Bukan Salahku Merebut Istrimu

Bukan Salahku Merebut Istrimu
BSMI 118


__ADS_3

“Sekarang kamu masuk ke kamar mandi ya. Kamu mengerti kan cara pakai testpack bagaimana.”


“Iya Mas.”


Giany segera masuk ke kamar mandi untuk memastikan dugaan Allan tentang kehamilannya. Ia duduk di atas sebuah kursi sambil menatap benda berwarna putih biru yang baru saja digunakannya. Bayangan masa lalu pun terkenang kembali.


Setahun yang lalu, sang ibu terkena serangan jantung akibat tak sanggup menerima kenyataan pahit bahwa putrinya tengah berbadan dua tanpa seorang suami. Giany masih ingat betul rasa sakit dan malu yang harus ia tanggung seorang diri saat itu. Dihina dan diusir dari lingkungan tempat tinggalnya karena dituduh bekerja sebagai wanita penghibur. Belum lagi Desta menolak bertanggungjawab dan malah menuduh Giany ingin menjebaknya.


Tanpa sadar air mata telah mengaliri pipinya. Bukan hal mudah menghadapi ujian berat di usia yang terbilang masih remaja. Bahkan saat menikah dengan Desta, Giany belum genap berusia 20 tahun.


“Melow lagi.” Allan tiba-tiba muncul dari balik pintu dan membuyarkan lamunan Giany. Laki-laki itu berjongkok di hadapan sang istri dan mengusap air matanya.


Allan tidak banyak bertanya apa gerangan yang membuat Giany menangis, sebab ia paham emosi wanita hamil mudah berubah dan berbeda-beda.


“Kita ke kamar saja ya ...” Meraih alat tes kehamilan di wastafel dan membawa Giany keluar dari kamar mandi.


“Bagaimana hasilnya, Mas?” tanya Giany sesaat setelah Allan mendudukkannya di tepi pembaringan.


Menatap alat tes di tangannya, wajah Allan seketika berbinar melihat adanya dua garis merah di sana, meskipun sebelumnya ia memiliki keyakinan bahwa dugaannya tidak salah. Sekali lagi Arnold membuktikan kehebatannya—yang membuat Allan terpaksa mengakui Arnold sebagai bagian dari tubuhnya.


“Sayang, dua garis merah. Kamu hamil.”

__ADS_1


Tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya, Allan memeluk Giany erat. Melalui pelukan dan kecupan ia menunjukkan rasa bahagia. Semakin besarlah rasa sayangnya kepada wanita yang kini mengandung hasil kerja rodi si Arnold itu.


“Coba sini aku lihat, Mas!” Meskipun masih ada perasaan sedih, wajah bahagia Allan seolah mengalirkan energi positif bagi Giany. Mendengar kabar kehamilannya memang membahagiakan, tetapi ekspresi Allan jauh lebih melambungkan hatinya.


“Ibu pasti senang mendengar kabar ini, apalagi Maysha,” ucap Allan. Rasanya tak sabar menunggu pagi untuk membagikan kabar bahagia itu kepada seluruh penduduk bumi.


"Iya, Mas."


“ Si Arnold hebat juga ya ...” ujarnya dengan penuh kebanggaan.


Alis Giany mengerut mendengar ucapan suaminya. Setidaknya sudah dua kali Allan menyebut nama Arnold malam ini. Tetapi Giany sama sekali belum mengetahui siapa gerangan si Arnold.


“Mas ... Boleh aku tanya sesuatu?” tanyanya.


“Sebenarnya Arnold itu siapa?”


JEDUARRR !!!


Sepertinya petir menyambar di malam itu. Senyum penuh kebahagiaan cenderung tidak tahu diri yang menghiasi wajah tampannya berubah menjadi senyum getir.


“Memang kenapa kamu tanyakan si Arnold?”

__ADS_1


“Tidak apa-apa. Tadi Mas bilang semua salah si Arnold. Kan yang menghamili aku Mas Allan. Kenapa yang disalahkan malah Arnold? Memang Arnold siapa, Mas?”


Hufft memang susah ya kalau punya istri anak ABG. Bahasa kode tidak pernah mengerti, dimodusin tidak pernah peka. Tapi kamu menggemaskan kalau begini.


"Bukan siapa-siapa. Dia cuma makhluk menyebalkan. Tapi dia itu mandiri. Bisa berdiri sendiri padahal tidak punya tulang punggung loh."


"Tidak punya tulang punggung? Kasihan ya, Mas."


Mendengar Giany mengasihani Arnold, Allan pun tersenyum senang. "Makanya kalau kasihan dielus Arnold-nya." Ia ingin menuntun tangan Giany ke arah Arnold, tetapi diurungkan. Allan ingin bermain sebentar sambil menggoda Giany.


"Dielus? Apanya, Mas?"


"Apanya aja. Yang penting ikhlas. Mulai dari kepala juga oke."


"Ya sudah, besok undang saja Arnold ke rumah kita nanti aku minta Pak Amir elus kepalanya Arnold, biar dia senang. Mas kan tidak suka kalau aku sentuh laki-laki lain."


Allan mendengus. "Aku tidak segila itu sampai mau kepalanya Arnold dielus sama si Amir."


🌻


Maaf garing.

__ADS_1


Visual Allan Giany Desta di post di IG ya. Follow IG Kolom_Langit


__ADS_2