Behind The Divorce

Behind The Divorce
Bab 54. Stepbrother


__ADS_3

Rasa penasaran yang begitu kuat, mendorong Caitlyn untuk melangkah menuju tempat di mana dia melihat dua orang tadi. Dia cepat-cepat menarik tangan Saskia untuk bersembunyi di balik dinding sebuah ruangan, dekat ruang bedah, begitu melihat Sania dan Nathan.


Kedua wanita itu berdiam diri di balik dinding dengan telinga yang terpasang baik untuk menguping. Dari yang mereka dengar saat itu, dua orang berbeda genre dan generasi di sana seolah tengah berdebat kecil. Caitlyn semakin berani untuk mendekat bahkan sedikit mengintip.


“Ok, ini hanya rencana kita. Tapi tanpa rencana sekalipun aku cinta sama dia. Aku memang menginginkan dia. Dan itu bukanlah hal yang dibuat-buat. Mama ngerti gak, sih?” Nathan berbicara sambil mengacak rambut bagian belakangnya saking gerah.


Mama …?


Di balik dinding yang ada di sana, ada yang terkejut mendengar panggilan Nathan kepada Sania. Seolah tidak percaya, dua wanita seperti pengintai itu semakin mempertajam pendengarannya.


“Tidak, Nathan. Tidak! Berhenti mengatakan jika kau mencintai anak pungut itu. Ada apa dengan kalian, hah? Tidak Lean kakakmu, sekarang kau juga. Istimewanya anak pungut itu apa sebenarnya? Mama hanya memanfaatkan dia, bukan ingin menjadikan dia menantu sungguhan. Bagaimana mungkin lepas dari menantu tiri, malah naik jabatan jadi menantu kandung? Tidak, tidak, tidak! Titik!” Sania menggelang dengan kedua tangan yang ikut bergoyang-goyang mengatakan penolakan.


“Mama, please. Aku mau menjalankan rencana mama karena memang aku cinta sama dia. Aku sudah meyakinkan anak tiri mama itu, jika yang dikandung istrinya adalah anakku. Dia percaya dan rencana kita berhasil, ‘kan? Sekarang giliranku hanya mendapatkan cintanya Caitlyn. Mama jangan halangi itu, aku mohon.” Nathan mengatupkan kedua tangannya di depan wajah Sania.

__ADS_1


Keduanya asik berdebat, sedangkan Caitlyn dan Saskia terbelalak tak percaya dengan apa yang mereka dengar. Caitly apalagi. Tubuh wanita itu mendadak lemas seketika saking begitu shock mendengar fakta luar biasa yang tidak pernah dia ketahui sama sekali.


Saudara tiri? Mereka saudara tiri?


Pikiran Caitlyn kini kacau memikirkan hubungan persahabatan yang dia jalin bersama Nathan bertahun-tahun lamanya. Hubungan suami-istri yang dia jalani tiga tahun lamanya, waktu sepanjang itu masakkan tidak mampu menceritakan ikatan rumit itu padanya? Ini mengacaukan pikirannya Caitlyn. Ditambah lagi Nathan yang berpura-pura baik padahal tengah merencanakan rencana ibunya–Sania. Caitlyn mematung tak bo*doh dan tak berdaya.


“Ly, Lily,” panggil Saskia dandan nada berbisik. “Lu denger gue gak?” Caitlyn menoleh padanya dan mengangguk.


“Jadi mereka saudara tiri. Sama-sama anaknya Om Hady?” tanya Saskia dan mendapat gelengan dari Caitlyn.


“No, itu bahaya. Lu tau saat ini Om Hady sedang berusaha menyembunyikan lu, dan lu mau ngancurin semuanya dengan mendatangi mereka? Jangan bikin Om Hady tambah pusing. Lu gak tau rencana mereka apa selanjutnya. Jangan sampai itu membahayakan lu!” jelas Saskia dengan pelan, menenangkan Caitlyn.


Wanita yang tengah hamil muda itu, menyandarkan punggungnya pada dinding dengan kedua mata yang terpejam, meredakan emosi sejenak. Sungguh, Caitlyn masih tidak percaya dengan semua ini.

__ADS_1


“Wait, Ki. Tapi kenapa Nathan tidak pernah mendatangi kediaman Sanjaya? Namanya juga tidak pernah terdengar atau dibahas di keluarga Sanjaya. Lalu kenapa dia tidak menggunakan nama belakang Sanjaya?” Caitlyn baru menyadari hal ini dan dia langsung membetulkan posisi berdirinya jadi tegap dan menatap Saskia.


Sama seperti Caitlyn, sahabatnya itu pun tidak mengerti sama sekali. Jika Caitlyn yang terlibat langsung dan menjadi salah satu keluarga inti di dalam keluarga Sanjaya saja tidak tahu, apalagi Saskia yang jelas-jelas orang luar.


Dua wanita cantik itu ternyata sama-sama belum mengenal pria yang katanya sahabat mereka, dengan baik. Bertahun-tahun yang mereka tahu hanyalah Nathan Wijaya.


“Sebentar, Ly. Apa nama belakang iblis tua itu? Bukannya sama ke lu, yah?” tanya Saskia dan Caitlyn mengangguk. “Wiguna, Sanjaya jadi ….”


“Wijaya. Nathan Wijaya?” Caitlyn menyambungkan teka-teki yang diurai Saskia. “Da*mn it. Kita dibodohi selama ini dan ternyata dia sejahat mamanya.” Caitlyn begitu gemas dengan yang terjadi. Dia mengintip lagi dan dua orang itu masih saja berdebat. Caitlyn lalu menunduk mencari ponsel dalam tasnya. “Gue harus hubungi papa segera datang dan gue mau tanyakan lang–”


“Nona Wiguna? Syukurlah Anda di sini! Saya–”


Sebuah suara memanggil Caitlyn dan menghentikan ucapannya. Namun, suara itu sendiri pun mendadak tertahan. What's going on?

__ADS_1


...TBC...


...🌻🌻🌻...


__ADS_2