Behind The Divorce

Behind The Divorce
Bab 67. That Man


__ADS_3

Wajah Sania dan Nathan tampak pias melihat siapa yang berhasil disandera oleh Lean setelah Cecilia. Sementara itu Hadya dan Jerry tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


“Maksudnya apa ini, Lean? Kau bisa menjelaskannya pada papa?” tanya Hadya sedikit mendesak.


Pria paruh baya itu sungguh sangat penasaran dengan yang dilakukan putranya. Dia juga penasaran, dari mana Lean menemukan pria itu? Bukankah keberadaan pria itu selalu disembunyikan?


Lean berdiri dan mendekat ke arah pria itu sambil memegang revolver yang tadi sempat dia gunakan untuk melumpuhkan lengan Nathan. Moncong benda tersebut kemudian dia letakkan tepat di pelipis pria itu.


Sang pria ketakutan sampai tubuhnya gemetar. Hadya terbelalak dan semakin tidak mengerti, begitu juga dengan asistennya–Jerry.


“Lean, kenapa kau ingin menyakitinya? Kau tau siapa dia?” Hadya jadi ikutan panik.


Pria berparas tampan itu bergeming dan tetap pada posisi siap meledakkan kepala pria asing di depannya saat ini.


“Aku tau, Pa. Bahkan sepertinya lebih tahu dari Papa dan Caitlyn sendiri,” ucap Lean datar.


“Sabar, Lean. Dari mana kau tahu tentangnya? Caitlyn … Caitlyn akan sangat marah jika dia melihatmu menyandera orang yang dia selamatkan ini.” Hadya mulai meresa jika ada yang salah selama ini.

__ADS_1


Benar, orang yang menjadi sandera Lean kali ini adalah pria asing yang diselamatkan oleh istrinya sendiri. Pria yang dianggap Caitlyn sebagi kunci indentitasnya. Pria yang membuat Caitlyn manaruh harapan besar, bahkan mengorbankan banyak waktu dan uang untuk kesembuhannya. Pria yang selama setahun lebih mendapatkan penanganan khusus serta perawatan luar biasa dari dokter. Pria yang selalu ditunggu Caitlyn untuk segera sadar dari tidur panjangnya. Ya, dialah orangnya!


“Jelaskan pada papaku siapa dirimu dan apa tujuanmu?” perintah Lean dengan suara berat dan rendah.


Pria di depannya menggeleng ketakutan membuat Lean marah dan langsung menarik pelatuk.


“Katakan sekarang, atau kali ini kubuat kau tertidur untuk selamanya, Bang*sad!” ancam Lean yang sukses membuat Sania juga ikut gemetar.


“Ba-ba-baik, Tu-Tuan.”


“Bicara yang jelas dan jangan kau mengada-ada! Satu hal yang harus kau ketahui dan ingat bahwa aku bukanlah istriku yang suka mengampuni kesalahan orang.


“Saya … saya … maafkan saya, Tuan. Saya adalah anak kandung dari ayah angkatnya Caitlyn, aarrrggghh!”


Pria itu merintih dan mengerang menahan sakit karena pukulan keras dari Lean tepat mengenai rahangnya.


“Jangan sekali-kali kau menyebut nama istriku lagi, Bang*sat! Kotoran sepertimu tidak pantas dan tidak layak untuk menyebut namanya. Sekali lagi aku dengar nama istriku keluar dari mulutmu yang bau ini, kepalamu ini akan meledak. Kau mengerti, Ke*parat?” Lean berbicara dengan geram menahan marah.

__ADS_1


Dia tidak suka dan sangat tidak sudi mendengar pria itu menyebut nama Caitlyn. Siapa pun dia, Lean tidak suka. Nama itu terlalu berharga untuk sekedar diucapkan mulut-mulut penipu dan penjilat.


“Lanjutkan!” titah Lean.


“Baik, Tuan. Saya adalah anak kandung dari pria yang telah membesarkan istri Anda. Saya … saya ….” Dia takut salah bicara lagi dan Lean akan menghajarnya.


“Kau apa? Katakan!” teriak Lean yang sudah hilang kesabaran.


Masih ingat seperti apa seorang Lean, ‘kan? Pria tidak sabaran sejagat raya yang paling cepat emosian. Kesabarannya tidak setebal dompetnya, tetapi malah setipis tissue toilet. Kebiasaan buruk inilah yang membuatnya tidak pernah bisa berkomunikasi baik dengan Caitlyn. Pada akhirnya, kesalahanpahaman selalu mewarnai rumah tangga mereka yang diawali dengan sandiwara.


“Sa-saya diusir oleh ayah karena … karena berjudi dan membuatnya banyak hutang. Sejak hari itu ayah kesepian dan mendapat istri Anda semasa kecil lalu mengangkat dan merawatnya dengan penuh kasih. Saya … saya benci melihat itu, Tuan. Saya–”


“Oh, jadi kau bukannya ingin membantu putriku tapi malah ingin memanfaatkan dia juga? Sama seperti bibimu yang tidak tahu diri itu, Nak? Begitukah?” tanya Hadya sambil menunjuk ke arah Sania.


Sungguh pria itu terkejut bukan main dengan kebenaran ini. Hadya mulai bisa melihat peran Sania dalam drama baru ini.


Wanita itu benar-benar ular berbisa ….

__ADS_1


...TBC...


...🌻🌻🌻...


__ADS_2