
Dengan sekuat tenaga rara merebut ponsel tersebut dari genggaman tangan arif, meskipun masih dalam kondisi terbaring, ia membuka paksa alat bantu pernapasan dari hidnungnya, ia tidak mau keluarganya mengetahui keadaan sebenarnya terutama ayahnya.
“halo bunda” ucap rara dengan sekuat tenaga, ia berusaha menahan rasa sakit disekujur tubuhnya
“halo nak, apa kau baik-baik saja? Kenapa suaramu terdengar seperti orang yg menahan kesakitan? Ada nada khawatir di balik suara telpon tersebut
“bunda tidak usah khawatir, rara di sini baik, sangat baik sekali” ucap rara, ia berusaha menormalkan suaranya
“syukurlah nak, tapi kenapa suar” ucapan bunda terpotong
“ini karena rara baru saja bangun tidur, jadi bunda tidak perlu khawatir” ucap rara, ada rasa bersalah terhadap bundanya karena tak memberitahukan kondisi sebenarnya
“bunda, bagaimana kondisi ayah, ayah baik-baik saja kan” ia bertanya untuk mengalihkan pertanyaan ibunya terkait kondisinya
“ayahmu baik-baik saja nak, dan kondisinya semakin baik” rara tersenyum mendengar bahwa kondisi ayah nya baik-baik saja, dan hal itu pun tak luput dari perhatian para penghuni ambulance saat ini.
“lalu ario, bagaimana? Adikku tidak nakal kan bun, kalau dia nakal beritahu aku, biar aku mendatangi mimpinya dan mencekik lehernnya? Ucap rara di selingi sedikit tawanya meskipun terdengar lirih
Tiba-tiba raut wajah rara berubah menjadi sendu
__ADS_1
“bundaa, bunda maafkan rara, rara belum bisa membahagiakan bunda, ayah dan juga ario, rara minta maaf, belum bisa jadi anak yang berguna untuk bunda” rara menagis dalam diam, dengan sekuat tenaga ia menahan isak tangisnya agar tak terdengar oleh bundanya
“kau ini bicara apa nak, kau baik-baik saja kan disana” Tanya bundanya lagi
“tentu bunda, rara baik-baik saja, pokoknya, rara hanya ingin meminta maaf, aku mencintai dan menyayangi bunda, ayah dan juga ario, jaga diri kalian baik-baik di sana” ucap rara, ia takut tidak bisa mengatakan kata maaf kepada keluarganya, tiba-tiba ia mendesis menahan sakitnya
“bunda, rara mengantuk, apa boleh rara beristirahat” lanjut nya terdengar lirih
“kalau begitu istirahatlah nak, jaga dirimu baik-baik” rara hanya mengangguk menahan tangisnya, tiba-tiba telpon yang di genggamnya terjatuh bersamaan dengan dirinya yang tidak sadarkan diri.
Semua orang yang berada dalam ambulance tersebut semakin panik dan khawatir melihat kondisi rara, mereka berteriak memaki sopir ambulance agar lebih mempercepat laju kemudi nya.
Sedangkan gino, ada banyak sekali pertanyaan di kepalanya, terkait hubungan antara arif dan rara, namun ini bukan saatnya untuk bertanya, ia akan bertanya nanti.
.
.
Sesampanya di rumah sakit, rara langsung di tangani oleh dokter, dan di bawa ke ruang UGD, tak berselang lama dokter keluar, arif yang melihatnya langsung berdiri menghampiri dokter tersebut di susul yang lain nya
__ADS_1
“mohon maaf, apa di sini ada keluarga pasien?
“saya dokter, saya suaminya, bagaimana keadan istri saya dokter, istri saya baik-baik saja kan dokter” ucap arif tanpa sadar, dan hal itu pun membuat gino dan dan pak Guntur membelalakkan matanya
“begini, kondisi pasien saat ini sedang kritis, dan kehilangan cukup banyak darah, hal ini di sebabkan akibat pantulan peluru yang langsung menancap di area punggung belakang bawahnya, yang untung saja tidak mngenai tulang ekornya, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan istri anda, tapi kami juga tidak bisa melakukan apa-apa, karena kondisi istri anda saat ini sedang kritis, berdo’alah agar ada keajaiban dari tuhan, kalau begitu saya permisi, mau mempersiapkan operasi untuk pasien” ucap sang dokter panjang lebar
Mendengar hal itu tubuh arif seketika langsung luruh ke bawah, perasaan bersalah semakin menghantuinya, begitu pun dengan teman-teman nya yg lain, sedangkan gino memandang arif dengan tatapan yang tak bisa di jelaskan
.
.
.
Maaf ya teman-teman beberapa hari ini kondisi author lagi kurang sehat, makanya baru bisa update sekarang
Jangan lupa, terus dukun novel author ya teman-teman, don’t forget to click tombol like dan votenya ya agar author nulisnya makin semangat
I LOVE YOU READERS 😇
__ADS_1