Behind The Divorce

Behind The Divorce
Bab 92. Tidak Berubah


__ADS_3

Malam itu pun berlalu dengan damai. Lean mendapatkan izin dari Hadya dan bisa tidur di rumah, berduaan dengan istrinya. Meskipun Hadya dan Nenek Sanju sudah memberi ultimatum padanya untuk tidak lagi membuat Caitlyn kelelahan, tetapi kalau sudah berdua di kamar siapa yang bisa mencegah?


Oh, tetapi tidak juga kali ini. Lean benar-benar hanya ingin tidur melewati malam itu bersama istrinya. Memeluk tubuh indah Caitlyn hingga pagi menjelang.


Seperti yang dijanjikan oleh suaminya bahwa hari ini dia akan berkunjung ke lokasi kumuh tempat dia bertumbuh dan dibesarkan. Dia ingin ke rumah ayah angkatnya sebentar saja. Oleh sebab itu, Caitlyn sudah bangun terlebih dahulu dan dengan semangatnya menyiapkan sarapan di dapur.


Kehadirannya di sana membuat para pelayan ketar ketir, tetapi Caitlyn peduli. Tujuannya bukan hanya ingin membuatkan sarapan untuk keluarganya, tetapi dia juga ingin memasak sesuatu dan membawanya untuk Rendi.


“Tidak apa-apa, Dita. Aku hanya ingin memasak, bukan kerja keras di sini. Tidak perlu khawatir, aku bisa menjaga diriku. Pergilah selesaikan pekerjaanmu yang lain,” usir Caitlyn dengan lembut.


Seperti biasa, Caitlyn akan selalu menolak bantuan para pelayan. Dan seperti biasa pula, Dita yang paling dekat dengannya menolak untuk menjauh. Apalagi sekarang nona muda keluarga itu tengah berbadan dua. Dita yang memang sedari dulu selalu diizinkan untuk berada dekat dengannya, tidak ingin meninggalkannya.


Namun, kali ini Caitlyn benar-benar ingin bekerja sendiri saja.


“Maaf, Nona. Tapi selain menyayangi Nona, saya juga sayang dengan perkejaan saya. Saya belum mau dipecat oleh tuan muda maupun tuan besar, Nona. Tolong jangan menyuruh saya meninggalkan Nona sendirian! Jika Nona tidak ingin dibantu, saya akan tetap diam di tempat seperti ini saja.” Dita berkata panjang lebar setelah itu dia bersiap dan berdiri kayaknya patung.


Caitlyn tertawa melihat tingkah pelayan yang sedikit banyak sangat dekat dengannya itu.


“Ada-ada saja kamu, Dita. Ya, sudah terserah padamu. Mungkin aku juga akan membutuhkan bantuanmu,” ucap Caitlyn yang membuat Dita dapat tersenyum dan bernapas lega.


Terhitung sudah satu jam Caitlyn berkutat di dapur. Dita dan beberapa pelayan yang ada di sana turut membantu menyelesaikan pekerjaannya secepatnya. Karena itulah, Caitlyn juga berkesempatan membuatkan cake untuk keluarganya.


Karena banyak tangan yang membantu, pekerjaannya pun kini selesai sudah. Caitlyn merasa senang dan puas sekali. Dengan dibantu oleh para pelayan dia pun menata semua makanan itu di meja.

__ADS_1


“Oke, selesai.” Caitlyn tersenyum dan menepuk-nepuk kedua tangannya. “Terima kasih untuk bantuan kalian semua. Sekarang kalian boleh melanjutkan pekerjaan kalian yang lainnya,” ucap Caitlyn pada Dita dan juga beberapa pelayan yang ada di sana.


“Sama-sama, Nona. Senang bisa membantu Anda.” Dita membalas dengan senyuman, sedangkan pelayan yang lain membalas dendam sedikit menunduk sambil tersenyum pula.


Semua mereka masih tetap berdiri di sana menunggu sang nona muda itu kembali ke kamar barulah mereka berpencar melakukan pekerjaan masing-masing.


Namun, baru saja Caitlyn berbalik dan hendak meninggalkan ruang makan yang sudah tertata indah, dia kaget dengan keberadaan Lean di sana.


“Eh, sudah bangun?” Dia pun refleks menghentikan langkahnya.


Lean tidak menjawab maupun mengangguk. Pria berwajah tampan itu datang-datang dan langsung memeluk Caitlyn dengan manja. Dia bahkan sedikit menunduk agar bisa merebahkan kepalanya di pundak kecil sang istri.


“Kenapa, Sayang? Kalau masih ngantuk, ya, tidur lagi dulu,” ucap Caitlyn sambil membalas pelukan suaminya itu.


“Tadi masih ngantuk, tapi sekarang sudah tidak lagi setelah mendengar panggilan sayang barusan. Sekali lagi, dong,” bisik Lean dengan masih tersenyum.


“Sayang,” panggil Caitlyn seperti yang diminta oleh suaminya.


Detik itu juga Lean langsung kembali menunduk dan memberikan ciuman manis di bibir istrinya. Sama sekali dia tidak peduli dengan keberadaan para pelayan di sana. Dita dan teman-temannya yang sempat melihat itu langsung menunduk.


Mereka tidak lagi kaget karena tidak ada yang berubah dari adegan-adegan seperti itu. Baik dulu maupun sekarang, adegan itu sudah sering mereka dapati.


Namun, berbanding dengan yang dulu dan yang sekarang, situasinya jadi terbalik. Dulunya sang nona muda yang lebih dulu akan bersikap manja dan menggoda barulah mendapat respon dari sang tuan muda. Akan tetapi, sekarang sang tuan muda yang justru bersikap manja dan selalu mencari perhatian nona muda.

__ADS_1


Tentu saja mereka sudah mengerti akan kehidupan keluarga itu. Mereka tahu tentang kedua majikan muda itu yang dulunya tidak saling mencintai dan hanya bersikap pura-pura saling mencinta saja.


Namun, sekarang semuanya telah berjalan dengan natural dan cinta itu benar-benar terlihat dari mata keduanya.


“Lean!”


Suara Hadya langsung menghentikan aksi Lean yang dianggap tidak tahu malu dan tidak tahu tempatnya.


“Good morning, Papa!” ucapnya tanpa beban setelah melepaskan ciumannya. Akan tetapi, tangannya tidak juga melepas tubuh sang istri.


“Kapan kau akan tau malu, Lean?” tanya Hadya tidak habis pikir.


“Besok!” Lean menjawab spontan.


Dan jawaban itu membuat semua orang yang ada di sana kaget serta bingung. Caitlyn apalagi. Dia yang paling bingung dari jawaban Lean.


“Hah?”


Maksudnya apa besok ...?


...TBC...


...🌻🌻🌻...

__ADS_1



__ADS_2