Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 44


__ADS_3

fahri segera melajukan mobilnya setelah berpamitan kepada arif dan rara, sebenarnya fahri sangat betah berada di rumah adiknya namun apa boleh buat karna iyya harus berangkat karena ada masalah pekerjaan, begitupun dengan rara, sangat senang karena kedatangan kakak iparnya karna dengan begitu arif sedikit bersikap baik dan romantis terhadapnya, ya meskipun itu hanyalah sandiwara.


"pindahkan barang-barang kotormu dan bersihkan kamarku sebersih-bersihnya, jangan sampai ada jejakmu yang tertinggal" setelah mengatakan hal itu kepada istrinya arif merogoh kunci mobil yang berada di saku celananya dan segera melajukan mobilnya tanpa memikirkan perasaan istrinya.


terdengar beberapa suara deru mesin mobil yang di tangkap oleh telinga rara, memang saat itu rara sedang menunggu suaminya karena sejak tadi sore hingga jam menunjukkan tepat pukul 10 malam, bahkan sudah sejak tadi rara menghubungi suaminya itu namun tak ada jawaban dari suaminya.


baru saja rara ingin membukanya, pintu tersebut sudah terbuka terlebih dulu dan menampakkan suaminya beserta para teman-temannya.


mereka semua berlalu masuk tanpa memperdulikan seseorang yang ada berada di hadapannya, rara hanya diam menundukkan pandangannya sembari meremas kuat tangannya, masih sangat teringat jelas diingatannya, ketika arif dan teman-temannya mengacuhkan, menghina bahkan mempermalukan dirinya. bahkan radit pun yang terlihat ramah terhadapnya kini bersikap dingin dan menghunuskan tatapan tajam terhadapnya, rara takut arif dan teman-temannya akan kembali memperolok dirinya.


"sampai kapan kau akan berdiri di situ? rara tersadarkan karena teriakan arif yang sedang berada di ruang tamu bersama teman-temannya.


dengan langkah ragu-ragu rara melangkahkan kakinya

__ADS_1


" jadi dia sekarang sudah jadi istrimu rif" egi berkata sembari menunjuk kearah rara.


"ya, seperti yang sudah ku katakan padamu tadi, aku menikahinya karena terpaksa" arif berkata tanpa beban di depan teman-temannya.


"aku tidak tahu reaksi apa yang akan di tujukan celsea ketika mengetahui hal ini, aku bahkan tak bisa membayangkannya, haha, untunglah tadi dia tidak ikut" indra berkata di selingi tawannya


"jadi apa yang akan kau rencankan kedepannya dengan istrimu ini arif" radit berkata sembari menghunuskan tatapan dingin kearah rara


"apa kau pikir aku gila, merencanakan masa depan dengannya" sembari menunjuk ke arah rara


"aku bahkan ingin lebih cepat berpisah darinya, melihat wajahnya saja aku muak, apalagi harus satu atap degannya, entah bagaimana nasibku kedepannya, tidak di kantor, tidak di rumah aku selalu saja berurusan dengannya" lanjut arif


"kenapa tidak kau pecat saja dia" ucap indra

__ADS_1


"tidak, tidak mungkin, karena saat ini dia memegang pengaruh penting, kau tahu sendirikan arif, istrimu ini adalah salah satu karyawan terbaik, ya meskipun terbilang baru tapi berkatnya kau bisa bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar salah satunya Big company" ucap radit


"benarkah itu arif? ucap egi antusias


" ya itu memang benar" ucap arif gusar


tak mau mendengar ce'emohan dari suami beserta teman-temanya itu, rara pamit dengan alasan ingin menyiapkan minuman namun langkahnya terurungkan tatkala mendengar ucapan arif


"tak perlu kau siapkan, apakah kau tak melihat kami


membawa apa, aku takut setelah memakan masakanmu kami akan keracunan" teriak arif karena melihat rara sudah jauh melangkahkan kakinya ke arah dapur


jangan lupa terus dukung novel ini ya teman-teman 😉

__ADS_1


__ADS_2