Behind The Divorce

Behind The Divorce
Bab 115. Tujuan Lean


__ADS_3

“Iya, Mom. Sebentar!”


Cecilia membalas panggilan Nyonya Vargas. Wanita itu sungguh tidak tahu harus berbuat apa. Bingung, bimbang, bahkan Cecilia kini terlihat sangat cemas. Dia ingin keluar, tetapi dirinya takut tidak sanggup menghadapi ibu barunya itu. Ingin mengurung diri lebih lama, takut membuat keluarga barunya curiga.


Dengan mengumpulkan segala keberanian, Cecilia akhirnya membuka pintu dan keluar. Dirinya langsung disambut ekspresi khawatir Nyonya Vargas.


“Oh, Sayang. Are you okay?” tanya Nyonya Vargas sembari memeriksa seluruh tubuh Caitlyn yang palsu.


Cecilia tersenyum canggung sekali. “Ah, ya. Aku baik-baik saja, Mom. Jangan khawatir seperti ini. Sungguh, aku tidak kenapa-kenapa. Lihatlah, Mom.” Cecilia berputar di depan wanita setengah baya itu.


Nyonya Vargas langsung bernapas lega. “Syukurlah, Sayang. Mommy pikir kamu ada masalah. Kalau begitu ikut mommy sekarang. Kita harus bersiap untuk acara nanti malam,” ucap wanita itu dengan wajah sumringah.


“Ikut ke mana, Mom?” tanya Cecilia bingung.


“Ayo, ikut saja, Sayang! Nanti kamu juga akan tau!” jawab Nyonya Vargas sembari menarik tangan Cecilia keluar dari kamar.


Dua wanita cantik itu berjalan beriringan menuruni tangga dengan wajah Nyonya Vargas yang selalu memancarkan kebahagiaan. Wanita cantik itu tidak lupa memanggil seorang wanita yang berusia hampir sama dengannya, dan pergi bersama-sama dengan mereka.


“Bu Prita, ayo, kita pergi bersama! Banyak yang harus kita siapkan sekarang juga!” ajak Nyonya Vargas pada Bu Prita–ibunya Cecilia–ibu palsu.


Sama seperti Cecilia, wanita paruh baya yang menjadi ibu pura-puranya itu pun menjadi bingung. Sesungguhnya dia tidak betah dan tidak terbiasa dengan drama seperti ini. Ini adalah hal terberat yang baru pernah dijalani Bu Prita, salain hidup serba kekurangan di lingkungan kumuh.


“Ah, maaf, Nyonya. Apa memang saya harus ikut? Saya rasa, lebih baik saya pulang ke rumah saya. Tugas saya di sini sudah selesai, Nyonya,” ucap Bu Prita membuat kening Nyonya Vargas mengerut.


“Maksudnya? Tugas apa yang selesai, Bu Prita?” tanya Nyonya Vargas bingung.


Bu Prita sedikit terkejut serta kelabakan mendapat pertanyaan seperti itu dari Nyonya Vargas. Sementara Cecilia pun sama kaget dan mengutuki apa yang diucapkan ibu bohongannya itu.


Sh*it! Wanita tua bodoh. Dia baru memulai drama besar pagi tadi dan langsung ingin mengakhiri siang ini juga? Dasar payah!


“Ah, maksud saya ... Cait telah menemukan kembali orang tua kandungnya, dengan begitu tugas saya untuk menjaganya sudah tidak lagi ada. Jadi ... lebih baik saya pulang saja, Nyonya.” Menjawab pertanyaan tadi dengan sangat hati-hati.

__ADS_1


Oh, syukurlah. Dia tidak bego-bego amat ....


Nyonya Vargas tertawa dengan sangat anggun. “Pemikiran seperti apa itu, Bu Prita? Tidak ada yang namanya tugas seorang ibu itu berakhir, sekalipun anak-anaknya telah menikah, ibu tetaplah ibu dengan tugasnya. Kenapa berpikir seperti itu? Kami bersyukur karena Cait mendapat seorang ibu yang luar biasa setelah saya. Acara ini bukan saja untuk memperkenalkan Caitlyn, tapi juga ibu yang telah membesarkannya selama ini. Jadi tetaplah di sini, Bu Prita. Bahkan jika Anda mau, Anda bisa tinggal selamanya bersama kami. Kami akan sangat senang untuk itu, Bu Prita.” Jelas Nyonya Vargas panjang lebar.


Penjelasan itu sungguh di luar dugaan Cecilia maupun wanita paruh baya yang kini berdiri di sampingnya.


What? Wanita tua ini tinggal di sini juga? Oh, no, no, no. Big no! Bisa hancur hidupku, Ma ... Mama help me ...!


“Ah, sebelumnya terima kasih untuk kebesaran hati Anda sekeluarga, Nyonya. Tapi saya akan merasa jauh lebih baik tinggal di rumah saya saja. Mungkin saya hanya akan sesekali datang ke mari untuk menemui Cait,” ucap Bu Prita dengan jawaban yang lugas. Dan hal itu membuat Cecilia dapat bernapas lega.


Nyonya Vargas tersenyum seraya mengangguk. “Baiklah, Bu Prita. Itu pilihan Anda dan kami tidak akan memaksa ataupun melarang. Tapi saat ini, kita harus segera pergi untuk persiapan nanti malam. Saya juga ingin memperkenalkan Anda, tidak hanya putri saya.”


“Tidak!” Wanita paruh baya itu berkata dengan keras. Saat menyadari dirinya ditatap dengan aneh oleh Cecilia dan wanita seusianya, dia yang tadinya seolah tidak sadar, kini kembali tersadar. “Ah, maksudnya tidak boleh ditunda. Ayo, Cecil– eh, Caitlyn.”


Cecilia meliriknya dengan tatapan tajam seolah ingin menghunus pedang ke jantung wanita itu. Bisa-bisanya dia salah menyebut nama dalam kondisi tegang seperti ini.


Da*mn! Mati saja kau ....


“Anda baik-baik saja, Bu Prita? Sepertinya Anda sedang tidak sehat. Apa perlu saya panggilkan dokter?” tanya Nyonya Vargas.


Hentikan drama ini wanita bodoh. Tidak bisa profesional sehari sajakah? Ma, bisa kacau semua ini ....


“Saya rasa saya baik-baik saja, Nyonya. Ayo, kita pergi sekarang!”


Untunglah tidak ada lagi pertanyaan susulan dari Nyonya Vargas. Kalau tidak, mungkin Cecilia sudah tidak tahan dan akan merubah wujud saat itu juga.


Ketiganya lalu bergegas meninggalkan kediaman Vargas menuju ke tempat yang juga tidak diketahui Cecilia. Di manapun itu, Cecilia yakin jika dia akan dimanjakan dengan banyak hal mewah yang sudah lama tidak dia dapatkan.


...***...


Sementara di rumah megah Sanjaya, Lean juga tengah mempersiapkan diri dengan baik. Bukan hanya soal penampilan, tetapi yang paling penting adalah kesiapan jiwa dan mentalnya agar tidak sampai lepas kendali nanti malam.

__ADS_1


Pria tampan itu membawa istrinya ke kamar setelah selesai bercengkrama sejenak dengan Nenek Sanju


“Sayang, kau tidak berniat memesan gaun atau keperluan apa gitu?” tanya Lean saat keduanya sudah di kamar.


Kening mengerut. “Pesan gaun? Buat apa Sayang?” Caitlyn balik bertanya.


“Buat acara nanti malam, Sayang. ‘kan, sudah aku bilang nanti malam ada acara keluarga vargas.” Lean mengulang informasi sekali lagi.


“Iya aku tau. Tapi aku rasa tidak perlu untuk memesan gaun segala, Sayangku. Punyaku masih banyak di lemari.” Caitlyn memilih duduk bersandar pada headboard.


Lean mendengus. “Tapi itu sudah lama dan modelnya juga pasti sudah tidak lagi trend, ‘kan?”


Caitlyn spontan tertawa lepas. “Kenapa memangnya jika sudah lama dan ketinggalan trend? Biasa aja. Toh kalau yang pake cantik gini, ya ... tetap saja akan terlihat cantik.” Menegaskan opininya.


Tidak, Lean tidsk suka jawaban ini. Pria itu berdecak kesal sekali. Dia lalu duduk tepat di hadapan istri.


“Look at me! Aku, Aleandro Sanjaya, pria tampan, kaya raya, pemimpin Sanjaya Grup dengan harta melimpah yang tidak akan pernah habis tuju turunan. Pria sempurna di mata banyak pria lain yang ingin menjadi sepertiku, dan banyak wanita di luar sana yang juga ingin berada di posisimu. Jadi, pria sempurna ini ingin agar istrinya yang sudah sempurna ini semakin menjadi sempurna. Kau mengerti maksudku?” Lean bertanya sambil menatap istrinya dengan lekat.


“Kau ingin aku terlihat berbeda dan lebih dominan dari yang lainnya?” Mata Caitlyn memicing.


“Tepat sekali. Istriku harus menjadi yang paling berkilau dari semuanya, bahkan yang memiliki acara itu sendiri.” Lean menggenggam lembut kedua tangan istrinya. “Jadilah Caitlyn yang dulu. Caitlyn yang senang menghabiskan uangku dengan membeli barang-barang mewah. Aku merindukan sosok manja dan angkuh itu. Meskipun itu hanyalah topengnya saja, tapi semuanya berhasil memikatku,” aku Lean yang membuat Caitlyn terbelalak.


“Sayang, kau ... kau tahu aku hanya pura-pura bersikap seperti itu?” tanya Caitlyn tidak percaya.


“Akan aku ceritakan semua perasaanku sejak dulu, tapi setelah kau memesan segala keperluanmu terlebih dahulu, Nyonya Caitlyn Aleandro Sanjaya!” jawab Lean dengan tegas.


Caitlyn melebarkan senyumnya dan langsung menghadiahkan satu kecupan di bibir sang suami.


“Dengan senang hati saya siap menghabiskan uang Anda, Tuan suami. Setelah ini bekerjalah lebih giat lagi karena mungkin aku akan lebih bersemangat menghabiskan uangmu,” seru Caitlyn dengan wajah ceria membuat Lean pun melepas tawa melihatnya.


Ini adalah tujuanku, Sayang. Kau tidak akan pernah terkalahkan oleh siapapun. Tidak ada yang boleh melebihimu. Kau yang akan menjadi tuan putri sesungguhnya malam ini. Bukan Cecilia atau siapapun!

__ADS_1


...TBC...


...🌻🌻🌻...


__ADS_2