar langsung naik lift menuju ruangannya. sesampai di meja sekretarisnya menghentikannya dan menyampaikan berita
" pagi bos, " sapa Joe sekretaris pribadinya.
" pagi Joe"
... .". tunggu SAR, di dalam ada Kartika,. kayaknya lo kali ini semakin dibuat pusing deh akan dia." beritahu Joe
Ansar menata Joe menunggu kelanjutannya
" Kartika sedang mencari tahu tentang bini Lo tu si Khaira." jelas Joe lagi
" kita bahas ini nanti, kau temani gue sekarang" titah bos mutlak
" ok" mereka.langsung masuk keruangan.
didalam telah ada sekataris Vivi sedang menemani Kartika, begitu pintu dibuka oleh Joe Kartika lagsung menoleh
" halo sayang, selamat pagi" gaya yang centil dengan tidak tau malu Kartika langsung menghampiri Ansar dan ingin memeluknya, akan tetapi Ansar menghindar. Ansar langsung menarik Joe sebagai tameng. akhirnya Joe lah yang di peluk Kartika. ha ha ha rasai Lo
" ih apa sih meluk meluk ganjen banget" kesal Joe akan kartika yang sedang memeluknya sambil melepas tangan Kartika dari pinggangnya,dan Joe juga mengibas ngibas bajunya.seakan menghapus hasil dari pelukan Kartika tadi seperti menghapus kotoran. sedangkan sekretaris Vivi menahan tawanya. kalou bang Ansar mah langsung menuju ke kursi rajanya. dia seakan tak peduli apa yang sedang Kartika perbuat, dia tidak cemburu sama sekali. berbeda ketika Joe memegang Khaira ada rasa yg tak bisa dijelaskan dari hatinya. ketika Joe membantu Khaira waktu dia menyiksanya di kamar mandi. makanya waktu itu dia langsung marah dan menonjok juga mendorong Joe secara spontan. yang menimbulkan dampak yang sangat fatal sekali yaitu Khaira terdorong tak sengaja oleh kedua cowok yang tampan hingga membuat jidatnya terluka.
" apaan sih Joe, napa lo meluk meluk gue is". Kartika juga kesal sama kayak si Joe.
" apa Lo bilang, gue meluk Lo, ngaca dong, gak da kaca ya di rumah" Joe bertambah kesal
" is sayang... tu liat si Joe asisten dedemit kamu tu gatain aku, kenapa sih kamu betah banget sama dia, orang akunya ja sedetik aja kalou dekat dekat dia bisa pusing, apa lagi kamu yang bertahun-tahun. saya pecat aja gih" terang Kartika panjang kali lebar tak bermutu.
" Kartika cukup ini kantor bukan ajang pertunjukan, sebaiknya jika kau datang ke sini tidak ada yang penting pulang sana," usir Ansar dengan nada tegas.joe menatap Kartika sinis
__ADS_1
####№###*