
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Hai teman-teman apa kabar? Semoga sehat di mana pun berada.
Aku ada info nih.
Aku punya karya recehan baru yang akan menemani teman-teman di waktu senggang.
ini dia.
.
.
Judul \= PELANGI BERSELIMUT AWAN
Prolog :
Kesunyian menyambut Pelangi saat pertama kali memasuki rumah. Untuk sesaat waktu seakan berhenti berputar bagi gadis berusia 23 tahun itu. Ia berdiri mematung, hanya pandangannya yang berkeliling. Sungguh aneh, rumah mewah bak istana itu kosong bagai tak berpenghuni. Bahkan tak ada sahutan saat Pelangi mengucapkan salam beberapa menit lalu.
Seorang sopir yang mengantarnya pulang, masuk dengan membawa koper. Ia membungkukkan kepala tanda hormat.
__ADS_1
“Saya simpan kopernya di sini ya, Mbak!” ucap pria kira-kira berusia 40 tahunan itu.
“Iya, terima kasih,” balas Pelangi dengan sopan.
Seharusnya ini menjadi hari yang paling membahagiakan bagi Pelangi Faranisa. Ini adalah hari pernikahannya. Namun, satu kejadian telah merubah segalanya. Sang suami tiba-tiba menghilang di puncak acara.
Alhasil, Pelangi harus berdiri di pelaminan indah seorang diri dan pulang dengan diantar seorang sopir. Sementara keluarga suaminya yang lain masih berada di hotel tempat digelarnya resepsi pernikahan itu, akibat kehebohan yang diciptakan sang mempelai pria. Sementara keluarga dari mempelai wanita sudah pulang lebih dulu.
“Mbak Pelangi, ya?” Suara serak seorang wanita mengembalikan kesadaran Pelangi. Ia menoleh ke arah sumber suara. Tampak seorang wanita gemuk dengan daster rumahan tersenyum sopan.
“Iya, Bu.”
“Saya Minah ... biasanya orang di rumah ini panggil saya Bik Minah. Tadi Bapak telepon, katanya Mbak Pelangi lagi di jalan pulang dan saya diminta menunggu.”
Bik Minah memandang dengan penuh kekaguman, seorang wanita berkerudung dengan gaun pengantin indah yang membalut tubuhnya. Sangat manis dan cantik.
“Mari saya antar ke kamar Den Awan. Kamar Den Awan ada di atas.” Dengan gerakan cepat, wanita itu sudah meraih koper berukuran sedang milik Pelangi. Kemudian berjalan menuju tangga. Pelangi mengikuti wanita itu dari belakang dengan pikiran yang dipenuhi tanda tanya. Hingga langkah mereka berhenti tepat di depan sebuah pintu.
“Ini kamar Den Awan.” Bik Minah meletakkan koper di hadapan pelangi. “Kalau Mbak Pelangi butuh sesuatu, saya ada di bawah.”
“Baik, Bik. Terima kasih.” Pelangi tersenyum ramah dan meraih gagang kopernya dengan tangan kiri. Sementara tangan kanan memutar gagang pintu.
Baru memasuki kamar itu, aroma laki-laki pun menyeruak. Pelangi kembali terpaku dengan tatapan berkeliling. Sebuah kamar berukuran luas dengan fasilitas mewah di dalamnya. Kakinya terlihat ragu untuk melangkah. Gaun pengantin menjuntai itu terasa membebani tubuhnya sejak beberapa jam lalu, yang membuatnya tak leluasa bergerak.
__ADS_1
Ia meletakkan koper di dekat tempat tidur. Dengan napas yang berat, pelangi menjatuhkan tubuhnya di tepi ranjang. Tak dapat dipungkiri kejadian hari ini membuat dadanya terasa sesak. Dalam hati bertanya-tanya, apa mungkin suaminya terpaksa menerima perjodohan mereka dan meninggalkan resepsi adalah sebuah bentuk penolakan?
“Jika memang laki-laki yang tadi pagi mengucapkan ijab kabul atas namaku tidak menginginkan pernikahan ini, kenapa tidak menentang sejak awal?” lirih Pelangi dalam batin.
Ingatannya berputar ke masa beberapa bulan sebelumnya, ketika sang ayah memberitahu bahwa dirinya telah dipinang oleh sebuah keluarga terpandang untuk dijadikan menantu. Pelangi bukannya tidak tahu tentang alasan di balik perjodohan itu. Perusahaan meubel sang ayah yang hampir bangkrut sudah cukup untuk menjadi alasan. Memiliki besan kaya raya pasti membawa dampak baik bagi keluarganya.
Pelangi masih melamun ketika suara dengkuran keras menyadarkan dari lamunannya. Saat menoleh ke sumber suara, kelopak matanya melebar seketika. Awan Wisnu Dewanto, seorang pria tampan berusia 28 tahun yang menjadi suami Pelangi itu sedang tertidur pulas di atas sofa lengkap dengan jas dan sepatu.
Bukan hanya itu, sebuah botol minuman keras tergeletak begitu saja di lantai.
.
.
.
.
.
Klik profil author dan cari judul ini. Jangan lupa add Favorit ya.
Terima kasih 🥰🥰🥰
__ADS_1