
saat ini arif sudah kembali ke jakarta bersama andi asisten nya, ya setelah hampir satu bulan berada di singapura menghabiskan waktu nya untuk bekerja dan bekerja, dan kepulangan arif pun ke jakarta untuk kembali bekerja,
tubuh arif sebenarnya sudah sangat lelah, namun arif tidak mau beristirahat dan menghentikan pekerjaan nya sebelum semua masalah perusahaan nya selesai,
arif menghela nafas nya gusar, arif benar-benar sudah tidak tahan lagi, dan tubuh nya kini benar-benar tumbang, radit dan andi yang melihat atasan nya jatuh tersungkur ke lantai sangat panik dan khawatir langsung menghampiri arif.
"pak arif, bangun pak" andi benar-benar cemas terhadap kondisi atasan nya itu, terlihat andi sedang menepuk-nepuk pipi atasan nya dengan pelan.
"tetaplah di sini, untuk sementara waktu kau handle urusan perusahaan, biar aku yang membawa pak arif ke rumah sakit" tutur radit tak kalah khawatir nya.
"baik pak, tolong jaga pak arif" radit menganggukkan kepala nya, lalu bergegas memapah arif menuju ke rumah sakit menggunakan mobil nya,
radit sudah mendengar bahwa arif benar-benar bekerja keras selama beberapa hari ini bahkan untuk istirahat dan makan pun hanya sesekali ia lakukan itu pun biasa nya harus di ingatkan dan di paksa oleh andi.
saat ini radit benar-benar bingung, ingin rasa nya radit menghubungi keluarga arif di singapura, namun arif sudah berpesan terlebih dahulu kepada nya bahwa tidak ada yang boleh tahu keadaan nya terutama keluarga dan istri nya, karena tidak mau membuat keluarga dan istri nya itu khawatir.
__ADS_1
ya saat ini arif harus melakukan bed rest, karena kondisi nya saat ini benar-benar lemah.
*****
sedangkan rara, saat ini sedang berkumpul bersama keluarga nya di ruang keluarga.
"kakak, apa pekerjaan kak arif masih banyak" tanya ario, ia benar-benar merindukan kakak ipar nya
"ia nak, bagaimana keadaan suami mu, apa kau tidak merindukan nya" sambung ayah rara
rara memeluk bundanya nya erat
"rara masih merindukan bunda, ayah dan ario, jadi rara masih mau berada di sini menghabiskan banyak waktu dengan kalian" tutur rara, padahal di balik hati kecil rara juga ikut merindukan suami nya
__ADS_1
*****
entah mengapa saat ini, tiba-tiba ia jadi teringat dengan suami nya, biasa nya suami nya itu akan mengirimkan pesan setiap hari nya atau menghubungi nya langsung, tapi kenapa hari ini belum juga ada notif pesan yang masuk dari arif
dan tiba-tiba ada satu pesan yang masuk dari nomor yang tidak di kenal, rara menelan saliva nya kuat, mata rara berkaca-kaca melihat dan membaca isi pesan dari nomor yang tidak di kenal tersebut.
.
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa terus support novel ini ya teman-teman, dengan cara klik tombol like dan vote nya