
"Kok malah diam?" Allan memberi kecupan singkat di bibir, yang menyadarkan Giany dari lamunannya. "Kenapa sih?"
"Tidak apa-apa, Mas." Giany tersenyum, lalu membalas mengecup kening Allan. Laki-laki itu memejamkan mata, meresapi hangatnya bibir Giany menyapu keningnya. "Aku tahu May-Day. Itu perusahaan yang memproduksi berbagai jenis susu dan makanan sehat, kan?"
"Iya."
Giany menatap Allan setelahnya. Memikirkan Desta yang selalu mengusik kehidupan mereka membuatnya merasa bersalah terhadap Allan dan keluarganya. Pikiran polosnya kembali mendominasi, mengira Desta telah memberi Allan sebuah ancaman mematikan.
"Memangnya perusahaan May-Day kenapa, Mas?" Ia bertanya dengan ragu-ragu.
"Kamu pernah dengar nama pendirinya?"
Giany dengan cepat menggeleng, tetapi tatapannya masih penuh kebimbangan. Jantungnya bahkan sudah berdetak lebih cepat akibat rasa khawatir.
Apa Mas Desta melibatkan pemilik perusahaan May-Day untuk mengancam Mas Allan ya?
"Kamu kenapa sih, kayak ada beban begitu?" tanya Allan begitu mendapati ekspresi yang lain di wajah Giany.
"Tidak apa-apa, Mas." Sambil berusaha mengatur napas. "Memang pendiri perusahaan itu kenapa? Ada masalah ya?"
"Tidak ada masalah kok." Jawaban Allan pun tidak serta merta membuat Giany lebih tenang, malah lebih takut. "Kamu tahu ikon May-Day, kan?"
"Tahu. Gambar anak perempuan."
"Kamu tahu siapa anak perempuan itu?"
"Tidak tahu, wajahnya kan tidak jelas, karena dibuat dalam bentuk potret ilustrasi. Mungkin artis cilik dari luar negeri."
Allan terkekeh geli. Giany bahkan menjawab dengan polosnya tanpa curiga sedikitpun. Ia mengecup gemas wajah Giany di beberapa bagian. "Kalau aku kasih tahu kamu siapa pendiri dan ikon May-Day, apa kamu akan percaya?"
"Memang kenapa? Mas kenal?"
__ADS_1
"Coba kamu ingat, apa ciri khas produk buatan May-Day!"
Giany memutar bola matanya, berpikir dan berpikir sambil menebak dalam hati. "Tidak ada ciri khasnya sih, kecuali ikon potret ilustrasi anak perempuan sama logo huruf AH di setiap kemasan. Kayak di kemasan susu May-Mum. Ada logo huruf AH. Di kemasan susu UHT sama produk lain juga ada."
"Menurut kamu AH itu apa?"
"Mana aku tahu, Mas."
Allan tertawa kecil. "Ya sudah kalau tidak tahu. Kamu mau lihat wajah asli anak kecil yang jadi ikon May-Day, tidak?"
"Mas punya fotonya?" tanyanya penasaran.
"Banyak!" Ia kemudian meraih ponsel yang berada di atas meja, kemudian membuka galeri foto. Ia memperlihatkan sebuah foto anak kecil yang mirip dengan sosok anak yang menjadi ikon May-Day.
Sepasang netra Giany pun membulat penuh, saat menyadari foto yang diperlihatkan Allan adalah Maysha.
"Ini kan fotonya Maysha! Apa ini artinya Maysha adalah ikon May-Day?" Untuk beberapa saat Giany semakin khawatir. Jika Maysha adalah ikon May-Day, apa ada kemungkinan untuk Maysha bertemu Desta? Terlebih jabatan Desta di perusahaan itu cukup tinggi. Giany bahkan sudah tidak bisa berpikir jernih akibat rasa khawatir. "Bagaimana bisa Maysha jadi ikon May-Day?"
Giany kemudian tersadar. May adalah nama awalan Maysha. Sedangkan logo huruf AH adalah inisial Allan Hadikusuma.
Kalau Maysha adalah ikon May-Day, apa jangan-jangan logo AH adalah ....
"Tunggu, apakah mungkin ..." Ia menatap Allan dengan penuh tanya. Allan tidak menjawab dengan kata, selain senyum yang terbit di wajahnya. Giany pun menunduk malu ketika pikirannya sudah mulai menebak. "Apa logo AH itu inisial dari Allan Hadikusuma?"
"Menurut kamu?"
"Apa artinya Mas Allan adalah pendiri perusahaan May-Day?"
"Aku juga curigation seperti itu sih. Kalau Pak Allan adalah pemilik May-Day, berarti Bu Allan adalah Bu bos May-Day dong ya?" ucapnya sambil memperagakan gaya berbicara centil tetangga-tetangga julid. Menggoda Giany memang sangat menyenangkan bagi Allan.
Giany membeku. Antara percaya dan tidak, bahwa suaminya yang selama ini tampil tidak terlalu mencolok dan terkesan pria sederhana ternyata adalah seorang pemilik perusahaan besar. Ia bahkan berpikir sedang bermimpi, tetapi kesadaran sepenuhnya segera kembali.
__ADS_1
Kalau Mas Allan adalah pemilik May-Day, kenapa Mas Desta berani melawan Mas Allan? Apa Mas Desta tidak tahu kalau Mas Allan adalah pemilik May-Day?
"Kamu kenapa sih dari tadi ekspresinya begitu?"
"Tidak, Mas. Aku hanya terkejut. Aku baru tahu kalau May-Day adalah perusahaan milik Mas Allan."
"Bukan aku, tapi punyanya Maysha. Aku mendirikan perusahaan itu untuk masa depan Maysha. Banyak kok yang tidak tahu siapa pendiri perusahaan itu, bahkan karyawannya sendiri tidak ada yang tahu selain Beni dan Ardan. Mereka tahunya pendiri May-Day itu Mr.AH."
"Pak Beni sama Pak Ardan itu siapa?"
"Beni itu sahabatku, dia CEO di May-Day. Kalau Ardan Direktur humas."
Pantas saja Mas Desta tidak tahu kalau Mas Allan adalah pemilik perusahaan tempatnya bekerja. Bagaimana kalau mereka sampai bertemu ya? Apa Mas Allan akan memecat Mas Desta?
"Apa Mas Allan kenal semua orang yang bekerja di May-Day?"
"Tidaklah. Aku hanya kenal beberapa direktur dan pemegang saham saja."
Giany membungkam. Rasa khawatir yang tadi seketika lenyap entah ke mana. Berganti menjadi rasa terkejut luar biasa. Apakah ia harus merasa beruntung menjadi istri Allan Hadikusuma?
Teringat kehamilan pertamanya, ketika ingin membeli susu hamil dengan merk May-Mum, tetapi harus menahan keinginan karena Desta tidak pernah memberi uang.
Takdir memang unik dan tidak bisa ditebak, susu hamil yang dulu tidak sanggup aku beli ternyata adalah produk dari perusahaan suamiku.
🌻
Kalian gak suka cover baru Allanlicious?
Sama aku juga kurang suka🤧🤧🤧.
Tapi mau gimana lagi, ini adalah cover eksklusif pemberian Noveltoon. Dan diganti secara otomatis oleh sistem. 🤧🤧
__ADS_1