
Pagi harinya ...
Allan dan Giany tiba di rumah Desta, setelah sebelumnya mengantar Maysha ke sekolah.
Pak Mulyo segera membuka gerbang rumah ketika melihat Giany datang bersama seorang yang ia yakini adalah suaminya. Laki-laki paruh baya itu menyambutnya dengan ramah.
Cukup lama tak bertemu dengan mantan istri majikannya itu. Terakhir kali adalah saat dirinya membantu Giany melarikan diri dari kejaran Desta. Ia masih mengingat dengan jelas wajah Giany yang saat itu banyak luka lebam karena penganiayaan yang dilakukan Desta.
Kini, Giany datang datang keadaan yang sangat berbeda. Tampak anggun, cantik dan elegan. Berbeda dengan saat masih berstatus istri majikannya.
“Mbak Giany apa kabar?” tanyanya dengan senyuman ramah.
“Alhamdulillah ... baik, Pak Mulyo. Pak Mulyo sendiri bagaimana, sehat?” balas Giany tak kalah ramah.
“Baik, Mbak. Em ... Mbak Giany ke mari mau jenguk Den Desta? Den Desta nya sedang tidak enak badan. Kebetulan di dalam ada ibu sama Mbak Aluna.”
Giany menatap Allan sekilas dan suaminya itu membalas dengan senyuman. Allan tahu Giany cukup berhati-hati jika menyangkut sesuatu yang berhubungan dengan Desta--yang merupakan mantan suaminya. Ia sangat menjaga perasaan Allan.
“Tidak, Pak. Saya ke sini cuma mau ke makam Rayyan.”
“Sayang ... Tidak apa-apa. Sekalian saja jenguk Desta, mumpung kita di sini. Kan katanya sakit Destanya.”
“Tapi, Mas—”
“Sudah tidak apa-apa.” Ia merangkul bahu Giany dan menatap Pak Mulyo. “Kami boleh masuk ya, Pak?”
“Silakan.” Pak Mulyo menatap Allan dengan penuh kekaguman. Suami Giany itu sangat ramah dan sopan.
Ah, beruntung sekali Giany memiliki suami sesempurna ini, begitu isi pikiran Pak Mulyo. Namun tak dapat dipungkiri, ia merasa ikut bahagia.
__ADS_1
Allan dan Giany pun masuk setelah Bibi Sum membukakan pintu utama. Bu Marwah menyambut Giany dengan keharuan. Ia ikut bahagia, Giany mendapatkan suami yang baik dan memperlakukan selayaknya seorang istri yang sesungguhnya. Terlebih ketika diberitahu bahwa Giany sedang mengandung.
Ia menyeka cairan bening yang menggenang di ujung mata. Mengusap puncak kepala Giany dengan penuh kasih sayang.
"Mama ikut senang mendengar kabar kehamilan kamu, Nak. Semoga sehat sampai persalinan."
"Amin, makasih Mah."
Pandangan Allan menyapu ruangan itu, Desta tak tampak berada di sana. Padahal ia sangat ingin menanyakan sebab Desta memilih hengkang dari May-Day. Bagaimana pun peran Desta sangat dibutuhkan di perusahaan itu.
"Desta mana ya, Bu?" tanya Allan kepada Bu Marwah.
"Desta ada di atas, dia sedang istirahat. Ada Aluna juga. Kalian duduk dulu, ya ... ibu akan panggilkan Desta."
"Tidak usah, Bu kalau sedang istirahat, saya jadi tidak enak mengganggu. Biar nanti saja saya atur pertemuan dengan Desta lagi."
Sementara Giany sudah sangat tidak sabar mengunjungi putranya. "Mas, apa boleh aku ke makam Rayyan dulu?"
Giany mengangguk pelan. "Mah, saya ke taman belakang sebentar ya ... Mau lihat makam Rayyan."
"Iya, Nak. Mama sama Aluna juga baru saja ke sana." Giany tersenyum, kemudian berdiri dari duduknya.
Dengan ditemani Allan, Giany menuju makam Rayyan yang berada di taman belakang. Ia membawa beberapa buket bunga mawar putih dan meletakkan ke atas makam.
Di atas makam kecil itu juga ada bunga yang masih terlihat segar seperti baru diletakkan.
Ia menitikkan air mata. Ini adalah pertama kali dirinya mengunjungi makam Rayyan. Tangannya meraba ukiran indah bertuliskan nama Rayyan Firdaus. Sebuah nama pemberian Desta untuk putranya.
Allan mengucapkan salam kepada malaikat kecil yang sudah tertidur dalam keabadian itu, lalu membacakan sebuah doa di sana.
__ADS_1
Mendengar lantunan doa itu, air mata Giany kembali berderai. Ia tak kuasa membendung kesedihannya.
****
Sementara dari balik jendela sebuah ruangan, Desta mengusap air mata yang menetes di ujung matanya.
Hanya ada penyesalan yang menyiksa setiap harinya. Seandainya waktu itu ia tidak mabuk dan mendorong Giany, mungkin Rayyan akan terlahir ke dunia dengan selamat dan Desta tidak perlu merasakan kekosongan seperti sekarang.
Maafkan aku, Giany ... batin Desta.
🌼
🌼
🌼
Halo semua, apa kabar. Sehat selalu yaa...
Aku mau bagi-bagi sedikit kebahagiaan nih ... Sedikit yaa gak banyak. Hahaha
Insha Allah kita akan bagi-bagi pulsa lagi sebagai bentuk terima kasihku karena kalian mau tetap setia membaca kisah Allanlicious dan Babylicious ini.
Jadi tinggal beberapa episode lagi novel ini akan END. Huwaaaaaaa... syedih aku tuhhh.
Jadi, aku akan kembali memilih beberapa komentar-komentar TER-nganulicious seperti di novel-novel sebelumnya.
Syaratnya hanya follow akun otor saja. Gampang kan. Kenapa harus follow, karena berdasarkan pengalaman give away di novel novel sebelumnya, ada banyak yang terpilih tapi ternyata gak followan. Alhasil, masih ada aja yang sampai sekarang belum bisa dihubungi dan aku merasa berhutang. Hiks!
Ok sekianlicious dan tengkyulivious untuk pengumuman cenderung tidak penting ini.
__ADS_1
muaacccchhhhhhhhh muaacchhh muachhhh