
Setelah melewati moment sarapan yang memalukan, Allan menuju rumah sakit tempatnya bekerja. Ini adalah hari yang menyebalkan baginya, tetapi mengingat Giany yang kini mengandung calon buah hatinya, semua rasa malu dan kesal itu menghilang tanpa bekas.
Dengan penuh rasa bangga, ia mengabarkan berita bahagia itu. Beberapa teman seprofesi telah memberi ucapan selamat dan doa.
Selepas melayani konsultasi beberapa pasien yang sebelumnya telah membuat janji, ia segera pulang . Hari sudah sore, Giany sudah beberapa kali menanyakan keberadaannya, karena rencana berangkat siang harus mundur beberapa jam.
“Sayang, sudah siap kan, semuanya?” tanya Allan begitu Giany keluar dari kamar Maysha setelah menidurkannya.
“Sudah, Mas. Baju hangat sama makanan sudah siap semuanya.”
“Pesan serabi sama dorayaki tidak jadi nih?” Tiba-tiba terdengar suara Bu Dini.
Allan mengusap punggung lehernya karena malu, memang Bu Dini memiliki satu kebiasaan yang sulit dihilangkan, menggoda Allan dan Giany.
“Ah Ibu ... Hobi bongkar rahasia.”
Wanita paruh baya itu terkekeh. Di balik kejahilannya, ia sangat bersyukur melihat putra semata wayangnya bahagia setelah hidup dalam kehampaan selama beberapa tahun sejak perpisahan dengan Ayra, hingga akhirnya Giany hadir dan memberi warna dalam kehidupan mereka.
Tak menunggu waktu lagi, mereka turun ke lantai bawah. Giany dan Allan akan segera berangkat.
“Bu, titip Maysha ya ...” ucap Giany.
__ADS_1
“Kamu tenang saja. Nikmati waktu libur kalian. Sejak menikah, kamu kan belum pernah pergi berduaan sama si Allan ini.”
“Disebutnya pakai jeda, Bu ... jangan dirangkai,” protes Allan.
“Si-Alan!” ujarnya sambil tertawa kecil. “Kamu harus hati-hati menjaga Giany, dia kan pernah pendarahan. Jadi harus ekstra dijaga.”
“Iya, Bu.”
“Bos, maaf mau lapor!”
Allan mendengus ketika mendengar suara makhluk paling menyebalkan yang menghuni pos rumahnya itu. “Tidak usah lapor-lapor segala kamu. Biasanya laporan kamu bikin imun saya turun.”
Seperti biasa Amir yang punya rasa percaya diri lebih tinggi dari gedung Burj Khalifa itu hanya menyahut dengan kekehan. “Hehe ... Mau lapor, Bos ... Di depan ada Pak Desta sama sekretarisnya.”
“Katanya disuruh Pak Beni.”
Menatap wajah Giany, Allan tersenyum saat menyadari sang istri sudah tidak takut lagi saat mendengar nama mantan suaminya disebut. Ya, trauma masa lalu sedikit demi sedikit mulai terkikis.
“Kamu tidak keberatan kan, kalau dia ke rumah kita?”
“Tidak apa-apa, Mas. Kan urusan pekerjaan.”
__ADS_1
“Ya sudah. Amir, suruh dia masuk.”
“Siap, Bos.” Amir segera keluar untuk mempersilakan Desta masuk.
Tak lama kemudian, Desta masuk dengan membawa beberapa map di tangannya. Allan dan Giany sudah duduk di ruang tamu menunggu. Meskipun agak canggung dan malu, tetapi Desta berusaha bersikap santai. Ini juga menjadi kesempatan baginya untuk meminta maaf kepada Giany atas semua perbuatan buruknya di masa lalu.
“Selamat sore, Pak.”
“Selamat sore Desta, Aluna ... Silakan duduk.” Ia menunjuk sofa di hadapannya.
“Maaf, mengganggu waktunya. Saya bawa beberapa berkas yang perlu tanda tangan Bapak. Selain itu, saya ada sesuatu yang mau dibicarakan dengan Bu Giany dan Bapak.”
“Kamu kok resmi sekali pakai panggil bapak dan ibu segala. Santai saja, ini bukan kantor,” ucap allan santai.
Menatap wajah Giany, timbul rasa bersalah yang teramat besar mengingat betapa kejam ia memperlakukannya dulu. Bahkan kini Desta merasa tidak pantas untuk meminta maaf, namun Aluna terus meyakinkannya.
Dan melihat keadaan Giany sekarang, Desta meyakini bahwa Giany sangat bahagia bersama Allan dan ia ikut bersyukur untuk itu. Satu hal yang ia tahu, Allan adalah pelindung yang sempurna untuk Giany.
Mungkin Desta merasa tidak layak mendapat maaf. Tetapi bagi Allan, Giany terlalu berharga dalam hidupnya, sehingga satu kebaikan Desta yang membahayakan nyawanya demi menyelamatkan Giany sudah cukup.
Dalam damai mereka saling memaafkan satu sama lain, menghapus dendam yang pernah ada.
__ADS_1
Karena hidup adalah proses belajar untuk menjadi lebih baik. Bukan hanya Allan dan Giany, Desta dan aluna pun memiliki kesempatan yang sama untuk berusaha menjadi pribadi yang lebih baik di setiap harinya.
🌻🌻