Bukan Salahku Merebut Istrimu

Bukan Salahku Merebut Istrimu
BSMI 57


__ADS_3

Allan dan Giany kemudian digiring ke rumah Pak Lurah untuk mencari jalan keluar dari permasalahan yang kini membelitnya. Keduanya duduk secara terpisah di sofa yang berbeda. Beberapa warga menatap geram dan ada pula yang saling berbisik satu sama lain.


Allan, seorang pria dewasa berusia 32 tahun dan berprofesi sebagai seorang dokter sedangkan Giany, seorang wanita yang masih sangat muda dan terbilang baru saja melewati fase remaja.


Giany memberanikan diri menatap satu persatu orang-orang yang telah memfitnahnya dengan begitu kejam. Tatapan matanya menggambarkan kesedihan dan rasa takut. Ingin berteriak bahwa apa yang mereka tuduhkan kepadanya tidaklah benar. Tetapi apa daya, sekeras apapun ia membela diri, tetap tidak membuahkan hasil.


"Tenang bapak-ibu ..." Suara Pak Lurah seketika membungkam para warga yang sejak tadi saling berbisik satu sama lain. "Kita semua hadir di sini untuk mencari jalan keluar untuk permasalahan ini. Jadi harap kerja sama nya. Masalah ini jangan sampai tersebar keluar karena akan mencoreng nama baik kelurahan kita."


"Baik, Pak Lurah," sahut beberapa warga bersamaan.


Pria paruh baya itu duduk si sebuah sofa tunggal, menatap Allan dan Giany bergantian. "Dokter Allan, saya mau bertanya, apakah benar laporan warga yang menyebut bahwa Dokter Allan membawa Bu Giany tinggal di rumah Dokter pada saat masih berstatus istri orang?"

__ADS_1


Allan mengangguk. "Benar, Pak Lurah."


"Apa benar juga bahwa Dokter Allan juga yang telah membantu Bu Giany untuk menggugat cerai suaminya beberapa bulan lalu?"


Lagi-lagi Allan mengangguk tanpa perlawanan sedikit pun. Membuat Pak Lurah menarik napas dalam. Ia terlihat cukup terkejut dengan jawaban Allan. Dirinya sama sekali tidak menyangka, sebab setahunya Allan adalah seorang warga yang baik dan tidak pernah terlibat masalah apapun, apalagi sampai merebut istri orang.


"Maaf Pak Lurah, tolong tindak yang tegas kepada Dokter Allan dan Bu Giany. Kami sebagai warga merasa terganggu. Kami sering melihat Dokter Allan bepergian berdua dan pulang malam-malam. Mereka juga kerap menghabiskan waktu berdua saja di rumah. Kalau mereka berbuat zina kan kita tidak ada yang tahu," ucap salah seorang warga sambil memberi kode kepada pria lainnya yang hadir di sana, membuat keributan kembali tercipta.


Giany menunduk menahan air matanya. Ekor matanya melirik Allan. Ia cukup heran dengan laki-laki itu yang sama sekali tidak memberikan sanggahan atau sekedar membela diri, tidak seperti saat ia membela diri ketika Desta berusaha menjatuhkannya. Dan malam ini Allan lebih banyak diam, seolah apa yang dituduhkan warga memang benar adanya.


Kenapa Dokter Allan diam saja? kenapa dia tidak membela diri seperti saat Mas Desta memfitnahnya? batin Giany bertanya.

__ADS_1


"Pak Lurah, itu semua tidak benar. Saya tinggal di rumah Dokter Allan karena bekerja menjadi pengasuh anak Dokter Allan." Giany memberanikan diri membuka suara.


"Paling itu hanya topeng biar perselingkuhan mereka tidak tercium. Pak Lurah harus mengambil langkah tegas dalam masalah ini. Buktinya, beberapa waktu setelah tinggal di rumah Dokter Allan, Bu Giany cerai sama suaminya."


"Iya, waktu itu kan suaminya Bu Giany juga datang untuk menjemput. Tapi Bu Giany tidak mau ikut. Malah Dokter Allan menghalangi."


"Iya, benar Pak Lurah," sahut beberapa warga lainnya.


Giany kembali melirik Allan. Kali ini tatapannya sangat memelas seolah meminta agar Allan melakukan sesuatu. Tetapi sang dokter lagi-lagi membungkam, hanya sorot matanya yang menatap para warga yang berkumpul di sana.


Sabar Allan, diam saja kamu! batin Allan.

__ADS_1


__ADS_2