Bukan Salahku Merebut Istrimu

Bukan Salahku Merebut Istrimu
BSMI 53


__ADS_3

"Kamu jangan bicara sembarangan. Semua ini bukan salah Giany. Kamu kan tidak tahu seperti apa kejadiannya. Maysha tiba-tiba jatuh dan itu kecelakaan. Ibu ada di sana waktu Maysha jatuh."


Ayra mendengus. Terlihat jelas kekesalan di wajahnya atas pembelaan yang dilakukan Bu Dini untuk Giany. "Bukan salah dia? Dia dibayar untuk menjaga Maysha, jadi tanggung jawab atas keselamatan Maysha ada sama dia! Jadi aku mau dia diberhentikan!"


"Bukan kamu yang berhak memutuskan, tapi Allan. Lagi pula kamu tidak berhak menyalahkan siapapun!"


"Ibu sama Allan ini kenapa sih? Selalu membela dia!"


"Cukup Ayra!" Suara Allan seketika membungkam Ayra. Laki-laki itu baru saja keluar dari ruang IGD dengan menggendong Maysha yang kini menyandarkan kepalanya di bahu sang ayah.


Melihat kening Maysha terbalut perban, Ayra hendak meraih tubuh mungil itu, tetapi lagi dan lagi Maysha menunjukkan reaksi penolakan dengan mengeratkan pelukannya pada tubuh Allan.


"Ayah, mau pu-lang!" bisik Maysha.


"Iya, Sayang. Maysha ke mobil duluan sama Kakak Giany dan Oma ya ..."


Maysha mengangguk, membuat Allan menurunkannya. Ayra ingin memeluknya, tetapi Maysha dengan cepat menepis tangannya dan berlari memeluk Giany.

__ADS_1


"Ibu, Giany ... Tolong bawa Maysha ke mobil," ucap Allan.


Bu Dini dan Giany pun segera membawa Maysha pergi. Sementara Ayra semakin terlihat kesal karena Allan masih membela Giany. Padahal dalam pandangan Ayra, inilah kesempatan untuk menjatuhkan Giany. Wanita itu menatap Giany dengan sorot mata penuh kebencian.


🌻🌻🌻


Setelah Giany dan Bu Dini membawa Maysha keluar, Allan dan Ayra bicara berdua di ruang kerja Allan. Ayra masih terlihat kesal, sementara Allan tampaknya tidak begitu peduli.


"Aku tidak mengerti sama kamu Allan. Jangan hanya karena mencintai wanita itu kamu jadi buta dengan kesalahannya. Lihat, dia tidak bisa menjaga Maysha dengan baik."


"Pokoknya aku tidak mau tahu. Aku mau Maysha dijaga seseorang yang lebih baik. Aku akan mencari seorang pengasuh dari yayasan untuk menjaga Maysha."


"Ayra ... Sebenarnya apa tujuan kamu datang kemari?"


Alis Ayra mengerut pertanda bingung. Ia masih belum menangkap ke mana arah pembicaraan Allan. "Maksud kamu?"


Kini Allan menatap tajam Ayra. "Kamu kemari karena benar-benar peduli dan mengkhawatirkan Maysha atau kamu sengaja datang hanya untuk menyalahkan dan mencari-cari kesalahan Giany?"

__ADS_1


Ayra terhenyak. Untuk sesaat ucapan Allan seperti sebuah pukulan telak baginya. Sebab apa yang dikatakan Allan memang benar adanya. Ayra memang sedang mencari cara untuk menjatuhkan Giany.


"Allan ... Apa-apaan ini? Setelah semua yang terjadi kamu masih membela dia?


Allan terkekeh. "Ini kecelakaan Ayra. Bahkan ibu juga ada di sana saat kejadian Maysha jatuh dari perosotan. Lagi pula sejak kapan kamu peduli dengan Maysha?"


"Allan, bagaimana pun juga aku ibunya Maysha. Aku juga berhak memutuskan apa yang terbaik bagi Maysha!"


"Yang terbaik bagi Maysha? Apa? Meninggalkan dia dari bayi hanya demi karier? Atau membuat Maysha trauma dan ketakutan seperti yang sudah kamu lakukan? Apa seperti itu yang kamu maksud ingin yang terbaik?"


Cairan bening tiba-tiba menggenang di bola mata Ayra. Ia tahu Allan begitu sulit memaafkan kesalahannya di masa lalu.


"Dan setelah semua itu kamu masih belum sadar dengan kesalahanmu sendiri dan malah mencari kesalahan Giany. Kamu waras?"


Ayra mematung. Ia tak lagi berani melakukan pembelaan apapun.


🌻

__ADS_1


__ADS_2