Apa Salahku

Apa Salahku
Izinkan


__ADS_3

" Istri loe Yan, rasanya kembali sendiri lagi, dia merasa dia gak punya siapa siapa? dan sekarang gue tanya sama Elo?" Ucap El mulai meluapkan kekesalannya


" Gimana Rasanya Hidup sendiri?" Tanya El pada Ryan


"


Ryan Diam dan tidak menjawab apa apa, karena dia merasakan saat ini dia  juga sedang sendiri dan itu jelas gak enak banget


" Elo berapa hari sendiri di sini Yan?" tanya Henny lagi dan Ryan hanya diam


" Elo sebagai suami kan juga tau gimana rasanya loe hidup sendiri, loe aja santai Yan gak ada tanggungan gak ada pekerjaan yang harus di selesaikan, gak ada santri yang harus di open juga" tambah Henny lagi dan Ryan terdiam menundukkan kepalanya  karena dia kembali merasa sangat bersalah


El sengaja menyidang Ryan agar dia juga bisa intropeksi diri agar bisa lebih baik lagi dan menyakiti adeknya lagi


" Lanjut lagi ceritamu coba, kalau elo gak ada niatan kenapa sampai elo datang dan minta izin menikah segala sama Zula, kan elo bisa nikah Siri doang bukan nikah resmi kalau loe memang gak ada niatan " Ucap El masih menyelidiki kasus Ryan yang entah apa alasan selanjutnya


" Dari awal memang gak ada niatan sama sekali bang, tapi karena Awalnya kami jalan sama anak anak, dan kalau di Aceh itu kan sangat ketat ya, ada satu hal yang membuat kami tertangkap dan harus di nikahkan di tempat, " ucap Ryan menjawab kejadian yang pernah terjadi


" Maksudnya?" tanya Henny bingung


Lalu Ryan menceritakan kejadian yang pernah di alaminya saat di mall dan ketahuan petugas


" Ya Allah... Berani banget dia" Ucap Henny kaget saat mendengar cerita Fatma yang membersihkan celana Ryan

__ADS_1


" Paling dia dekat dekat juga karena udah ngincer loe Yan" tambah Henny mulai curiga


" Gue gak tau kalau soal itu kak, dan saya mencoba mengelak pada petugas tapi bukan karena menolak, karena gue tau kalau di tolak di tempat dan gak mau mengakui nanti yang ada malah makin panjang dan jadinya di nikahkan sekalian, jadi gue cari alasan lain untuk merayakan saja, biar bisa lepas dari pengawas, tapi gue salah, termyata sampai rumah masih di awasi juga, hingga akhirnya Emak dan Putri justru makin semangat, dan gue kira juga Zula sudah mendengar semuanya dan akhirnya dia minta cerai" ucap Ryan kembali menundukkan kepalanyandan mengelap matanya


" Maksudnya??" tanya Henny lagi


" Anak anak yang juga meminta gue untuk menikahi Fatma, agar jadi ibu mereka, dan di situ mungkin Zula mendengar dan merasa sangat bersalah lagi, dan dia makin sendiri karena anak anak justru mendukung gue untuk lanjut dengan Fatma" jawab Ryan lagi


" Zula udah minta Cerai sama Elo?" tanya El lagi dan Ryan mengangguk


" Dulu saat awal gue dan bang El mengetahui semuanya udah kami sarankan, bukan untuk bercerai sih, tapi untuk stop keuangan kalian, dan Zula menolak karena di sana Elo sedang butuh perawatan dan anak anak yang perlu kebutuhan, itu alasan dia, loe sakiti loe tinggalkan dia gak pernah dendam sama elo Yan, dia tetap transfer uang ke Elo setiap saat, di mana masa keuanganmu menipis, istrimu selalu siap mengirim, demi elo, demi anak anak elo, dia menderita di atas kebahagiaan kalian" ucap El pada Ryan biar sekalian makin menyesal karena dia sadar dia bahagia dengan hasil kringat istrinya yang di sakiti


" Terus kapan loe Zula minta elo ceraikan dia?" Tanya El lagi karena El juga gak tau isi surat


Seketika Henny terdiam dan syok mendengar ucapan dan cerita dari Ryan, di usia mereka, gak ada yang mau pisah dari suaminya , hancur rumah tangganya


Henny sendiri menyadari dan gak pernah berharap ada hal seperti itu baik dari keluarganya apa lagi dirinya sendiri dan selalu berdoa semoga di jauhkan dari hal itu


El pun ikut Syok dan memejamkan mata sebentar, dia gak mau kalau sampai hal itu juga terjadi sama adeknya


" Gue lebih baik mati aja bang dari pada gue harus pisah sama Zula, percuma gue hidup 21 tahun sama dia kalau akhirnya gue harus pisah, dan makanya gue langsung pulang dan gue temui dia, kalau gue gak mau pisah sama dia" Lanjut Ryan lagi


" Dan ini adalah hari kedua bang, tadi pagi Bibi udah ambil berkas dari rumah, gue gak mau kalau sampai Zula beneran mengajukan gugatan tersebut, " Ucap Ryan lagi

__ADS_1


Dan kini Ryan pindah posisi dan lanjut duduk bersimpuh di pangkuan El dengan memohon pada El


" Izinkan Gue jumpa dengan Zula bang, gue mohon kasih di mana alamat Zula saat ini, gue gak mau pisah sama dia, gue mau kembali sama dia seperti sedia kala" Ucap Ryan penuh permohonan


El dan Henny saling tatap, dan mereka juga gak tega melihat Ryan yang begitu melas memohon untuk bertemu dengan Zula


Di sisi lain, di tengah kota Yogjakarta Aira dan Fatma masih melanjutkan tingkahnya yang senang senang di atas penderitaan orang lain, bukan orang lain melainkan ibunya dan bapaknyan sendiri yang sedang menghadapi masalsh besar awal dari tingkah keduanya


" Bunda mau apa lagi?" Tanya Aira pada Fatma dan menawarkan apapun yang Fatma mau


" Kita beli baju kople yuk bund" Ucap Aira lagi pada Fatma


" Boleh, tapi Bunda gak bawa uang banyak lho Ra ke sini" jawab Fatma mau memanfaatkan Aira


Ya karena tujuan utama Fatma ya itu numpang hidup sama Aira, secara anak sulung Zula itu ATM dan kartu kerditya no limit, artinya ATMnya gak pernah kandas walaupun di gunakan untuk apapun,


Ya namanya putri pemilik perusahaan perbankkan, selain udah tercatat sebagai ahli waris, Semua cucu Zain dan Jihan dapat jatah atau setoran yang gak ada batasnya


Ya untungnya Fatma belum minta aneh aneh sih, kan ya lucu kalau langsung minta aneh aneh, kan belum jadi apa apanya, nanti di curigai kapok malah gak dapat apa apa


" Bunda ih, apaan sih, Aira gak bakal minta Bunda bayar sendiri, " jawab Aira santai seolah gak ada masalah padanya


" Yang penting bunda bahagia, karena Aira tau kalau bunda butuh refresing sebegai pelampiasaan kesalahan papa yang ninggalin Bunda begitu aja" jawab Aira seoalh menjadi pahlawan ke malaman bagi Fatma yang gagal menikah dengan papanya

__ADS_1


__ADS_2