Behind The Divorce

Behind The Divorce
Bab 127. Dia Lagi


__ADS_3

Caitlyn tersentak dengan pertanyaan suaminya. Dia tercekat dan mematung. Bayangan akan kenangan buruk itu kembali menari dalam ingatannya.


Hari itu tiga tahun lalu di mana Caitlyn dan Lean baru saja menikah karena keterpaksaan. Caitlyn yang dengan berani datang membawa diri ke kediaman utama Sanjaya, mengaku telah mengandung benih dari Lean karena one night stand dua bulan lalu.


Karena tidak ingin reputasi keluarga mereka hancur, Hadya dan Nenek Sanju akhirnya menyetujui. Baru sebulan menjalani pernikahan, Caitlyn dikabarkan mengalami keguguran. Lean yang baru kembali dari perjalanan dinas luar waktu itu, mengecap Caitlyn sebagai wanita pembohong yang memanipulasi jika dirinya hamil demi untuk mendapatkan harta keluarga Sanjaya.


Semua orang di keluarga Sanjaya mempercayai apa yang dikatakan Lean, dan mereka pun menganggap hal yang sama pada Caitlyn. Namun, tidak seperti yang mereka duga. Caitlyn tidak pernah berbohong dengan kehamilannya. Saat jebakan yang disengaja oleh Sania malam itu, benar-benar membuatnya hamil.


Jadi, bagaimana dengan masalah keguguran itu? Itu pun tidak pernah direkayasa oleh Caitlyn. Benar dia telah mengalami keguguran. Akan tetapi cerita di balik itu tidak pernah Caitlyn ungkit, bahkan menceritakannya pada orang lain pun tidak pernah. Saskia yang menjadi temannya saja tidak dia ceritakan. Dia menyimpannya sendiri dan rela dituduh macam-macam oleh kelurga suaminya


Kala itu Lean sedang bertugas di luar negeri. Hadya, Sania, dan Nenek Sanju, pun tidak ada di rumah. Semua mereka sibuk dengan urusan masing-masing, tinggallah Caitlyn dan para pelayan. Namun, para pelayan pun sibuk dengan berbagi pekerjaan masing-masing.


Caitlyn kala itu tampaknya melupakan salah satu anggota keluarga yang masih tersisa. Siapakah dia? Cecilia. Cecilia yang waktu itu menyimpan perasaan pada Lean, benar-benar sangat membenci Caitlyn, bahkan kebencian itu masih tetap tumbuh hingga kini.


Cecilia tidak menerima atas kehamilan Caitlyn. Dia lalu berusaha mencelakakan Caitlyn agar menjauh dari kehidupan Lean. Wanita itu lantas mencari cela dan memantau pergerakan Caitlyn saat tidak ada seorangpun di rumah.

__ADS_1


Dia pun mendapat ide dan kesempatan saat makan siang. Cecilia meminta pelayan untuk memanggil Caitlyn. Dia pun mengikuti langkah pelayan itu dari belakang dan bersembunyi di balik pilar besar dekat dengan tangga terkahir.


Cecilia berencana mendorong Caitlyn dari tangga, tetapi dia memikirkan lagi konsekuensi jika nantinya wanita itu terluka pada bagian kepala. Bagaimana nasibnya nanti? Tidak, Cecilia lalu memikirkan lagi rencana lainnya sebelum Caitlyn keluar dari kamar.


Wanita itu cepat-cepat memesan obat penggugur dari apotek dan tidak lama kemudian diantarkan oleh seorang kurir. Waktu yang tepat karena Caitlyn belum keluar kamar. Dia lalu cepat-cepat mencampurkan obat tersebut ke dalam makanan dan dia meminta pelayanan tadi untuk kembali memberikannya pada Caitlyn.


Waktu itu Caitlyn sempat curiga karena merasa seolah dipaksa untuk makan. Namun, dia pun mengikutinya lalu makan dan minum apa yang diberikan oleh pelayan itu. Keesokan harinya pada jam makan siang yang sama, Caitlyn mulai merasakan kram yang luar biasa di bagian perut hingga pendarahan karena obat tersebut baru bereaksi setelah 24 jam.


Kondisi rumah yang kembali sepi membuat Caitlyn berusaha melarikan dirinya sendiri ke rumah sakit dibantu oleh salah satu pelayan. Dia meminta pelayan itu untuk tidak mengatakan apapun pada siapapun.


Begitu pulang ke rumah, dia lalu mencari pelayan waktu itu dan bertanya. Pelayanan itu mengatakan apa adanya jika Cecilia yang memaksanya hari itu untuk mengantarkan makanan pada Caitlyn. Baru hendak mencari Cecilia, Caitlyn dikagetkan dengan kabar keberangkatan wanita itu ke luar negeri tepat pada hari dia dilarikan ke rumah sakit.


“Sayang, are you okay?” tanya Lean melihat istrinya yang berlinang air mata.


“Yah, aku baik-baik saja. Tidak perlu ingat akan hal itu, Al,” ucap Caitlyn sembari menghapus air matanya.

__ADS_1


“No, aku hanya mau tahu apakah itu benar? Kamu pernah hamil? Apa kehamilan pada awal kita menikah itu benar?” cecar Lean memaksa ingin tahu.


Kali ini Caitlyn mengangguk. “Iya, benar.”


“Tapi kenapa bisa keguguran dan kenapa waktu itu kamu ... kamu tidak membela diri, Sayang?”


Caitlyn tertawa kecil. “Membela diri? Bagaimana aku mau membela diri? Tidak ada yang percaya padaku dan sialnya ... anggota keluarga sendiri yang melakukan kekejaman itu.” Tersenyum kecut.


“Anggota kelurga sendiri? Siapa, Sayang?” tanya Lean dengan sedikit guncangan di lengan istrinya. Pria tampan itu bahkan bangun dan duduk di samping Caitlyn menunggu jawaban yang mungkin saja akan mengguncang jiwanya.


“Cecilia.”


“Hah? Jadi dia lagi? Bagaimana mana bisa? Oh, sh*it! Aku harus menghabisi saja wanita itu.”


...TBC...

__ADS_1


...🌻🌻🌻...


__ADS_2