Bukan Salahku Merebut Istrimu

Bukan Salahku Merebut Istrimu
BSMI 138


__ADS_3

"Kamu sama siapa, Al?" tanya wanita itu masih dengan keramahan yang sama.


"Kenalkan, ini istriku. Namanya Giany," jawab Allan tanpa keraguan.


Wanita itu tampak terkejut, ia meneliti wajah Giany seolah tak percaya. Seorang wanita muda yang baginya tidak cocok untuk menjadi istri bagi dokter seperti Allan.


Tak dapat dipungkiri pesona seorang Dokter Allan mampu menghipnotis wanita-wanita, sehingga banyak yang berpikir bahwa sudah pasti Allan akan memperistri wanita yang sangat cantik dan anggun.


"Istri?" tanya Indah dengan alis mengerut. "Tapi yang aku dengar kamu menikahnya dengan Ayra Maeva."


Giany menundukkan kepala, kepercayaan dirinya luntur seketika. Allan langsung meraih jemari Giany dan menggenggamnya. Bahkan Giany dapat merasakan betapa erat genggaman itu.


"Sekarang inilah istriku."


"Oh, maaf. Aku baru tahu. Kirain adik atau saudaramu yang lain. Soalnya, dia masih sangat muda."


Allan tersenyum, lalu menatap Giany. "Sayang, kenalkan ... ini teman lamaku, namanya Indah. Kami kuliah di tempat yang sama, hanya beda fakultas."


Giany mengulurkan tangan, wanita itu menyambutnya dengan senyum yang bagi Giany tidak enak dipandang.


"Hai, aku Indah. Senang berkenalan dengan kamu."


"Giany!" jawabnya singkat, lalu menarik tangannya.


"Oh ya, boleh aku ikut gabung di sini? Meja lain sepertinya penuh," tawarnya membuat mata Giany melotot.

__ADS_1


Gerah dengan tingkah wanita itu, Giany lantas mengibaskan buku menu didepan wajahnya demi mendapatkan asupan udara. Wanita yang mengaku mantan kekasih suaminya itu tampak sedang tebar pesona, seolah ingin menunjukkan bahwa dirinya lebih cantik dibanding Giany.


Allan menyadari sikap Giany yang tak biasa. Ia tak ingin pertemuan dengan mantan membuatnya ribut dengan istri.


"Maaf, ya ... Tapi sepertinya kamu gabung di meja lain saja. Aku sedang ingin berdua dengan istriku."


Senyum kekecewaan tampak di wajah sang mantan, membuat senyum tipis terbit di sudut bibir Giany.


Syukurin. Memang enak ditolak mantan? batin Giany menunjukkan senyum di hadapan wanita itu.


"Ya sudah, tidak apa-apa, mungkin lain kali. Senang bertemu kalian."


Dengan gurat kekecewaan yang terlihat jelas, wanita itu mendatangi meja lain yang tampak hanya diisi seorang pria.


Sesekali Giany masih melirik ke sana. Kemudian menatap suaminya. "Mantan pacar Mas banyak ya? Sampai lupa punya mantan namanya Indah."


"Brengsek?" Alis Giany berkerut, raut wajahnya penuh tanya. "Sebrengsek apa Mas Allan di masa remaja?"


Lagi, pertanyaan itu membuat Allan tak berkutik meskipun nada bicara Giany lembut seperti biasanya. Ia menggaruk-garuk kepala dengan jari. "


Kok sial ya jadinya. Kenapa juga aku harus ngaku brengsek di usia remaja ya? Apes.


"Em ... Salah satunya, pacaran dengan banyak gadis."


"Apa?"

__ADS_1


"Ya tidak usah melotot begitu matanya. Nanti cantiknya berkurang."


Baru saja Giany akan melayangkan pertanyaan lain, seorang pramusaji datang dengan membawa pesanan mereka. Takoyaki, teriyaki dan su udon.


"Mas tadi ngaku brengsek dalam hal apa?"


Allan terdiam.


"Mas ... jangan sampai tak oyaki, teriyakin sampai su udon ya!" sindir Giany mengingat nama menu ala Jepang yang tadi diplesetkan oleh Allan ke dalam bahasa Jawa.


Menyerah. Mungkin kata itu yang sekarang ada di benaknya.


Sepertinya aku benar-benar kena kutukan meja makan. Kok semua rahasia terbongkarnya di meja makan ya. Mana istri lagi mode galak.


"Contohnya dengan yang namanya Indah tadi."


"Dia kenapa? Mas brengsek dalam hal apa sama dia?"


"Aku taruhan sama Marchel dan Willy. Kalau aku bisa dekati dia dalam tiga hari dan pacaran selama tiga bulan, Marchel akan traktir makan selama setahun," jawabnya dengan senyum terpaksa.


Giany menarik napas dalam hingga hidungnya terlihat kembang kempis.


Tamat riwayatku, satu kebrengsekan akhirnya terbongkar.


🌼

__ADS_1


🌼


🌼


__ADS_2