Bukan Salahku Merebut Istrimu

Bukan Salahku Merebut Istrimu
BSMI 96


__ADS_3

Sudah seminggu lebih Allan bekerja di May-Day. Artinya sebentar lagi ia dapat menghirup udara kebebasan dan kembali pada pekerjaan yang sebenarnya, sebagai seorang dokter.


Desta pun sudah diangkat menjadi manager marketing dan Aluna menjadi sekretarisnya. Pagi itu Beni juga sudah masuk kantor lagi setelah lebih dari seminggu mengurus anak perusahaan yang berada di luar negeri.


“Mulai besok kamu sudah boleh kembali menjadi Dokter Allan. Terima kasih sudah menggantikan aku selama seminggu ini,” ucap Beni yang kini berada di ruangannya.


Allan tampak berpikir sejenak, seolah tidak rela meninggalkan May-Day. “Ben, kamu cuti dulu deh beberapa hari. Aku pinjam kedudukanmu dulu.”


“Maksudnya?”


“Aku ada misi yang belum selesai. Nanti kalau misi nya selesai, aku kembalikan jabatan dan ruangan jelekmu ini.”


Beni mendengus tak terima ruangannya dikatakan jelek. “Ruanganmu di rumah sakit lebih jelek dari ruangan ini!”


Allan pun membalas dengan tatapan tak kalah julidly nya. “Kamu kok lama-lama bikin kesel ya kayak si Amir. Aku cuma pinjam beberapa hari lagi. Jadi kamu terserah mau libur atau jalan-jalan dulu.”


"Memang kamu ada misi apa?"


"Menyatukan yang pernah terpisah."


Alis Beni mengerut pertanda bingung. Laki-laki seusia Allan itu menatap dengan penuh kecurigaan. Tentang apa maksud dari misi menyatukan yang pernah terpisah.


"Memang apa yang pernah terpisah?"


"Jangan tanya! IQ kamu kan masih jongkok. Suruh belajar berdiri dulu."


"Sialan kamu!" balas Beni kesal.


"Lagian kamu dari tahun 0001 kerjaannya tanya melulu. Sadar Ben, ini sudah tahun 2021!"

__ADS_1


Tok Tok Tok


Suara ketukan pintu menghentikan pembicaraan serius cenderung tak jelas itu. Pak Ardan muncul dari balik pintu dengan senyum ramahnya.


"Selamat pagi Pak Allan, Pak Beni," ucapnya.


"Pagi Pak Ardan."


Ia melangkah mendekat lalu duduk di sofa. "Pak Allan panggil saya?"


"Iya, Pak," jawab Allan. "Ini tentang event May-Day di luar kota itu, saya sudah menunjuk dua orang yang akan berangkat keluar kota untuk mengawasi jalannya event."


"Siapa, Pak?"


"Manager marketing yang baru sama sekretarisnya," jawab Allan santai, membuat Pak Ardan dan Beni saling melirik.


"Iya. Di sana kan ada beberapa karyawan lain. Jadi kirim dua orang saja sudah cukup kok sekalian penghematan biaya. Lagi pula sebagai manager marketing yang baru, Desta perlu membuktikan kinerjanya kan?"


Meskipun bingung, Pak Ardan akhirnya mengangguk tanda setuju. Berbeda dengan Beni yang masih menatap curiga.


"Baik, Pak. Nanti saya akan beritahu mereka. Apa ada yang lain?"


"Cuma itu, Pak Ardan."


"Baik, kalau begitu saya permisi dulu."


"Silakan, Pak."


Pak Ardan kemudian keluar dari ruangan itu. Sementara Beni masih menatap Allan dengan penuh kecurigaan. "Kamu yakin mau mengirim Desta dan Aluna keluar kota berdua? Mereka itu mantan pasangan kekasih loh. Kamu tidak takut terjadi apa-apa?"

__ADS_1


"Justru itu yang aku harapkan!" jawab Allan membuat Beni mendelik.


"Apa?"


Allan terkekeh. "Kamu tenang saja, Ben. Desta itu memang brengsekk tapi aku akui komodonya tidak bejad."


"Kamu yakin darimana kalau komodonya si Desta tidak bejad? Kamu pernah coba?" tanya Beni.


"Sialan kamu, Ben!"


"Yang si alan itu kamu!" makinya setengah tertawa. "Eh, Lan ... Aku benar-benar baru tahu loh, kalau Giany itu mantan istrinya Desta. Soalnya Desta menyembunyikan rapat-rapat pernikahannya."


"Iya, Ben."


"Aku sangat tidak menyangka," ucapnya seraya berdecak.


"Justru karena itu, Ben. Kamu harus bisa lihat segalanya dari sisi positif. Desta itu ringan tangan, makanya harus punya seseorang yang bisa mengendalikan. Aku bisa bilang komodonya tidak bejad karena Giany saja tidak pernah digigit selain malam kejadian itu. Yang halal saja tidak digigit, apalagi Aluna yang belum halal."


"Kamu tahu dari mana?"


"Giany cerita semua."


"Oh ..."


"Desta bisa menikah dengan Giany kan karena habis mabuk. Buktinya, selama beberapa bulan jadi istrinya, Giany tidak pernah disentuh. Artinya, komodonya si Desta memang tidak bejad."


"Jadi kesimpulannya komodomu yang bejad karena setiap malam gigit Giany kan?" balas Beni sambil tertawa lantang.


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2