
"Arif" ayah arif semakin menajamkan suaranya
"ayah, arif bisa jelaskan ini semua, ibu dan kakak percayakan sama arif"
"menjelaskan apa arif? jelas-jelas kalian hanya berdua di dalam ruangan ini, entah apa yang telah kau lakukan pada rara tanya ibu arif.
arif tak berkutip, percuma iyya menjelaskan, bahkan berbicara saja iyya tak di beri kesempatan
" ayah benar-benar kecewa sama kamu arif " ucap ayah arif kemudian berlalu pergi di ikuti oleh istri dan anaknya fahri.
.
.
.
sudah beberapa hari berlalu namun orangtua arif masih terus mendiamkannya, Dan kini sikap arif kembali dingin terhadap rara. dan hari ini fahri mengabarkan kepada arif malam ini iyya harus datang dengan rara, mau tidak mau arif harus menghubungi rara.
__ADS_1
malampun tiba kini mereka semua berkumpul setelah menyelesaikan makan malam yg di penuhi dengan aura yang mencekam, rara terlihat semakin menciut setelah umpatan-umpatan kasar kembali di lontarkan oleh arif sebelum kerumah orang tuanya, apalagi melihat tatapan yang tak bisa di baca dari semua anggota keluarga arif, bahkan fahri yang biasanya ramah terhadapnya kini tak berbicara satu katapun terjadap gadis itu.
dan disinilah mereka berkumpul tepatnya di ruang tamu, nampak wajah-wajah serius dari kedua orang tua paruh bayah tersebut.
"sudah sampai di mana hubungan kalian?" tanya ayah arif secara tiba-tiba.
arif yang terus menatap tajam ke arah rara kini beralih menatap ayahnya.
"maksud ayah apa? hubungan seperti apa yang ayah maksud? tanya arif kembali, karena bingung dengan hubungan apa yang dipertanyakan oleh ayahnya.
"kenapa kau bertanya kembali, bukannya kau sendiri yang tahu hubungan apa yang ayah maksud, tadi ayah sudah menghubungi keluarga rara tentang masalah ini" terang ayah arif.
"ini tidak seperti yang om pikirkan, rara mohon om percaya sama rara, rara dan arif tidak melakukan apa-apa, arif hanya menolong rara malam itu. saat ini kondisi keluarga rara sedang tidak baik-baik om, ayah rara sakit, jadi tolong jangan beri tahu berita ini kepada keluarga rara, terang rara, matanya terlihat berkaca-kaca.
ayah arif terlihat menghela nafasnya
" lalu kenapa malam itu rara tidak kau bawa kerumah? kenapa kau membiarkannya menginap di apartementmu arif, jelas-jelas kau adalalah seorang pria, kalian berdua menginap di tempat di mana tidak ada orang selain kalian berdua, seorang pria dan wanita, apakah menurut kalian itu wajar? apalagi ada kami bertiga yang melihatmu secara langsung berada di kamar yang sama, apakah itu tidak ganjal menurutmu?
__ADS_1
arif diam membisu, lidahnya kelu, pria itu membenarkan apa yang dikatakan oleh ayahnya.
"apakah ayah tidak percaya dengan arif? tanya arif yang merasa kecewa karena keluarganya sendiri tak percaya padanya.
" menurutmu? tanya ayah arif
"ayah itu karena... ucapan arif di potong oleh ayahnya
" karena apa? pokoknya ayah dan ibumu tidak mau tahu, kau dan rara harus menikah dalam waktu dekat ini.
arif dan rara sangat terkejut mendengar kata-kata menikah
"tapi ayah"
"tapi om" ucap mereka berdua secara bersamaan.
"tidak ada tapi-tapian, kalian harus menikah, kalau tidak jangan harap kau bisa bertemu ayah dan ibumu, lagi pula tadi om sudah menghubungi keluargamu, dan mereka setuju" ancam ayah arif.
__ADS_1
arif yang mendapat ancaman dari ayahnya tersebut mau tidak mau harus menerima keputusan yang di ambil oleh orang tuanya, namun dengan syarat hanya pihak keluarga yang akan hadir, ayah dan ibu arif sebenarnya keberatan tapi apa boleh buat mau tidak mau mereka harus setuju dengan persyaratan yang di ajukan oleh arif.