Bukan Salahku Merebut Istrimu

Bukan Salahku Merebut Istrimu
BSMI 64


__ADS_3

Pagi ini semuanya diawali dengan indah. Pertama kalinya terbangun dengan status sebagai istri seorang Allan Hadikusuma adalah sesuatu yang berbeda bagi Giany. Mungkin akan ada alasan mengapa ia harus terbangun lebih awal dan mulai belajar menyiapkan segala kebutuhan suaminya.


Walaupun pada kenyataannya pernikahan itu dibangun atas dasar terpaksa, tetapi kewajibannya sebagai seorang istri harus tetap ia jalankan.


"Ini untuk kamu." Allan menyodorkan sebuah kartu ATM.


"Buat apa, Mas?"


"Kamu pasti butuh ini untuk belanja. Nanti aku transfer jatah bulanan kamu ke sini saja, biar tidak repot. Pin nya tanggal pernikahan kita."


"Iya, Mas." Giany meraih benda tipis itu dan segera meletakkan di dalam tas. Ia tiba-tiba teringat kembali pernikahannya dengan Desta. Mantan suaminya itu bahkan tidak pernah memberinya uang selain saat Giany meminta untuk memeriksakan kandungan.


Giany turun ke lantai bawah setelahnya. Untuk menjalankan perannya sebagai ibu sambung. Ia membantu Maysha mandi dan mengganti pakaian.


Tidak disangka pagi itu Maysha sudah merubah panggilan dari kakak menjadi bunda. Entah siapa yang telah mengajarinya. Tetapi Giany cukup bahagia mendengar panggilan indah itu. Begitu pun dengan Bibi Misa yang tadinya hanya memanggil nama—kini menjadi Bu Giany. Meskipun sebenarnya Giany lebih senang dipanggil nama saja seperti biasanya, tetapi Bibi Misa tetap saja merubah panggilannya. Giany sampai harus mengingatkan beberapa kali.


Mereka sudah duduk bersama di meja makan.


“Mau sarapan apa Mas?” Sebuah pertanyaan biasa yang membuat Allan seolah melayang mendengarnya.


Allan melirik beberapa menu di atas meja, kemudian menunjuk salah satu menu yang mana sedang disantap oleh Maysha dengan lahapnya. “Itu yang dimakan Maysha apa?”


“Bubur manado, Mas. Mau?”

__ADS_1


“Boleh deh. Pakai ikan asin ya, seperti punya Maysha ...”


Giany meletakkan semangkuk bubur di hadapan Allan. Laki-laki itu terlihat sangat menikmatinya, terlihat dari ekspresi wajahnya saat suapan demi suapan mendarat ke mulutnya. Ia sering mendengar nama bubur manado, tetapi sama sekali belum pernah mencobanya. Apalagi ada ikan asin, Allan sampai minta tambah lagi dan lagi.


Entah memang buburnya yang enak, atau karena itu buatan Giany. Hanya Allan yang tahu. Bukankah bagi para suami masakan istri adalah menu terenak di dunia? Apapun itu sekalipun sebenarnya menyiksa lidah.


“Mas ... Hari ini aku mau temani Maysha, ada kegiatan di luar sekolah. Maaf, aku baru memberitahu. Baru sempat buka grup whatsapp sekolah.”


“Kegiatan apa?”


“Lomba mewarnai gambar. Tapi kegiatannya di taman hiburan X.”


Allan mengangguk, lalu meraih segelas air putih. “Boleh. Tapi Amir dan Joko harus ikut.”


“Ya sudah, Amir dan Joko akan menyusul.”


Giany mengangguk setuju tanpa sanggahan lagi. Allan bukan tidak mempercayakan urusan Maysha kepada Giany seorang diri. Tetapi jangan lupakan Ayra yang sangat membencinya dan sudah pasti wanita itu akan selalu mencari celah untuk menjatuhkan Giany.


“Kenapa bukan kamu yang temani Maysha bersama Giany? Bukannya kamu masih cuti ya?” tanya Bu Dini.


“Aku ada janji hari ini dan tidak bisa ditunda, Bu.”


“Janji apa?”

__ADS_1


“Janji bertemu orang penting.”


“Oh ...”


Sarapan yang hangat pun berlalu. Allan sudah pergi lebih dulu untuk sebuah pertemuan yang katanya sangat penting. Sementara Giany menemani Maysha ke sekolah dengan diantar Joko dan Amir, untuk selanjutnya berangkat ke lokasi lomba dengan bus bersama para siswa dan ibu-ibu lainnya. Joko dan Amir akan menyusul dengan mobil di belakang.


Beberapa orang yang kebetulan mendengar kabar pernikahan Allan dengan Giany memberi selamat, namun tak sedikit yang mencibir tanda iri, karena sang dokter keren itu harus jatuh ke tangan seorang pengasuh. Terlebih beberapa orang tua siswa lain adalah sahabat dari Ayra.


Parahnya, berita miring yang beredar menyebut bahwa giany merayu ayah satu anak itu hingga terpaksa menikah. Giany sampai harus pura-pura bisu dan tuli terhadap setiap sindiran pedas yang mengarah padanya.


Aku harus bisa sabar demi Maysha. Lagi pula mereka kan tidak tahu yang sebenarnya. Bu Ayra pasti sudah cerita yang bukan-bukan ke mereka. Biar saja lah, aku akan jelaskan nanti.


Bus melaju dengan kecepatan sedang. Beberapa siswa terdengar bernyanyi sepanjang perjalanan. Sementara pandangan Giany menyapu sisi jalan yang dilalui.


Hingga tatapannya terfokus pada sosok mirip dengan Allan yang sedang duduk bersama seorang wanita cantik di sebuah food court di sisi jalan. Giany menajamkan penglihatannya.


Mas Allan? Bersama wanita yang waktu itu lagi? Sebenarnya wanita itu siapa? Tadi kan Mas Allan bilang mau bertemu seseorang yang penting. Apa sebenarnya dia yang bernama Babylicious?


🌻🌻🌻


reader \= Thor kApan Giany tahu kalau Babylicious itu dirinya?


otor \= Episode berikutnya🤭

__ADS_1


__ADS_2