
"Maafkan aku, Sayang. Aku yang salah. Aku sangat panik kamu pergi keluar sendirian, hape tidak bisa dihubungi, tempat yang kamu kunjungi sangat jauh dari rumah, ini juga sudah malam. Aku benar-benar tidak sengaja membentakmu.”
Allan meraih tubuh Giany dan memeluknya. Tangannya bergerak mengusap punggung, naik dan turun demi menenangkan perasaan wanita itu. Masih terdengar sisa-sisa sesegukan di sana.
Giany mengusap air mata yang sialnya enggan berhenti menetes. Semakin ia berusaha menahan, semakin deras air mata itu mengalir tanpa dapat dikendalikan.
“Soal foto-foto aku dan Ayra yang kamu lihat tadi, aku benar-benar tidak tahu kalau ada foto seperti itu di rumah ini. Aku bahkan baru pertama kali melihatnya tadi. Mungkin Ayra yang membuat album foto itu dulu dan ibu atau Bibi Misa yang simpan. Aku benar-benar tidak tahu, kalau iya, pasti aku sudah minta orang membuangnya.”
Giany menarik tubuh dari eratnya dekapan sang suami. Bahkan ia dapat merasakan betapa tak relanya Allan melepas pelukan itu. Ia meraih selembar tissue kering dan mengusap air mata yang kini mulai kemerahan akibat lama menangis.
“Tidak apa-apa, Mas. Aku tidak keberatan dengan foto-foto itu. Aku juga tidak akan marah kalau Mas mau menyimpannya.”
Allan mengusap rambut Giany dengan lembut. Sungguh ia merasa sangat bersalah membuat Giany sesedih sekarang. Rasanya ia ingin menghukum dirinya sendiri.
“Aku akan minta Amir membuangnya saja. Lagi pula untuk apa menyimpan foto masa lalu. Semuanya sudah tidak berarti untukku.”
“Jangan, Mas! Jangan dibuang. Mungkin foto itu tidak berarti bagi Mas dan aku. Tapi bagaimana dengan Maysha nanti?”
Mereka saling diam dan saling tatap hingga terjadi kebisuan selama beberapa saat. Allan lalu berkata,
__ADS_1
“Tapi aku tidak suka menyimpan apapun tentang masa lalu. Aku dan Ayra sudah lama berakhir. Maysha akan mengerti itu.”
“Tidak, Mas ... bagaimana pun juga foto-foto itu adalah kenangan orangtua Maysha. Tidak ada anak yang mau membuang kenangan tentang orangtuanya. Setidaknya dengan melihat foto itu, suatu hari nanti Maysha akan mengerti bahwa dia terlahir dari kasih sayang kedua orang tuanya. Aku memang merasa cemburu setelah melihat foto-foto itu ... sangat cemburu ... sampai aku mau tampil lebih cantik dari Bu Ayra. Tapi, bukan berarti aku harus menghilangkan hak Maysha untuk memiliki kenangan ayah ibunya, kan?”
“Tapi menjaga perasaanmu juga hal penting bagiku.”
“Dan bukan hanya perasaanku saja yang harus dijaga. Betapa pun seorang anak mencintai ibu sambungnya, dia tidak akan melupakan ibu kandungnya sendiri.”
Allan masih menatapnya lekat-lekat. Rasa bersalahnya kian menggunung.
Betapa lembutnya hatimu, Giany. Maafkan aku ...
🌻
🌻
Giany mungkin wanita yang memiliki hati lembut, sebabnya begitu mudah baginya untuk memaafkan. Tetapi tak semudah itu bagi Allan.
Malam semakin larut, namun ia tak juga dapat memejamkan mata, rasa bersalah itu masih membelenggunya.
__ADS_1
Ia menatap dalam wajah sang istri, rasa bersalah itu masih menguasai hatinya. Jika teringat janji yang pernah ia buat sendiri, rasanya ingin menghukum dirinya atas rasa sakit yang ia beri kepada Giany.
Tubuhnya bergerak turun dan meletakkan bantal sejajar dengan perut Giany. Tangannya menyelinap melalui celah kancing dan mengusapnya.
“Nak ... Maafin ayah ya ... Ayah habis ingkar janji dan buat bunda sedih. Kamu jangan ngambek ... apalagi julid sama ayah, ya. Ayah janji tidak buat bunda sedih lagi.” Ia melingkarkan tangan ke perut dan melekatkan wajahnya di sana.
Tak berselang lama, Allan turun dari tempat tidur. Beranjak menuju ruangan tempat foto-foto itu tersimpan. Ia membuka album foto berwarna pink dan mengeluarkan beberapa foto bulan madu romantisnya dengan Ayra di Paris. Ia hanya menyisakan foto-foto yang tidak begitu mengumbar kemesraan.
Setelah memilih, ia menuju halaman belakang. Meletakkan lembar demi lembar di atas rerumputan dan kemudian menyalakan korek api.
Kobaran api pun mulai melahap lembar demi lembar foto kenangan Allan bersama mantan istrinya, hingga hanya menyisakan abu.
Allan menarik napas panjang, setidaknya ia sedikit merasa lega.
"Lagi pula kurang pantas foto kemesraan mencolok seperti ini diperlihatkan kepada orang lain."
🌻
__ADS_1