Apa Salahku

Apa Salahku
Eps. 79


__ADS_3

kepulangan arif ternyata di sambut senang oleh teman-teman nya, tak terkecuali chelsea pun terlihat turut hadir menyambut kepulangan arif dari rumah sakit, ya tentu saja ini pasti karena radit yang memberitahu mereka semua, sementara arif yang tidak tahu apa-apa hanya bisa terdiam karena memikirkan sesuatu, tentu saja memikirkan perasaan istri nya yang nampak nya tidak nyaman dengan kehadiran teman-teman nya, namun saat ini arif tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali hanya diam dan terus menerus menggenggam tangan istri nya, sementara gino sudah pulang, setelah mengantarkan arif dan rara sampai di depan pintu rumah, karena ada pekerjaan mendadak yang sangat penting yang tak bisa ia tinggalkan.


"suprise" ucap teman-teman arif secara bersamaan


"syukurlah kau sudah pulang" ucap radit yang menepuk ke 2 bahu sahabat nya kemudian memeluk sahabat nya itu erat, begitu pun dengan egi, indra dan juga celsea mereka semua memeluk arif secara bergantian.


"terimakasih rara, karena kau sudah menjaga dan merawat arif dengan sangat baik" ucap radit tulus, namun tak di respon oleh rara, karena pikiran dan pandangan nya pun saat ini tengah kosong


arif yang melihat istri nya terdiam dan juga terlihat sedikit pucat segera memegang bahu rara


"rara, hei ada apa dengan mu" tanya nya lembut karena saat ini arif sadar bahwa diri nya lah yang sudah membuat istri nya bersikap seperti itu


"haa? tidak apa-apa" ucap rara yang baru saja tersadar dari lamunan nya, sembari menggeleng-gelengkan kepala nya


"maaf, saya rasa saya harus kebelakan dulu" ucap nya tiba-tiba melepaskan paksa genggaman suami nya, lalu segera berlalu dengan cepat dari ruang tamu meninggalkan suami beserta teman-teman nya.


"rara mau ke mana?" ucap arif setengah berteriak, namun tidak di gubris oleh rara, sementara radit, egi, indra dan juga celsea hanya bisa terdiam menyaksikan kepergian rara.


sebenar nya arif sangat ingin menyusul istri nya, namun tidak mungkin juga kan jika arif harus meninggalkan teman-teman nya, yang selama ini juga sudah sangat baik terhadap diri nya, dan lagi pula ada hal penting yang harus arif tanyakan kepada radit menyangkut perusahaan nya.


"ehm, ehm, ayo sebaik nya kita duduk dulu" arif berdehem menyadarkan semua teman-teman nya yang saat ini  terlihat tengah terdiam menyaksikan kepergian rara yang terlihat terburu-buru


"terimakasih karna sudah meluangkan waktu kalian untukku, tapi kalian tidak perlu bersusah-susah melakukan ini semua, sedangkan kalian semua juga sudah  punya kesibukan masing-masing, kalau begini kan lagi-lagi aku jadi merepotkan kalian lagi" ucap arif setelah berhasil mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu milik nya.


"hei kau ini bicara apa, kita semua sudah lama berteman, jadi sesibuk apa pun kita, kami semua pasti akan meluangkan waktu, kau pun juga sering seperti itu" ucap egi

__ADS_1


"iya, kau ini bicara apa" tambah celsea


"tapi istrimu bagaimana, seperti nya dia terlihat sangat tidak nyaman dengan kehadiran kami semua, aku jadi merasa bersalah terhadap nya" ucap indra dengan sorot mata sendu nya


"ya kalian pasti sudah tahu alasan nya, tapi kalian tidak usah khawatir, istri ku sangat baik, dia pasti akan memaaf kan kalian, tapi butuh waktu entah sampai kapan, dan juga ini semua bukan sepenuh nya salah kalian, aku yang sudah membuat nya seperti itu" suara arif terdengar sangat sedih, namun masih berusaha menyematkan seulas senyum di bibir nya.


"oh ia radit, bagaimana masalah perusahaan? tanya nya kepada radit,untuk mengalihkan pembicaraan karena tak mau membicarakan istri nya.


"urusan perusahaan semuanya sudah beras, meskipun belum normal sepenuh nya, dan ini semua berkat istri mu, yang sudah berhasil meretas kembali data-data perusahaan mu dan mengungkap siapa dalang di balik semua masalah perusahaan" ucap radit


"apa maksud mu?" ucap arif tak menyangka


"andi, andi yang sudah memberitahuku, tapi kau jangan memberi tahu istri mu, karna istri mu itu tidak mau kita mengetahui ini semua kecuali andi, andi sendiri yang sudah memberitahuku, bagaimana usaha rara agar dapat menormalkan perusahaan mu kembali, secara diam-diam istri mu itu menghubungi andi  dan meminta alamat email dan sandi serta  data-data perusahaan mu" ucap radit, seketika arif teringat akan istri nya yang saat merawat nya di rumah sakit selalu berada di depan laptop dengan alasan yang menurut arif masuk akal karna harus mengontrol kafe milik nya dari jauh yang saat ini di percayakan kepada adik nya,


"istri mu itu sangat cerdas dan hebat, kalau bukan karna nya mungkin aku tidak akan bisa beristirahat dengan tenang" lanjut nya lagi, yang tanpa sadar membuat mata arif berkaca-kaca


“aku rasa aku harus beristirahat” ucap arif tiba-tiba  sambil mengerjap-ngerjap kan mata nya yang terlihat sedikit mengeluarkan embun karena menahan rasa perih di sudut mata dan hati nya.


"untuk masalah perusahaan mu, tolong jangan beri tahu istri mu dulu, pasti ada alasan mengapa ia tidak mau memberi tahu diri mu, dan untuk pelaku yang sudah membocorkan data-data perusahaan mu kau tenang saja, mereka ber 3 sudah aman di tangani oleh pihak yang berwajib" ucap radit namun tak di pedulikan oleh arif, karena saat ini pikiran nya hanya tertuju kepada istri nya, istri nya dan istri nya.


"arif apa kau baik-baik saja" ucap celsea menyadarkan arif dari lamunan nya


"ya aku baik-baik saja" ucap arif mengangguk-anggukkan kepala nya lemah


"baiklah kalau begitu kami semua pamit dulu, tolong sampaikan permintaan maaf dan juga terima kasih kepada istri  mu, dan juga lebih baik saat ini kau beristirahat lah, agar kondisi mu bisa kembali stabil" ucap radit menepuk bahu arif

__ADS_1


"kami pamit, jaga kesehatan mu," ucap mereka bergantian lalu segera berlalu meninggalkan arif yang saat ini hanya terdiam dalam penyesalan nya


setelah kepergian teman-teman nya air mata arif yang sedari tadi yang ia tahan kini jatuh, namun arif segera menghapus nya dengan kasar lalu bergegas bangkit dari ruang tamu karena ingin segera menemui istri nya


setelah menemukan istri nya yang terlihat meringkuk di kamar yang rara tempati di awal pernikahan nya, membuat hati arif merasa semakin bersalah, menyesal dan tertekan karena mengingat perlakuan jahat nya dahulu


segera ia hampiri istri nya itu, lalu ikut membaringakan diri nya, di tempat tidur bekas milik pembantu lalu segera memeluk istri nya itu dengan sangat erat


"kenapa tidur di sini hem?" ucap arif lembut


 


 


 


 


.


.


.


.

__ADS_1


.


jangan lupa terus dukun novel ini ya teman-teman berikan VOTE dan LIKE mu, oh ia jangan lupa tinggalkan komentar positive ya teman-teman


__ADS_2